Kota Kupang SIAP 'Kabas HOAX': 130 Duta Anti Hoax Dilatih untuk Menjaga Ruang Digital.!

Edisi: 1.250
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: MP|Properti

KUPANG TIMES - Kota Kupang kembali bergerak maju dalam menjaga kesehatan ruang digitalnya. 

melalui kolaborasi antara Diskominfo Kota Kupang dan Mafindo Kupang, digelar Pelatihan Duta Anti Hoax dengan tagline 'Kota Kabas Hoax' (Kota Kupang Bebas Hoax) yang berlangsung, Jum'at (05/12/25) pagi WITA. 

Kegiatan tersebut, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffri Eduard Pelt, SH., yang hadir mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. 

dalam sambutannya, Jeffri menekankan, pentingnya kesadaran masyarakat terhadap arus informasi yang semakin tidak terbendung.

hampir seluruh aspek hidup kita kini diuji oleh jari, 

Handphone ada di tangan semua orang—dewasa, anak kecil, bahkan dipakai untuk menenangkan anak yang rewel,

fungsinya besar, tapi kalau salah digunakan, bisa merusak tatanan.”|Jeffri (Sekda Kota Kupang) 

Jeffri menyoroti, fenomena cepatnya penyebaran informasi tanpa verifikasi, termasuk perilaku sebagian orang yang lebih memilih memvideokan musibah ketimbang menolong korban. 

inilah kenapa bapak-ibu direkrut menjadi Duta Anti Hoaks,

Kita ingin ruang digital yang sehat, masyarakat yang cerdas, dan informasi yang benar.”|Jeffri (Sekda Kota Kupang) 

Jeffri berharap, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Gunakan jari Anda untuk hal baik,

tidak perlu menunggu tindakan besar—memfilter informasi saja sudah sangat berarti.”|Jeffri (Sekda Kota Kupang) 


sementara itu, Kadis DPMPTSP Kota Kupang, Andre Otta, yang hadir sebagai narasumber, mengawali materinya dengan menampilkan sejumlah contoh hoaks yang pernah viral di Kota Kupang—mulai dari isu “Seroja Jilid 2” hingga konten-konten yang memicu potensi radikalisme.

Andre, menunjukkan, data nasional yang cukup mengkhawatirkan, termasuk hasil survei literasi digital pada tahun 2021 di mana Indonesia berada pada peringkat 70-an dari 90 negara. 

Karena itu Kita dikumpulkan di sini, Kita ingin membangun ekosistem anti hoaks,

Perwakilan dari 51 kelurahan ini akan menjadi garda depan yang mampu memfilter informasi dengan data valid dan kemudian menyampaikan informasi benar secara masif."|Andre (Kadis DPMPTSP Kota Kupang) 

dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia, Jonard Kale, menjelaskan, hoaks dan disinformasi telah menjadi ancaman nyata yang dapat menggerus keharmonisan sosial dan stabilitas pembangunan daerah.

pelatihan ini, merupakan, bagian penting dari program Kota Kupang Bebas Hoaks, yaitu: sistem klarifikasi cepat dan terpercaya untuk masyarakat.

Pelatihan ini adalah komitmen Pemerintah Kota Kupang untuk memperkuat ekosistem literasi digital sebagai fondasi smart city."|Jonard (Ketua Panitia) 

Jonard, mengatakan, program ini dirancang untuk:

• mencetak duta anti hoaks di setiap kelurahan,

• memperkuat kemampuan cek fakta para peserta,

• membangun jejaring strategis antara pemerintah, aparat hukum, komunitas anti hoaks, dan masyarakat,

• serta mendorong pencegahan hoaks yang berkaitan dengan kebijakan dan layanan publik.


cukup tahu • Pelatihan ini diikuti 130 peserta dari 51 kelurahan se-Kota Kupang. 

Kegiatan berlangsung dua hari, yakni: 5 dan 9 Desember 2025.

peserta akan mendalami materi literasi digital, teknik cek fakta, penyusunan rencana aksi, hingga aspek hukum dan sanksi pidana penyebaran hoaks. 

Pada puncak kegiatan, para peserta akan dikukuhkan secara resmi sebagai Duta Anti Hoaks Kota Kupang.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Digital,

| Penulis: MP

| Editor: W.J.B

| Sumber: Humas Pemkot Kupang,  

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®