Venezuela akan Serahkan 50 Juta Barrel Minyak Ke AS: "Hasil Penjualan Minyak untuk Kepentingan Rakyat Venezuela dan AS.!"

Edisi: 1.283
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: WH|Properti

WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan, Venezuela akan menyerahkan 30-50 Juta Barrel Minyak Mentah kepada Washington. 

Wall Street Journal, mengungkapkan, minyak-minyak yang terkena sanksi itu, akan dijual sesuai harga pasar, dan uang hasil penjualannya diatur langsung oleh Trump untuk kepentingan rakyat kedua negara, Selasa (06/01/26)

dengan asumsi, harga minyak sekitar USD 56 atau IDR 938.000 per-barrel, volume 30–50 Juta Barrel diperkirakan bernilai hingga sekitar USD 2,8 Miliar atau IDR 47 Triliun.

Presiden Ke-47 AS itu, tidak merinci mekanismenya, tetapi transaksi ini diharapkan memenuhi sebagian kebutuhan energi Amerika, serta membantu mengurangi cadangan minyak Venezuela yang tertahan akibat sanksi dan blokade, dikutip dari Fox 5 New York.

Trump mengatakan, Menteri Energi AS, Chris Wright telah diarahkan untuk melaksanakan rencana tersebut. 

minyak diangkut menggunakan kapal penyimpanan dan dibawa langsung ke pelabuhan di AS. 

Pernyataan tersebut, merupakan, penjelasan terlengkap sejauh ini terkait bagaimana Trump akan memenuhi janjinya mengekstrak minyak dari Venezuela, meskipun masih terdapat sejumlah pertanyaan yang belum terjawab.


setara Pasokan Minyak 2,5 Hari, 

Negeri Paman Sam mengonsumsi sekitar 20 Juta Barrel minyak dan produk turunannya setiap hari, sehingga kiriman dari Venezuela akan setara pasokan selama 2,5 hari, menurut data dari Badan Informasi Energi AS yang dikutip Associated Press. 

meski Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbukti (proven oil) terbesar di dunia, negara tersebut hanya memproduksi rata-rata sekitar 1 Juta Barrel per-hari. 

Angka tersebut masih jauh di bawah produksi harian AS yang mencapai 13,9 Juta Barrel per-hari pada Oktober 2025.

ditempat lain, Gedung Putih menjadwalkan pertemuan dengan para eksekutif perusahaan minyak pada Jum'at (09/01/26) di Ruang Oval untuk membahas Venezuela. 

Pertemuan tersebut, dihadiri perwakilan dari Exxon, Chevron, dan ConocoPhillips, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, tetapi meminta identitasnya dirahasiakan.


sementara itu, Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, menolak pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang sebelumnya memperingatkan, bahwa; dirinya akan menghadapi hasil lebih buruk dari Nicolas Maduro, apabila tidak melakukan hal yang benar, dan mengarahkan Venezuela sejalan dengan kepentingan AS. 

Trump menyatakan, pemerintahannya segera menjalankan kebijakan Venezuela, serta mendorong para pemimpin negara tersebut, membuka akses terhadap cadangan minyaknya yang besar bagi perusahaan-perusahaan energi Amerika Serikat. 

dalam pidatonya, Selasa (06/01/26) di hadapan pejabat sektor pertanian dan industri, Delcy Rodríguez mengatakan, “secara pribadi, kepada mereka yang mengancam saya: Nasib saya tidak ditentukan oleh mereka, tetapi oleh Tuhan.”

di sisi lain, Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, mengatakan, secara keseluruhan puluhan petugas dan warga sipil tewas dalam serangan militer AS di Caracas.

pihak kejaksaan akan menyelidiki kematian tersebut, yang disebut sebagai bentuk kejahatan perang. 

namun, Saab tidak menyebutkan secara spesifik apakah korban yang dimaksud adalah warga Venezuela.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

• Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Bisnis, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Fox 5 New York, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®