Energi Baru, BUTUH Sekda yang Sepadan.!

Edisi: 1.181
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: MP|Properti

KUPANG TIMES - Kota dengan kekayaan budaya dan sejarah yang istimewa, kini tengah menapaki babak baru dalam kepemimpinan pemerintahannya. 

di bawah arahan duet pemimpin muda—Christian Widodo dan Serena Francis—angin perubahan mulai terasa; lebih dinamis, lebih responsif dan lebih dekat dengan denyut kehidupan warganya. 

Kepemimpinan yang dikenal dengan jargon “CS-an” itu, hadir dengan semangat baru yang menghadirkan Komitmen dan Konsistensi, ini adalah harapan besar bagi transformasi Kota Kupang. 

Namun, agar semangat ini tidak hanya berhenti di wajah luar, dibutuhkan sosok Sekretaris Daerah (Sekda) yang sepadan—mampu menyelaraskan visi pemimpin muda dengan ritme birokrasi yang kerap lamban berubah.

Sekda: 'Penjembatan Visi dan Birokrasi'

Sekretaris Daerah bukan sekadar pelaksana administratif tetapi juga sebagai penghubung antara visi pemimpin dan roda birokrasi, sekaligus penjaga kesinambungan kebijakan publik. 

dalam konteks ini, regenerasi birokrasi bukan sekadar soal usia, tetapi juga semangat baru: kecepatan, kolaborasi, dan keterbukaan. 

Sosok Sekda yang dibutuhkan adalah mereka yang memahami seluk-beluk birokrasi, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman. 

terutama, bisa merangkul generasi muda dan mengaktifkan ruang partisipasi warga.

dalam teori komunikasi organisasi, komunikasi yang efektif adalah kunci utama perubahan. Harold D. Lasswell dengan model komunikasinya—“Who says what in which channel to whom with what effect”—menekankan pentingnya alur komunikasi yang jelas dan berdampak dalam sebuah organisasi. 

Demikian pula Grunig dan Hunt yang memperkenalkan komunikasi partisipatif, menjelaskan bahwa kekuatan organisasi terletak pada keterhubungan antara pemimpin dan anggotanya, juga pada relasi dengan publik. 

maka, kemampuan komunikasi yang baik bukan sekadar pelengkap bagi seorang Sekda—melainkan syarat utama.

tanpa komunikasi yang terbuka dan strategis, visi pemimpin muda akan tersumbat di tengah jalan birokrasi yang masih konservatif. 

Sebaliknya, dengan Sekda yang cakap berkomunikasi, kolaboratif dan berpandangan ke depan, perubahan bisa bergerak cepat, efektif dan inklusif.


Analisis Kandidat Sekda dari Media Lokal

Jum'at, 26 September 2026, seleksi Sekretaris Daerah Kota Kupang dimulai, sebanyak 5 (lima) calon sebagai kandidat kuat Sekda Kota Kupang, antara lain: Jermi M Haning, Ph.D., • Yefry C Adoe, SE., M.AP., • Jeffry Edward Pelt, SH., • drg. Francisca JH Ikasasi dan Wildrian Ronald Otta, S.STP., MM.—sebuah indikasi bahwa regenerasi dari dalam sangat mungkin dilakukan.

Secara Usia dan Posisi Struktural

Jefry Pelt memiliki pengalaman panjang di lingkup OPD dan Sekretariat Daerah.

Jermi H. Haning saat ini menjabat Asisten Adm Umum Setda Rote Ndao dan memiliki pengalaman birokrasi yang kuat.

Yefry C Adoe saat ini menjabat Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama di Universitas Nusa Cendana (Undana) dan memiliki segudang pengalaman, khususnya dalam pemerintah Kota Kupang mulai dari; Kasuub di BAPEDA Kota Kupang, • Kabid di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Kupang • Kabid di BKPMD Kota Kupang dan Sek. Dinas di Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Francisca JH Ikasasi, saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P2KB) Kota Kupang dan dirinya dikenal aktif dalam upaya percepatan penanganan stunting di kota Kupang.
 
Andre Otta, kandidat termuda, yang saat ini memimpin Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dengan rekam jejak kuat dalam inovasi dan perencanaan berbasis data.

dari sisi inovasi, Andre Otta sangat menonjol berkat keterlibatannya dalam sistem e-planning, pelayanan berbasis data terbuka dan gaya kerja kolaboratif sejak menjabat di Dinas Kominfo. 

Gaya kepemimpinan seperti ini sejalan dengan semangat CS-an: segar, terbuka dan berorientasi hasil.

sementara 4 (empat) kandidat lainnya memang memiliki pengalaman birokrasi yang solid, belum banyak terekspos dalam pemberitaan mengenai inovasi atau terobosan kebijakan. 

Hal ini menjadi catatan penting, terutama bila arah perubahan kota ingin terus dipacu dengan pendekatan digital, partisipatif, dan responsif.


Kepemimpinan Kolaboratif untuk Transformasi

Pemerintahan yang kompleks memerlukan pendekatan yang tidak hanya top-down, tetapi juga dialogis. 

Sekda yang dibutuhkan hari ini bukan tipe pengatur lalu lintas, tetapi jembatan strategis—mampu mengajak serta ASN, dunia usaha, komunitas dan masyarakat sipil ke dalam ruang kolaborasi kebijakan. 

dalam kerangka ini, pendekatan kepemimpinan kolaboratif menjadi kunci.

Berdasarkan analisa di atas, kita harus jujur mengakui bahwa; Andre Otta, melalui keterlibatan aktifnya di forum-forum strategis dan pengembangan kebijakan berbasis teknologi, menunjukkan model kepemimpinan yang adaptif, layak diperjuangkan.

selain itu, Andre Otta, bukan hanya representasi generasi muda, tetapi juga pembawa semangat perubahan dari dalam birokrasi.

Menatap Masa Depan Kupang 

Kota Kupang berada di titik persimpangan penting. Kepemimpinan muda telah memberi arah baru. 

Namun, hal ini perlu didukung oleh penggerak di level teknis. 

Karena itu, penunjukan Sekda bukan sekadar prosedural administratif—Sekda adalah penentu arah kebijakan dan keberhasilan transformasi birokrasi.

Kini saatnya memberi ruang bagi mereka yang bukan hanya punya pengalaman, tetapi juga keberanian untuk berubah. 

Sosok yang bisa menjembatani generasi, menghubungkan visi dan pelaksanaan, serta membuka jalan menuju birokrasi yang lebih efisien, partisipatif, dan transparan.

Kota Kupang tidak hanya butuh semangat muda, tetapi juga sistem yang mendukungnya dan semuanya bermula dari siapa yang duduk di Kursi Sekda.


BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Birokrasi, Hukum,

| Penulis: MP

| Editor: W.J.B

| Sumber: MP, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®