Edisi: 1.322
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Uji Coba Program Pengolahan Sampah di Tingkat Kelurahan dan Desa segera dimulai tahun ini.
Pemerintah nantinya akan memilih wilayah yang akan dijadikan tempat uji coba.
"dalam tahun ini, kita berharap sudah bisa diuji coba di beberapa kelurahan dan desa."|Brian Yuliarto (Mendikti Saintek RI), kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/02/26).
Brian mengatakan, beberapa pendekatan teknologi tengah dikaji, mulai dari gasifikasi hingga plasma-assisted dan plasma dingin.
seluruh opsi tersebut akan melalui proses penilaian lanjutan untuk dipilih metode yang paling efektif dan aman digunakan.
"Ya, ini teknologinya tentu kita akan lihat ya ada gasifikasi, kemudian plasma-assisted, plasma dingin dan sebagainya,
Kita akan assisted lagi mana yang paling baik."|Brian Yuliarto (Mendikti Saintek RI).
Brian menjelaskan, kapasitas sampah yang diolah dalam program tersebut, berkisar 10 ton per-hari untuk tiap lokasi.
Volume tersebut, dinilai, sesuai dengan rata-rata produksi sampah di tingkat kelurahan dan desa, sehingga bisa langsung ditangani di sumbernya.
"Kira-kira 10 ton per hari ya kira-kira. Jadi sampah di kelurahan, di desa itu kira-kira besarannya 10 ton per hari itu yang akan coba kita atasi."|Brian Yuliarto (Mendikti Saintek RI)
Brian mengatakan, dengan skema tersebut, pemerintah berharap mobilisasi atau pengangkutan sampah jarak jauh dapat ditekan.
Sampah bisa diolah langsung di wilayah setempat sehingga penanganannya lebih cepat, efisien, dan mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
"Harapannya juga dengan begitu tidak ada mobilitas, mobilisasi sampah sehingga nanti lebih mengurangi ya,
Jadi sampah tidak perlu dibuang jauh-jauh gitu ya, jadi semuanya bisa ditangani di tingkat kelurahan."|Brian Yuliarto (Mendikti Saintek RI).
Brian mengatakan, pengolahan sampah skala kecil ini berbeda dengan program waste to energy, pengolahan sampah berskala besar yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Pengolahan sampah di tingkat kelurahan ini akan mengolah sampah menjadi pasir.
"Kalo yang ini tidak menghasilkan listrik.!
Jadi ini hanya untuk menangani sampah menjadi pasir atau debu ya yang nanti bisa dipakai untuk mencampur, dicampur pasir untuk apa trotoar, untuk semen dan sebagainya."|Brian Yuliarto (Mendikti Saintek RI)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Teknologi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemendikti Saintek RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
