Edisi: 1.358
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - 'Trump mengatakan telah memerintahkan militer AS untuk menunda serangan terhadap Infrastruktur Pembangkit Listrik dan Energi Iran.'
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, dirinya telah memerintahkan Departemen Perang AS untuk menunda serangan udara terhadap Infrastruktur Pembangkit Listrik dan Energi Iran selama lima hari, setelah mengadakan 'percakapan yang baik dan produktif' dengan Teheran, Senin (23/03/26).
"Saya senang melaporkan, bahwa; Amerika Serikat, dan negara Iran, telah mengadakan, selama dua hari terakhir, percakapan yang sangat baik dan produktif mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kita di Timur Tengah,
saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung."|Trump (Presiden AS) dikutip dari White House
Trump mengatakan kepada Joe Kernen dari CNBC dalam sebuah panggilan telepon, tidak lama setelah unggahan tersebut bahwa; "kami sangat bertekad untuk membuat kesepakatan dengan Iran."
Pengumuman tersebut dianggap sebagai kabar baik di kawasan Timur Tengah dan di seluruh dunia, karena perang AS-Israel melawan Iran telah menyebabkan harga minyak melonjak dan menimbulkan krisis energi global.
cukup tahu • dalam upaya untuk menekan harga energi, Presiden AS, Donald Trump memberi Teheran waktu 48 jam untuk membuka kembali Selat Hormuz bagi semua kapal.
Trump memperingatkan, jika tidak, Militer AS akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran, Sabtu (21/03/26)
Batas waktu tersebut seharusnya berakhir, Senin (23/03/26) malam waktu Washington DC.
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz,
menanggapi ancaman Presiden AS, Donald Trump, Iran balik mengancam akan menutup Selat Hormuz.
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dengan seluruh dunia, menjamin perjalanan aman bagi kapal-kapal dari negara-negara selain AS dan sekutunya.
Trump mengatakan jika Iran tidak membuka selat tersebut, AS akan menghancurkan "berbagai pembangkit listriknya, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu.!"
AS mengatakan, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengendalikan sebagian besar infrastruktur negara dan menggunakannya untuk mendukung upaya perang.
dikutip dari Hukum Internasional, 'pembangkit listrik yang bermanfaat bagi warga sipil hanya dapat menjadi sasaran jika keuntungan militer lebih besar dari pada penderitaan yang ditimbulkannya.'
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: WH, CNBC, Bloomberg,
| Penerbit: Kupang TIMES



