Edisi: 1.254
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'dalam rapat Komisi I DPR-RI, Legislator RI, Endipat Wijaya, meminta Kementerian Komdigi RI, lebih aktif mengamplifikasi informasi terkait penanganan bencana di wilayah Sumatera.'
Anggota Komisi I DPR-RI, Endipat Wijaya, meminta, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) lebih aktif dalam menyebarkan informasi kerja pemerintah terkait penanganan bencana di wilayah Sumatera.
"fokus nanti, ke depan Kementerian Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional dan membantu pemerintah memberitahukan dan mengamplifikasi informasi,
sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini, paling-paling di Aceh, di Sumatera, dan lain-lain itu,
ada orang yang cuma datang sekali, seolah-olah paling bekerja di Aceh."|Endipat (Legislator RI), saat rapat bersama Komdigi, di ruang Komisi I DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (08/12/25).
Politikus Gerindra itu, menegaskan, dalam penanganan bencana Sumatera, pemerintah yang hadir pertama mengatasinya.
"padahal negara sudah hadir dari awal, ada orang baru datang, baru bikin satu posko, ngomong pemerintah enggak ada,
padahal pemerintah sudah bikin ratusan posko di sana,
yang sehingga publik tahu kinerja pemerintah itu sudah ada, dan memang sudah hebat."|Endipat (Legislator RI),
Endipat, menyinggung, relawan yang menyumbang donasi sebesar IDR 10 Miliar Viral.
padahal, pemerintah sudah memberikan triliunan.
namun, tidak dianggap bekerja.
cukup tahu • aksi content creator, Ferry Irwandi bersama tim NGO dan relawan yang berhasil menggalang dana IDR 10,3 Miliar dalam 24 jam menjadi viral di media sosial.
Kehadiran mereka di wilayah terdampak bencana juga banyak dibagikan di berbagai platform.
"orang-orang cuma nyumbang IDR 10 miliar, negara sudah triliun-triliunan ke Aceh, itu bu,
Jadi yang kayak gitu-gitu, mohon dijadikan perhatian, sehingga ke depan tidak ada lagi informasi yang seolah-olah negara tidak hadir di mana-mana,
Padahal negara sudah hadil sejak awal di dalam penanggulangan bencana."|Endipat (Legislator RI)
sebagai bukti, Endipat, mengungkapkan, saat pertama bencana Sumatera terjadi, TNI AU sudah hadir.
"Angkatan Udara hari pertama langsung ada, 4-5 pesawat datang ke sana, tapi dibilang enggak pernah hadir,
mungkin itu karena kita kalah dalam menginformasikan."|Endipat (Legislator RI),
Ferry Irwandi Terobos Daerah Terisolir, Salurkan IDR 10,3 Miliar,
sebelumnya, aksi kemanusiaan luar biasa, digerakkan oleh content creator, Ferry Irwandi bersama tim NGO dan relawan.
hanya dalam 24 jam penggalangan dana, mereka berhasil menghimpun IDR 10,3 Miliar, untuk disalurkan kepada korban banjir di Sumatera, dengan fokus utama menjangkau titik-titik yang terisolasi dan minim bantuan.
Ferry Irwandi yang tiba di Medan, karena jalur penerbangan yang paling memungkinkan, menunjukkan komitmennya, untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
“Kita membawa 2,6 ton hari ini dan akan disusul yang lain,
Fokus utama kita adalah titik-titik yang memang minim bantuan yang terisolasi."|Ferry (Content Creator) kepada wartawan, Kamis (04/12/25).
dalam distribusinya, tim relawan Ferry Irwandi dan Kita Bisa (diwakili oleh Haikal dan Hibat) tidak hanya membawa logistik umum, tetapi fokus pada kebutuhan spesifik yang sering terlewatkan, berdasarkan masukan langsung dari korban.
"Kita siapkan makanan siap makan yang bergizi, bukan mi instan, yang bisa langsung mereka dapat, mereka makan."|Ferry (Content Creator), yang menyoroti pentingnya nutrisi di tengah bencana.
Sentuhan Kemanusiaan terasa kuat dengan perhatian khusus pada kelompok rentan.
Ferry Irwandi dan team, menyalurkan kebutuhan mendesak bagi ibu dan anak, seperti: pampers, alat aksi (menyusui), pakaian dalam, dan pembalut yang sering menjadi masalah di lokasi pengungsian.
selain itu, upaya keras juga dilakukan untuk mengatasi kelangkaan air bersih dengan mencari alat filter dan terminal air bersih di beberapa daerah.
Kolaborasi dan Tantangan Distribusi,
distribusi bantuan ke daerah-daerah hilir dan pedesaan, seperti Tamiang dan Desa Tualang, Langkat, menjadi prioritas karena bantuan ke wilayah kota dinilai sudah banyak.
Perjalanan kemanusiaan ini tidak luput dari kendala, terutama dalam menemukan angkutan udara.
"Kemarin kita sempat kesulitan sekali menemukan angkutan udara, karena traffic nol koma rame."|Ferry (Content Creator)
Namun, berkat sinergi yang baik, tim akhirnya mendapat bantuan dari DitPolairud yang membawa 2,5 ton, serta dukungan pengamanan dari Polda Sumatera Utara dan bantuan logistik dari teman-teman di Medan.
Ferry Irwandi, menekankan, kolaborasi semua pihak, termasuk TNI dan BNPB, adalah kunci.
"yang dibutuhkan adalah sinergi semua orang supaya sistem itu benar, semua terkoneksi, dan banyak yang terbantu."|Ferry (Content Creator)
di akhir wawancara, Ferry Irwandi, menyampaikan pesan mendalam kepada pemerintah.
Ferry dan team, berharap, pemerintah dapat bekerja dengan lebih baik dan komprehensif.
"enggak semua orang yang mengkritik pemerintah itu benci,
Kadang, bentuk peduli yang paling tinggi itu kritikan."|Ferry (Content Creator) menegaskan masukan kritis adalah upaya untuk memajukan dan memperbaiki sistem penanganan bencana.
Aksi Ferry Irwandi dan para donatur tersebut, menunjukkan, kekuatan solidaritas masyarakat sipil Indonesia yang mampu merespons cepat dan efektif terhadap derita korban bencana.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Sosial,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Komisi I DPR-RI, Kemen Komdigi RI, Ferry Irwandi,
| Penerbit: Kupang TIMES

