Presiden AS, Donald Trump PERPANJANG Penundaan Serangan Militer Ke Fasilitas Energi Iran.!

Edisi: 1.362
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: Reuters|Properti

WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memutuskan, memperpanjang jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran hingga 6 April 2026, di tengah klaim bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik berjalan positif.

dilansir dari Reuters, Jum'at (27/03/26), Trump mengatakan, proses negosiasi dengan Iran berlangsung “sangat baik” meskipun pihak Teheran menilai proposal damai dari Amerika Serikat bersifat sepihak dan tidak adil. 

Sesuai permintaan Pemerintah Iran, pernyataan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa; saya menunda periode penghancuran pembangkit listrik selama 10 hari hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20:00,

Pembicaraan sedang berlangsung dan, meskipun ada pernyataan keliru dari media berita palsu dan pihak lain, pembicaraan tersebut berjalan sangat baik."|Trump (Presiden AS) dalam unggahan di media sosial pada Kamis waktu setempat.


Perang yang telah berlangsung hampir empat pekan tersebut telah meluas ke berbagai wilayah Timur Tengah, menewaskan ribuan orang dan mengguncang perekonomian global.

Lonjakan harga energi akibat konflik tersebut juga memicu kekhawatiran inflasi di berbagai negara.

sebelumnya, AS bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, setelah perundingan terkait program nuklir Teheran gagal mencapai kesepakatan.

dalam pernyataannya, Trump sempat mengancam akan meningkatkan tekanan jika Iran tidak menyetujui kesepakatan.

Namun, kemudian, Trump mengumumkan penangguhan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari hingga 6 April 2026.

Pembicaraan masih berlangsung dan berjalan sangat baik, meskipun ada pernyataan yang menyesatkan."|Trump (Presiden AS) melalui akun media sosialnya.

meski demikian, Iran menegaskan tidak mau melakukan negosiasi langsung dengan Washington.

Seorang pejabat Iran mengatakan, proposal 15 poin dari AS hanya mengakomodasi kepentingan Amerika Serikat dan Israel.

di tengah klaim kemajuan diplomasi, situasi di lapangan masih memanas. 

Iran terus melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel, pangkalan militer AS, serta negara-negara Teluk.

Konflik ini juga berdampak besar terhadap jalur distribusi energi global, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia.

Gangguan tersebut telah mendorong harga minyak naik sekitar 40%, sementara harga gas alam cair (LNG) dan pupuk berbasis nitrogen juga melonjak tajam.

di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan sedang mempertimbangkan penambahan hingga 10.000 pasukan militer ke Timur Tengah untuk memperkuat opsi militer.

Pentagon juga mengonfirmasi penggunaan kapal cepat tanpa awak (drone speedboat) dalam operasi di kawasan tersebut.

Trump kembali menegaskan, AS akan meningkatkan tekanan jika Iran tidak memenuhi tuntutan, termasuk membuka kembali jalur Selat Hormuz dan menghentikan program nuklirnya.

sementara itu, Iran tetap pada posisinya dengan menuntut jaminan tidak ada serangan lanjutan, kompensasi atas kerugian, serta keterlibatan pihak lain dalam kesepakatan gencatan senjata.

di tengah ketegangan tersebut, serangan rudal dan drone masih terus terjadi di berbagai titik, termasuk di Tel Aviv dan sejumlah wilayah di Iran, menandakan bahwa; jalan menuju perdamaian masih penuh ketidakpastian.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Reuters, WH, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®