Wali Kota dan Wakil Turun Langsung Tertibkan Pekerja Anak Jalanan Kota Kupang.!

Edisi: 1.441
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: PKK|Properti • wali kota Kupang dr. Christian Widodo sedang berbicara dengan anak-anak pekerja, Sabtu (13/06/26) malam. 

KUPANG TIMES - Pemerintah Kota Kupang menunjukkan komitmennya dalam melindungi hak-hak anak dengan turun langsung ke lapangan menertibkan pekerja anak yang masih beraktivitas di jalanan pada malam hari. 

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, memimpin langsung operasi penertiban humanis di sejumlah lokasi yang selama ini menjadi pusat anak-anak bekerja hingga larut malam, salah satunya adalah kawasan Alfamart Jalan El Tari, Sabtu (13/06/26) malam.

Pemerintah Kota Kupang melakukan penertiban dengan sistem pendekatan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. 

Operasi gabungan yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Satpol PP tersebut tidak berfokus pada pemindahan. 

setiap anak yang terjaring langsung diantar pulang ke rumah masing-masing untuk dilakukan asesmen sosial, untuk mengetahui sumber masalah yang mendorong mereka bekerja di jalanan hingga larut malam. 

"Kami tidak ingin penanganan ini berhenti setelah anak-anak diantar pulang,

Kami turun langsung ke rumah mereka untuk melihat apa yang kurang,

Apakah karena faktor ekonomi orang tua, kebutuhan modal usaha atau bantuan sosial yang belum menjangkau mereka.?

Penanganan harus menyentuh akar masalah agar menjadi solusi yang tuntas."|dr. Chris (Wali Kota Kupang) 

dr. Christian mengatakan, masalah pekerja anak tidak bisa diselesaikan hanya melalui penertiban. 

dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga memperoleh dukungan yang memadai sehingga anak-anak dapat kembali fokus pada pendidikan dan tumbuh kembangnya.

Komitmen tersebut langsung terlihat, ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota mendatangi salah satu rumah anak yang terjaring dalam operasi tersebut. 

melalui dialog bersama keluarga, dr. Christian dan Serena Francis mendengar langsung kisah seorang nenek yang merawat cucunya. 

sang cucu terpaksa berjualan kerupuk untuk membantu biaya sekolah, karena kakeknya mengalami stroke sejak tahun 2024, sementara neneknya tidak lagi mampu berjualan sayur keliling setelah mengalami patah tangan akibat kecelakaan.

setelah mendengar cerita tersebut, Pemkot Kupang segera melakukan intervensi melalui koordinasi dengan RT setempat, Dinas Sosial, dan DP3A. 

Pemkot Kupang berkomitmen memberikan pendampingan dan bantuan secara menyeluruh, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan untuk akses bantuan sosial, layanan kesehatan melalui BPJS gratis, bantuan pangan, bantuan lapak dan modal usaha UMKM, hingga program bedah rumah layak huni.

langkah cepat ini menjadi bukti bahwa; penanganan pekerja anak di Kota Kupang tidak hanya berfokus pada gejala yang tampak di jalanan, tetapi juga pada persoalan sosial dan ekonomi yang melatarbelakanginya.


sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menegaskan, setiap anak berhak menikmati masa tumbuh kembang yang sehat tanpa harus memikul beban ekonomi keluarga.

"Kami ingin memastikan anak-anak di Kota Kupang bisa belajar dengan fokus dan meraih prestasi terbaik di sekolah,

urusan ekonomi adalah tanggung jawab orang tua, sementara tugas utama anak-anak adalah belajar, bermain dan bertumbuh dengan baik, 

Pemerintah hadir untuk memastikan hak-hak mereka terlindungi."|Serena (Wakil Wali Kota Kupang) 

Serena mengingatkan, keberadaan anak-anak yang berjualan hingga larut malam membawa berbagai risiko serius, mulai dari ancaman kecelakaan lalu lintas, terganggunya proses belajar karena kelelahan, hingga dampak terhadap kesehatan dan tumbuh kembang akibat berkurangnya waktu istirahat.

cukup tahu • dalam beberapa bulan terakhir, intensitas anak jalanan di Kota Kupang mulai menunjukkan tren penurunan, seiring instruksi Wali Kota kepada Satpol PP untuk melakukan patroli rutin tiga kali setiap minggu. 

Namun, Pemkot Kupang mengakui bahwa; fenomena pekerja anak merupakan persoalan yang jauh lebih kompleks daripada yang terlihat di permukaan.

Karena itu, melalui pendataan yang terus diperbarui oleh DP3A dan dukungan berbagai perangkat daerah, Pemerintah Kota Kupang berupaya membangun sistem perlindungan anak yang tidak hanya responsif, tetapi juga mampu memutus mata rantai kemiskinan dan eksploitasi yang kerap menjadi penyebab anak turun ke jalan.

langkah yang dipimpin langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota tersebut menegaskan bahwa; Pemerintah Kota Kupang tidak sekadar menertibkan anak-anak dari jalanan, tetapi berupaya menghadirkan solusi nyata bagi keluarga mereka, sebagai bagian dari komitmen mewujudkan Kota Kupang yang semakin ramah anak, inklusif, dan berkeadilan sosial. 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sosial, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Prokopim Kota Kupang, Dinas Sosial Kota Kupang, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®