Edisi: 1.150
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, datang membawa Kabar Gembira, katanya; "harga beras turun di 13—bahkan mungkin 15—Provinsi."
nyatanya, Omongan Pejabat memang jangan langsung dipercaya.
dikutip dari Kompas.tv • penurunan harga beras tersebut, terjadi, setelah pemerintah menggelar operasi pasar, melalui; program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
Perhitungan Kementan RI, SPHP menjadikan distribusi beras saat ini menjadi 6.000 ton per-hari dan ditargetkan naik hingga 10.000 ton.
“Alhamdulillah.. Kita melihat operasi pasar SPHP yang sekarang penyaluran hariannya sudah 6.000 ton,
Kita target naik 7.000 ton kemudian 10.000 ton per-hari,
ini sudah berdampak baik.. menurunkan harga (beras) di 13 provinsi.. mungkin sudah 15 provinsi.. sudah turun harga,
ini sangat baik untuk kita semua."|Amran (Mentan RI) saat meninjau Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, (23/08/25).
Amran, mengatakan, program operasi pasar SPHP akan terus berjalan hingga akhir tahun 2025.
total beras yang akan digelontorkan mencapai 1,3 Juta Ton dengan dukungan penuh dari berbagai instansi, termasuk TNI dan Polri, untuk mempercepat stabilisasi harga di lapangan.
selain operasi pasar, meningkatnya serapan gabah petani juga turut memengaruhi penurunan harga beras.
rantai pasok dari hulu hingga hilir kini lebih terkendali.
”Kami perhatikan serapan gabah meningkat dari 3.000 ton menjadi 6.000 ton per-hari,
artinya; harga beras di hilir turun dan serapan gabah di petani meningkat,
namun, Kita tetap menjaga agar harga gabah minimal sesuai HPP IDR 6.500 per-Kilogram,
sehingga, petani tetap sejahtera dan konsumen bisa tersenyum."|Amran (Mentan RI), dikutip dari laman resmi Kementerian Pertanian RI
Amran, kembali omong, stok beras nasional dalam kondisi aman. Hingga saat ini, cadangan beras nasional mencapai 4 Juta Ton, jauh lebih tinggi dibanding tahun 2024, ketika Indonesia masih bergantung pada Impor hingga 7 Juta Ton.
“Hari ini kita bisa penuhi kebutuhan sendiri tanpa impor,
ini pencapaian besar di tengah banyak negara lain yang justru kesulitan beras,
Kita patut bersyukur.. stok kita tinggi.. harga mulai turun dan tidak ada impor beras."|Amran (Mentan RI)
Amran, memastikan, produksi pangan berjalan lancar dengan adanya panen di berbagai daerah sentra produksi.
Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) disebut mampu memberi kepastian harga bagi petani sekaligus menjaga semangat produksi sepanjang tahun.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), hingga Sabtu, (24/08/25) pukul 13:00 pm WIB, harga rata-rata beras SPHP memang berada di bawah HET.
Namun, untuk harga beras medium selain SPHP, harga rata-ratanya masih di atas HET. Begitu juga dengan harga beras premium.
mengutip data Panel Harga Bapanas, berikut daftar harga beras di tingkat Konsumen per-Sabtu, (24/08/25):
Harga per-Kilogram
Harga Beras SPHP,
• HET Beras SPHP Zona 1: IDR 12.500 • Zona 2: IDR 13.100 • Zona 3: IDR 13.500 • Nasional: IDR 12.500
Harga di Pasaran,
• Harga rata-rata Nasional IDR 12.577
• Harga rata-rata Zona 1 IDR 12.307
• Harga rata-rata Zona 2 IDR 12.836
• Harga rata-rata Zona 3 IDR 13.328
Harga Beras Medium,
• HET Beras Medium Zona 1: IDR 12.500 • Zona 2: IDR 13.100 • Zona 3: IDR 13.500 • Nasional: IDR 12.500
Harga di Pasaran:
• Harga rata-rata nasional Rp14.219
• Harga rata-rata Zona 1 Rp13.751
• Harga rata-rata Zona 2 Rp14.459
• Harga rata-rata Zona 3 Rp16.283
Harga Beras Premium,
• HET Beras Premium Zona 1: IDR 14.900 • Zona 2: IDR 15.400 • Zona 3: IDR 15.800 • Nasional: IDR 14.900
• Harga rata-rata Nasional IDR 16.087
• Harga rata-rata Zona 1 IDR 15.433
• Harga rata-rata Zona 2 IDR 16.505
• Harga rata-rata Zona 3 IDR 18.346
cukup tahu • Zona I mencakup Wilayah: Jawa • Lampung • Sumatera Selatan • Bali • Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sulawesi.
Zona II mencakup Wilayah: Aceh • Sumatera Utara • Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan.
Zona III mencakup Wilayah: Maluku dan Papua.
Stok Beras di Ritel Menipis,
dikutip dari Kompas, Minggu, (24/08/25), pasokan beras menipis di pasar tradisional dan ritel modern Jakarta Selatan, Harga Beras Naik Tajam.
di Superindo Mayestik, Kebayoran Baru, rak beras terlihat kosong.
satu-satunya yang tersedia hanya Beras merek Topi Koki, Kemasan 5 Kilogram, dijual IDR 140.790.
Beras SPHP milik Perum Bulog hilang dari rak.
“Pasokan yang ada ini aja (Topi Koki), yang lain supplier belum datang, yang SPHP gak ada."|Karyawan Superindo Mayestik.
situasi sama terlihat di Alfamidi Panglima Polim, terlihat Rak beras kosong.
Karyawan Alfamidi secara meyakinkan, mengatakan, pasokan akan segera datang.
“Beras kosong, segera ada kok."|Karyawan Alfamidi singkat.
di Alfamart kawasan tersebut, tersisa satu karung beras Raja Platinum, kemasan 5 Kg, seharga IDR 74.500.
seorang karyawan Alfamart, mengatakan, kekosongan terjadi, terkait dengan kasus beras oplosan yang mencuat beberapa waktu lalu.
Kasus tersebut, membuat beras SPHP ditarik dari rak.
“SPHP ditarik semua.. kemarin kasus beras oplosan itu.. jadi tinggal merk Raja (beras premium),
Harga merk Raja IDR 74.500 per-kemasan atau 5 Kg.. ini belum di-stok (pasok) lagi,
dan Kayaknya di tempat lain juga ditarik."|Karyawan Alfamart
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pangan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Alfamart, Alfamidi, Kementerian Pertanian RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
