Edisi: 1.182
Halaman 5
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menanggapi kritik ahli gizi dr. Tan Shot Yen, terkait menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyajikan Burger hingga Spaghetti.
Dadan, mengatakan, menu tersebut merupakan inisiatif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bersifat selingan.
"SPPG berinisiatif membuat menu selingan berbasis permintaan siswa,
menu selingan itu hanya sesekali."|Dadan (BGN), Sabtu, (27/09/25).
Dadan, menegaskan, BGN memiliki standar komposisi gizi dan melibatkan ahli gizi dalam menyusun menu MBG.
Ahli Serangga itu, mengatakan, hal mendasar dari menu MBG ialah fresh food.
"BGN menetapkan standar komposisi gizi,
Menu disusun oleh ahli gizi di setiap SPPG berbasis potensi sumber daya lokal dan kesukaan masyarakat lokal,
Basis BGN adalah fresh food dengan mengutamakan potensi sumber daya lokal."|Dadan (BGN)
terkait menu burger dan spaghetti yang menjadi sorotan, Dadan, menegaskan, hal itu turut memperhatikan komposisi bagi anak.
"Tentu."|Dadan (BGN)
Sorotan Ahli Gizi,
dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen, mengkritik menu MBG di beberapa daerah yang menghadirkan burger hingga spaghetti.
dr. Tan Shot Yen, mengatakan, dirinya tidak habis pikir atas menu-menu seperti itu.
Tan menyentil olahan burger sebagai sajian makan bergizi gratis dan dirinya heran anak Indonesia malah dikenalkan dengan olahan gandum.
"yang dibagi adalah, adalah burger.. di mana tepung terigu tidak pernah tumbuh di bumi Indonesia, nggak ada anak muda yang tahu bahwa gandum tidak tumbuh di bumi Indonesia,
dibagi spaghetti, dibagi bakmi Gacoan, oh my god.!
dan maaf, ya, itu isi burgernya itu kastanisasi juga, kalau yang dekat dengan pusat supaya kelihatan bagus dikasih chicken katsu."|dr. Tan (ahli gizi) dalam rapat bersama Komisi IX DPR-RI.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Kesehatan, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: dr. Tan, BGN, Komisi IX DPR-RI,
| Penerbit: Kupang TIMES

