Edisi: 1.285
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat Penurunan Nilai Tukar Petani pada Desember 2025 dalam laporan resmi bulanan.
Data tersebut menunjukkan adanya perubahan kondisi daya beli petani di wilayah Prov NTT.
Penurunan Nilai Tukar Petani terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Desember 2025 dan disampaikan BPS NTT dari Kupang.
NTP tercatat sebesar 101,46 atau turun tipis dibandingkan November 2025 yang berada pada angka 101,50.
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, dalam siaran Florata Pagi, Rabu (07/01/26), menjelaskan penyebab penurunan NTP karena kenaikan indeks harga yang dibayar petani lebih tinggi.
"Indeks harga yang diterima petani naik 0,46%, sementara indeks harga yang dibayar meningkat 0,55%."|Matamira (Kepala BPS NTT)
Matamira, mengatakan, kenaikan harga barang konsumsi dan sarana produksi menjadi faktor utama penekan Nilai Tukar Petani.
Kondisi tersebut menyebabkan pengeluaran petani meningkat lebih cepat dibandingkan pendapatan dari hasil pertanian.
sejumlah komoditas yang mendorong kenaikan indeks harga yang diterima petani selama Desember 2025.
Komoditas tersebut, antara lain: gabah, kemiri, jagung, kopi, kacang hijau, ayam ras, kacang tanah, dan bawang merah.
sementara itu, indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok.
Komoditas yang mengalami kenaikan, meliputi: bawang merah, beras, sawi hijau, sigaret kretek mesin, tomat, telur ayam ras, ikan tembang, tembakau, dan kopi.
meski mengalami penurunan, Nilai Tukar Petani Prov NTT masih berada di atas angka 100 sehingga petani dinilai masih memperoleh surplus.
BPS NTT mencatat, Nilai Tukar Usaha Pertanian sebesar 105,9 karena hanya membandingkan pendapatan produksi dengan biaya usaha tani.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pertanian,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BPS NTT, RRI,
| Penerbit: Kupang TIMES
