MELUNAK.! Iran Kaji Proposal AS, Akhiri Perang

Edisi: 1.362
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel


TEHERAN, KUPANG TIMES - Iran mulai membuka peluang mengakhiri perang Teluk setelah menerima proposal dari Amerika Serikat.

Namun, Teheran menegaskan tidak berniat melakukan negosiasi langsung untuk meredakan konflik Timur Tengah yang terus meluas.

penegasan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Rabu (25/03/26). 

Abbas mengatakan, komunikasi yang terjadi, bukan berarti Iran siap berunding dengan Washington secara langsung. 

Pertukaran pesan melalui mediator tidak berarti negosiasi langsung dengan AS."|Araghchi (Menlu Iran) di televisi pemerintah, dilansir Reuters.

Abbas mengatakan, usulan dari AS telah disampaikan ke otoritas tertinggi Iran dan akan diputuskan kemudian.

mereka menyampaikan sejumlah ide dalam pesan mereka, yang telah diteruskan kepada otoritas tertinggi, 

dan keputusan akan diumumkan oleh otoritas tertinggi."|Araghchi (Menlu Iran)

meski awalnya menolak, pernyataan Menlu Iran, Abbas Araghchi tersebut, membuka peluang bahwa; Iran bisa mempertimbangkan proposal AS.

di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump mengklaim Iran sebenarnya ingin mencapai kesepakatan, namun ragu menyampaikannya secara terbuka.

mereka sedang bernegosiasi, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan, tetapi takut mengatakannya karena bisa dibunuh oleh rakyat mereka sendiri,

mereka juga takut akan dibunuh oleh kami."|Trump (Presiden AS) di Washington.

cukup tahu • Proposal AS yang terdiri dari 15 Poin, mencakup: penghentian pengayaan uranium tingkat tinggi, pembatasan program rudal balistik, hingga pemutusan dukungan Iran terhadap sekutu regionalnya.

Reuters melaporkan, Gedung Putih memperingatkan, AS akan meningkatkan serangan, apabila Iran tidak menerima proposal tersebut.

Jika mereka tidak memahami bahwa; mereka telah dikalahkan secara militer, Presiden AS, Donald Trump memastikan, Iran dipukul lebih keras dari sebelumnya."|Karoline Leavitt (Jubir Gedung Putih) 

sementara itu, pejabat pertahanan Israel meragukan Iran akan menyetujui proposal tersebut. 

Israel ingin tetap memiliki opsi melakukan serangan pendahuluan dalam kesepakatan apa pun.

di lapangan, konflik masih terus berlangsung. Militer AS mengklaim telah menyerang lebih dari 10 ribu target di Iran dan melemahkan kemampuan militernya secara signifikan.

Namun, serangan udara Israel ke Iran dan balasan drone serta rudal dari Iran ke Israel dan sekutu AS masih terus terjadi tanpa tanda mereda.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Reuters, WH, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®