Edisi: 1.447
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memperkenalkan Pesawat Kepresiden Air Force One baru, Jum'at (19/06/26).
Pesawat baru tersebut, resmi meninggalkan eksterior biru telur robin era Kennedy dari pesawat lama dan menggantinya dengan tampilan yang lebih berani.
di bagian bawah pesawat dicat biru tua dan garis merah di atasnya.
Sisi kiri pesawat, tempat presiden naik, menampilkan lambang kepresidenan, sementara ekor pesawat terpampang bendera AS ukuran besar.
Pesawat Jet Jumbo tersebut merupakan hadiah dari Pemerintah Qatar yang oleh Trump dijuluki sebagai "Gedung Putih terbang."
“Pesawat ini diubah menjadi Gedung Putih terbang, dengan tingkat kemewahan yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya."|Trump (Presiden AS) di dalam hanggar Pangkalan Angkatan Udara Andrews dikutip dari Associated Press (AP), Sabtu (20/06/26).
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di depan ratusan personel Angkatan Udara AS usai turun dari pesawat baru dengan gerakan dramatis, diiringi lagu khasnya “God Bless the USA.”
selain itu, Trump menyoroti detail interior pesawat, yang membuat orang tidak percaya begitu melihatnya secara langsung.
"saat Anda melihatnya, Anda tidak akan percaya, sungguh, kualitas kayunya, kualitas materialnya, kualitas mesinnya."|Trump (Presiden AS)
Interior Mewah,
seorang Jurnalis yang diizinkan menjelajahi bagian dalam pesawat melaporkan, kabin dilengkapi kursi berbahan kulit, karpet tebal, panel kayu, serta dinding berwarna cokelat tua dan cokelat muda dengan sentuhan emas.
di antara lukisan-lukisan bertema patriotik yang menghiasi dinding, terdapat pula sebuah foto bingkai yang menampilkan seekor bebek berenang di Reflecting Pool.
Reflecting Pool merupakan kolam reflektor di Washington yang selama ini berusaha dipercantik oleh Trump meski hasilnya tidak selalu memuaskan.
Trump berulang kali memuji ukuran pesawat beserta mesinnya.
"Pesawat ini terbang lebih jauh dan lebih cepat dibandingkan Air Force One mana pun."|Trump (Presiden AS)
Terbang Perdana,
Presiden AS, Donald Trump mengungkapkan, dirinya akan membawa Jet baru itu ke KTT NATO di Ankara, Turki, bulan depan dan kembali ke Tiongkok pada KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik yang diselenggarakan Tiongkok, pada bulan November 2026.
“Sekarang, ketika kita mendarat di bandara di London dan di Jerman dan tempat-tempat lain, tidak ada yang menandingi yang ini,
dan begitulah seharusnya negara kita, warna dan desainnya sesuai selera saya."|Trump (Presiden AS)
Kepulangannya dari KTT G7 di Prancis pekan ini adalah perjalanan terakhir Presiden AS, Donald Trump menggunakan Air Force One lama.
Trump mengungkapkan, pesawat air force baru akan terbang perdana, saat acara terbang lintas (flyover) sebagai bagian dari perayaan 250 tahun kemerdekaan AS, Sabtu (04/07/26) mendatang.
Ganti Pesawat Lama,
Air Force One Baru memiliki tampilan eksterior yang berbeda dari pendahulunya.
Jika pesawat lama bercorak biru dan putih, pesawat baru kini tampil dengan bagian bawah badan berwarna biru dongker, garis merah, serta badan atas berwarna putih.
sehari sebelum acara perkenalan ini, Kamis (18/06/26), pejabat Gedung Putih telah melepas salah satu dari dua pesawat Boeing 747 hasil modifikasi besar yang selama ini digunakan untuk mengangkut Presiden AS.
Momen tersebut memicu spekulasi bahwa; pesawat pengganti segera diperkenalkan ke publik.
dan benar saja, perkenalan resmi dilakukan tidak lama setelahnya.
sebagai catatan, sebutan "Air Force One" sendiri bukan merujuk pada pesawat tertentu, melainkan tanda panggil resmi yang berlaku setiap kali presiden AS berada di dalam pesawat tersebut.
Kontroversi,
dilansir dari ABC News, hadiah pesawat dari Qatar itu, nilainya diperkirakan mencapai USD 400 Juta dollar AS, sebelumnya telah menuai sejumlah kekhawatiran, baik dari sisi etika, konstitusi, maupun keamanan.
Trump sendiri pernah mengatakan, menolak hadiah tersebut adalah tindakan yang "bodoh."
di sisi lain, pernyataannya bahwa pesawat itu nantinya akan disumbangkan ke perpustakaan kepresidenannya turut memperbesar kekhawatiran publik terkait pemberian tersebut.
Keinginan Trump untuk mengganti pesawat kepresidenan yang telah digunakan sejak awal 1990an itu sebenarnya sudah muncul sejak periode pertama masa jabatannya.
Pemerintah AS sebelumnya telah menunjuk Boeing untuk memproduksi dua unit pesawat baru tipe 747-8 sebagai bagian dari armada kepresidenan.
Namun, proyek tersebut hingga kini masih terus mengalami keterlambatan dan pembengkakan biaya.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Teknologi, Otomotif, Sejarah,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: AP,
| Penerbit: Kupang TIMES




