Edisi: 1.285
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan, tidak membutuhkan Hukum Internasional.
Trump, mengatakan, hanya moralitasnya sendiri yang bisa membatasi kekuatannya sebagai Komandan Tertinggi Militer AS, dalam wawancara dengan The New York Times, Rabu (08/01/26).
“hanya moralitas saya sendiri, kesadaran saya, yang hanya bisa menghentikan saya."|Trump (Presiden AS)
Trump, kembali menegaskan, Hukum Internasional tidak bisa mempengaruhinya dalam melakukan tindakan yang menurutnya benar, termasuk melakukan tindakan militer.
“saya tak butuh Hukum Internasional,
saya tidak mencoba melukai seseorang."|Trump (Presiden AS)
Trump mengatakan, pemerintahannya akan mematuhi Hukum Internasional.
Namun demikian, hanya dirinya yang akan menjadi penentu kapan batasan tersebut berlaku untuk AS.
"itu tergantung apa definisi anda atas Hukum Internasional."|Trump (Presiden AS)
Pernyataan Trump tentang kebebasannya untuk menggunakan kekuatan militer, ekonomi atau politik apapun untuk memperkuat supremasi AS merupakan pengakuan paling blak-blakan tentang pandangannya terhadap dunia.
Pernyataan Trump tersebut, dipublish usai Militer AS melakukan serangan dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
banyak pihak mengecam tindakan Trump yang disebut melanggar Hukum Internasional dan piagam PBB karena melanggar kedaulatan Venezuela.
Namun, Trump tidak mempedulikan kritik yang dialamatkan kepadanya.
Trump malah menjustifikasi serangan ke Venezuela dengan menuduh Maduro mempunyai hubungan dengan kartel narkoba.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: New York Times,
| Penerbit: Kupang TIMES
