Edisi: 1.362
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri Rapat Paripurna DPRD NTT, bertempat di Ruang Sidang Utama, di Gedung Parlemen Prov NTT, Kamis (26/03/26)
dalam rapat paripurna DPRD NTT, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.
Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengungkapkan, sejumlah catatan positif indikator makro pembangunan tahun 2026.
di dalam LKPJ T.A 2025, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengatakan, capaian indikator makro pembangunan daerah Tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencatatkan progres yang menjanjikan.
terdapat pertumbuhan positif di berbagai sektor diantaranya, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, hingga penurunan angka pengangguran.
“IPM Provinsi NTT Tahun 2025 sebesar 69,89 poin, meningkat 0,75 poin (1,08%) dari tahun 2024,
Peningkatan IPM 2025 terjadi pada semua dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
eks Legislator RI itu menjelaskan, persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 17,50%, menurun 1,10% poin terhadap Maret 2025 dan menurun 1,52% poin terhadap September 2024.
“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 1,03 juta orang, menurun 57,09 ribu orang terhadap Maret 2025 dan menurun 76,24 ribu orang terhadap September 2024."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena, kembali menjelaskan bahwa; pada November 2025 Tingkat Pengangguran Terbuka mengalami penurunan 0,21% poin dibandingkan dengan Agustus 2025 dan turun 0,7% poin dibanding pada Februari 2024.
selain itu, Pertumbuhan Ekonomi NTT triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 5,34% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024 (y-on-y).
“Pertumbuhan ekonomi tertinggi terjadi pada lapangan usaha industri pengolahan yaitu sebesar 20,35%,
selain itu, komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 26,92%,
”Pemerintah Provinsi NTT menyadari bahwa; pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan sepanjang Tahun 2025 diwarnai dengan berbagai tantangan dan dinamika pembangunan,
dengan adanya kebijakan penyesuaian fiskal nasional dan pengendalian defisit APBN, sebagian besar daerah mengalami penurunan ruang fiskal daerah,
Kendati demikian, kondisi ini harus jadi momentum memperbaiki tata kelola keuangan dan mendorong penguatan kemandirian fiskal."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
Politikus Golkar itu mengatakan, berbagai terobosan sudah dilakukan seperti: digitalisasi pembayaran dan retribusi daerah serta pemberlakuan promo keringanan pajak kendaraan.
upaya-upaya tersebut, diharapkan, bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, memperluas jangkauan pelayanan dan meminimalisir potensi kebocoran.
“sejalan dengan itu, upaya mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM juga terus dilakukan, melalui: Program One Village One Product (OVOP), saat ini sudah ada 190 UMKM binaan dengan 44 produk unggulan,
selain itu, Pemerintah Provinsi NTT juga menyediakan ruang pemasaran dengan membentuk NTT Mart di 22 Kabupaten/Kota."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Ekonomi, Sosial, Pembangunan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Sekwan DPRD NTT, Humas Pemprov NTT,
| Penerbit: Kupang TIMES


