Edisi: 1.560
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES – Salinan ijazah milik salah satu Wakil Presiden Republik Indonesia dipajang di salah satu Universitas ternama dunia, sebagai Penghormatan atas dedikasinya.
Salinan ijazah tersebut milik Wakil Presiden Ke-1 RI, Mohammad Hatta, yang dipajang secara abadi di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda.
dilansir dari situs Majalah Erasmus, Ijazah Wapres yang akrab disapa Bung Hatta itu dipamerkan di aula yang diberi nama 'Gedung Hatta.'
Bangunan Aula tersebut dinamai demikian untuk menghormati perjuangan Bung Hatta atas Kemerdekaan Indonesia.
Bung Hatta dahulu merupakan Mahasiswa EUR.
Peguruan Tinggi itu sebelumnya bernama Nederlandse Handelshogeschool.
Tokoh Pendiri Bangsa itu, kuliah di Belanda pada tahun 1921-1932.
selama studi di Belanda, Hatta muda bergabung dan terlibat aktif dalam organisasi Perhimpunan Indonesia, hingga terpilih menjadi ketua perhimpunan pada tahun 1926-1930.
di bawah kepemimpinannya, arah pergerakan mahasiswa berubah menjadi organisasi politik yang tegas mengumandangkan asas non-kooperasi demi kemerdekaan penuh Indonesia. Hatta sejak awal sangat anti kolonialisme.
pada tahun 1927, Hatta ditangkap pemerintah Belanda karena aktivitas politiknya yang radikal.
pada tahun 1928, Hatta dibawa ke Pengadilan Den Haag atas tuduhan makar hingga penghasutan terhadap Kerajaan Belanda.
dalam persidangan tersebut, Hatta menyampaikan nota pembelaan berjudul: "Indonesie Vrij" (Indonesia Merdeka).
Pembelaan itu membebaskan Hatta dari tuduhan, karena membuka mata dunia akan cita-cita dan perjuangan suatu bangsa jajahan dalam meraih kemerdekaan, dikutip dari Mari News
EUR berusaha mengabadikan perjuangan dan pengabdian Hatta melalui pemajangan rekam jejaknya di kampus tersebut.
Gedung Hatta secara resmi dibuka pada 20 Februari 2017.
Gedung ini difungsikan sebagai asrama mahasiswa yang menampung hingga 372 kamar, baik untuk mahasiswa Belanda maupun internasional.
Keberadaan gedung ini sempat tidak diketahui banyak orang, termasuk pelajar setempat.
Pihak keluarga Bung Hatta bahkan baru memperoleh informasi mengenai bangunan ini pada tahun 2014 berkat alumni EUR, Kwik Kian Gie.
Lulus SMA,
sebelum melanjutkan kuliah ke Belanda, di mana Mohammad Hatta bersekolah.?
Perjalanan pendidikan sekolah menengahnya selama di tanah air cukup mengagumkan.
Selama di tempat kelahirannya Bukittinggi, Sumatra Barat, Hatta menyelesaikan sekolah rakyat tiga tahun yang dilanjutkan ke Eurepese Lagere School (sekolah khusus anak kulit putih).
Setelah itu, Hatta melanjutkan ke Meer Uitgebried Lagere Oderwijs (MULO) atau setingkat SMP, dikutip dari laman museum kepresidenan RI.
saat masuk ke jenjang setingkat SMA, Hatta diterima di Prins Hendrik School di Batavia alias Jakarta.
ini adalah sekolah tinggi dagang setelah lulus pendidikan setingkat SMP yang lamanya lima tahun.
"Prins Hendrik School, Sekolah Dagang Menengah 5 tahun. • dasarnya 3 tahun HBS dan di atas itu ada 2 tahun jurusan dagang. • Murid tamatan MULO diterima di kelas atau sering juga disebut kelas pertama bagian dagang."| Bung Hatta, dalam Mohammad Hatta Memoir.
SMA 1 Boedoet,
Sekolah tersebut masih berdiri sampai sekarang, menjadi SMA Negeri 1 Budi Utomo (Boedoet).
Gedung SMAN 1 ini didirikan sekitar tahun 1900, sebelum akhirnya dihentikan saat masa agresi militer Belanda 2 di Indonesia, dikutip laman pemerintah Kota Jakarta Pusat.
di Prins Hendrik School inilah Hatta lulus pada bulan Mei 1921, sebelum kemudian pergi ke Belanda untuk belajar di Nederland Handelshogeschool Rotterdam.
Perjalanan akademiknya di sini didanai dengan beasiswa dari pemerintah Belanda, tepatnya Van Deventer-Stichting.
selama kuliah di Belanda, Hatta mempelajari ilmu ekonomi, kemampuan dan gelar yang dia bawa hingga ke tanah air.
dalam buku biografinya, 'Berjuang dan Dibuang' Hatta menuliskan semua lika-liku kuliah hingga berorganisasi di sana.
hingga pada Juni 1932, Hatta lulus sebagai doktor bidang ekonomi bagian pertama dan sebulan kemudian lulus doktor bagian kedua.
"Aku gembira aku lulus doktoral bagian pertama," katanya. Meski tidak menempuh predikat cum laude, namun hal itu sangatlah membanggakannya,
Aku tidak mengharapkan predikat cum laude. • Apalagi karena studiku di sini lamanya hampir 11 tahun, sedangkan biasanya lamanya lima tahun."|Bung Hatta
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Sejarah,
| Penulis: W.J.B (tim)
| Sumber: Erasmus Magazine, buku biografi: 'Berjuang dan Dibuang' • Laman Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Mohammad Hatta Memoir,
| Penerbit: Kupang TIMES

