Edisi: 1.182
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Setibanya di Tanah Air usai Kunjungan Kerja Ke-4 Negara selama 7 (tujuh) hari, Presiden RI, Prabowo Subianto, menanggapi soal banyaknya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi perhatian publik, hampir sebulan terakhir ini.
Presiden RI, Prabowo, mengatakan, MBG adalah program yang besar, awal pelaksanaannya pasti ada kekurangan.
Namun, Presiden RI, Prabowo, meyakini, semua masalah yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG bakal terselesaikan.
"ini masalah (program) besar, jadi pasti ada kekurangan di awal.. tapi, saya juga yakin bahwa; kita akan selesaikan dengan baik ya."|Prabowo (Presiden RI) saat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, (27/09/25), dikutip dari YouTube channel Sekretariat Presiden.
dalam kesempatan itu, Presiden RI, Prabowo, mengatakan, dirinya segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, berdiskusi terkait masalah yang terjadi pada program MBG.
“Saya baru dari luar negeri tujuh hari, saya monitor ada perkembangan itu,
Habis ini, saya langsung akan panggil Kepala BGN dengan beberapa pejabat, kita akan diskusikan ya."|Prabowo (Presiden RI)
Presiden RI, Prabowo, mengingatkan kembali bahwa; tujuan MBG adalah memberikan makan gratis dan bergizi semua anak bangsa terutama yang mengalami kesulitan makan.
“tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan, mungkin kita-kita ini makan lumayan, mereka tuh makanya hanya nasi pakai garam ini yang harus kita kasih."|Prabowo (Presiden RI)
Berdasarkan pantauan dari YouTube Sekretariat Presiden, Presiden RI, Prabowo tiba di Lanud Halim Perdanakusuma pukul 15.40 pm WIB.
Presiden RI, Prabowo disambut oleh Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka • Menpora RI, Erick Thohir • Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo dan Mensesneg, Prasetyo Hadi.
Selain itu, ada Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto • Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia dan Panglima TNI, Jenderal. Agus Subiyanto.
Kasus Keracunan MBG,
cukup tahu •, sejak Januari hingga 25 September 2025, ada 5.914 penerima manfaat yang terdampak insiden keamanan pangan MBG.
pada bulan September ini saja, setidaknya 2.210 orang yang menjadi korban keracunan MBG.
terbaru, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail sampai menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) karena kasus keracunan menu MBG sangat tinggi di daerahnya.
Hingga Jum'at, (26/09/25) ada sekitar 1.000 siswa Paud hingga SMA/SMK yang mengalami keracunan usai menyantap menu MBG di Kabupaten Bandung Barat.
Berikut, poin-poin Pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, terkait Kasus Keracunan MBG, antara lain:
1. Masalah Besar dan Yakin Bisa Diselesaikan dengan Baik,
Presiden RI, Prabowo mengaku ikut memantau perkembangan kasus keracuan MBG meski baru saja menyelesaikan kunjungan ke luar negeri selama tujuh hari.
Presiden RI, Prabowo, berjanji, masalah keracunan ini akan ditangani dengan baik.
"ini masalah besar, jadi pasti ada kekurangan dari awal,
tapi, saya juga yakin bahwa; kita akan selesaikan dengan baik."|Prabowo (Presiden RI) saat di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu, (27/09/25).
2. Panggil Kepala Badan Gizi dan Jajarannya,
Prabowo menegaskan akan segera memanggil Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana bersama sejumlah pejabat terkait untuk membahas langkah penanganan.
Presiden RI, Prabowo, mengakui, masih terdapat sejumlah kekurangan dalam program MBG.
Namun, Presiden RI, Prabowo meyakini bahwa; hambatan yang muncul dapat segera diperbaiki agar tujuan program dapat tercapai.
3. Minta Tidak Dipolitisasi,
Presiden RI, Prabowo meminta agar permasalahan ini tidak dipolitisasi dan menekankan bahwa MBG ditujukan untuk membantu anak-anak yang kesulitan mendapatkan makanan bergizi.
"Jangan sampai ini dipolitisasi.! tujuan makan bergizi adalah untuk anak anak kita yang sering sulit makan,
mungkin kita ini makan lumayan, mereka itu makan hanya nasi pakai garam."|Prabowo (Presiden RI)
Ketum Partai Gerindra itu, menegaskan, sejumlah hambatan harus dapat diatasi untuk dapat memberi makan jutaan anak di Indonesia.
Langkah BGN untuk Mengatasi Keracunan Massal,
Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang, menegaskan, seluruh dapur mitra yang pernah terlibat kasus keracunan telah menerima surat pemberitahuan resmi.
"Hari ini sudah kami keluarkan surat kepada semua dapur yang sebelumnya bermasalah,
Proses verifikasi kini jauh lebih ketat."|Nanik (BGN) di Jakarta, akhir pekan ini.
Sebagai bagian dari pengawasan, BGN akan mengerahkan tim inspeksi yang terdiri dari unsur Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Dinas Kesehatan, dan kepolisian.
Tim ini bertugas mengevaluasi langsung kondisi dapur dan memastikan pemenuhan standar yang ditetapkan dalam petunjuk teknis (juknis).
"Jika kami menemukan dapur yang tidak memenuhi juknis, operasionalnya akan langsung dihentikan,
Tidak ada toleransi dalam hal ini."|Nanik (BGN)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum, Kesehatan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemensesneg,
| Penerbit: Kupang TIMES
