Edisi: 1.365
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Badan Gizi Nasional (BGN) menetapkan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) disalurkan 5 hari sekolah dalam seminggu, kecuali untuk daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T) serta daerah dengan risiko stunting tinggi.
"Pemberian MBG untuk daerah 3T dan risiko stunting tinggi dilakukan selama enam hari sekolah atau Senin sampai Sabtu."|Dadan Hindayana (Kepala BGN) dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (29/03/26), dikutip dari Antara.
Dadan mengatakan, ini merupakan langkah strategis, memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari.
BGN menekankan pendataan cermat untuk menentukan daerah-daerah yang berhak menerima kebijakan khusus tersebut.
Data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) disebut menjadi acuan dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, khususnya di wilayah timur Indonesia.
BGN akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat sehingga penyaluran MBG bisa tepat sasaran.
Pendataan tersebut meliputi: jumlah sekolah, jumlah siswa, serta prevalensi stunting masing-masing wilayah.
Provinsi di wilayah Timur, Sumatera, dan Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting masih tinggi.
Integritas data sangat penting, karena program MBG menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda.
"Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi."|Dadan Hindayana (Kepala BGN)
Dadan berharap, seluruh anak sekolah, terutama yang berada di daerah 3T dan risiko tinggi stunting tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup dan mendukung pertumbuhan optimal mereka.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pendidikan, Pangan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BGN,
| Penerbit: Kupang TIMES
