Pecel dan Gado-gado, Masuk Kategori 50 Salad Terenak di Dunia.!

Edisi : 132

Halaman 1

       Foto: Salad Gado-gado

KUPANG TIMES - Kabar Gembira, menghampiri dan menyelimuti Wisata Kuliner Tradisional Indonesia. 

Yang mana, Pecel dan Gado-gado berhasil menjadi salah satu salad terenak di dunia.

Pecel dan Gado-gado, di berikan Penghargaan oleh Taste Atlas, situs panduan makanan tradisional di seluruh dunia, karena Kesuksesannya berada dalam 50 Salad terenak di dunia. 

Informasi Pecel dan Gado-gado, berada dalam 50 Salad terenak di dunia, setelah Taste Atlas umumkan, melalui akun Instagram resminya.

Bukan hanya Indonesia yang memiliki makanan tradisional, kategori Salad (Pecel dan Gado-gado) terenak di dunia, Jepang, Turki, Brasil, dan Jerman, adalah Negara-negara yang juga memiliki makanan tradisional berjenis Salad terenak di dunia. 

Dalam laman resmi Taste Atlas, Pecel berada di Peringkat Ke-13 dengan nilai 4,38, sementara Gado-gado mendapat nilai 4,17 berada di posisi Ke-13, sebagai Salad terenak di dunia.

Kesuksesan Pecel dan Gado-gado masuk ke dalam kelompok makanan tradisional, kategori Salad terenak di dunia, tentu patut di syukuri dan di banggain, karena mulai di kenal oleh dunia wisata kuliner Internasional. 

Dan bukan hanya Pecel dan Gado-gado, makanan khas Indonesia, yang mulai di kenal di dunia wisata Kuliner Internasional aja Min, Kue Putu, juga mulai di kenal di dunia wisata Kuliner Internasional, karena kesuksesannya masuk ke dalam 50 kategori kue terenak di dunia awal Juli ini.

       Foto: Kue Putu

YUK INTIP.! Perbedaan Pecel dan Gado-gado.? 

Min masih kebingungan membedakan Pecel dan Gado-gado. 

Nah, supaya Min tidak kudet dan lebih paham makanan khas Tanah Air, yuk simak perbedaan Pecel dan Gado-gado, berikut ini;

       Foto: Salad Pecel

1. Salad Pecel

Pecel merupakan makanan tradisional, yang umum di jumpai di wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Makanan tersebut terdiri dari beraneka ragam sayuran, mulai dari kacang panjang, kembang turi, bayam, tauge, dan lain sebagainya.

Sayuran yang di sajikan biasanya di rebus terlebih dahulu hingga teksturnya menjadi lemas.

Kemudian sayur di tempatkan pada piring anyaman rotan atau bambu, bersama dengan nasi putih atau nasi merah dengan tambahan saus kacang di atasnya.

Pecel umumnya juga di sajikan bebarengan dengan peyek kacang dan tahu serta tempe goreng.

Akan tetapi, isian pecel bisa berbeda-beda, sesuai dengan daerah makanan ini berasal.

Di Indonesia, ada sejumlah Pecel yang namanya di kenal dan bisa di jumpai di luar daerah asalnya.

Seperti; pecel Madiun, pecel Ponorogo, pecel ndeso asal Solo, pecel Kecombrang, pecel Tumpang, atau pecel Punten.

       Foto: Salad Gado-gado Betawi

2. Salad Gado-gado

Berbeda dengan pecel, Gado-gado, umumnya terdiri dari kubis, mentimun, dan tomat segar dengan tambahan tauge, telur, dan kentang yang sudah di rebus.

Isian tersebut lantas di guyur dengan saus kacang-bumbu pecel yang di masak bersama cuka, kecap, santan, dan daun salam.

Karena campuran itulah bumbu Gado-gado punya cita rasa yang berbeda jika di bandingkan dengan pecel.

Usut punya usut, gado-gado merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang mendapat pengaruh dari budaya Portugis.

Makanan itu dalam bahasa Portugis artinya "campur-campur," yang akhirnya menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Tidak berbeda jauh dengan pecel, Gado-gado juga di adaptasi menurut masing-masing daerah.

Misalnya; gado-gado Betawi asal Jakarta, gado-gado Surabaya, gado-gado Padang, dan gado-gado Sidoarjo.

"Oh iyaa Min, Indonesia memiliki beragam Wisata Kuliner Tradisional yang Khas, sesuai Karakter Daerahnya,"

"Contohnya di NTT, memiliki salah satu makanan tradisional unggulan, yakni; Daging Se'i, yang di olah secara tradisional, dengan menggunakan rempah-rempah asli Nusa Flobamora (NTT), daun pohon kusambi, arang kayu pohon kusambi, tujuannya untuk menjaga tekstur daging agar tetap merah dan kering,"

"Dan masih banyak lagi,"

"WAH jadi Pengen jelajah wisata Kuliner Tradisional di se-antero Nusantara nie.!"

(W.J.B) 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®