Menkeu RI Purbaya: "Saya DENGAR Penjual Tahu Tempe Tergerus Keuntungannya.!"

Edisi: 1.433
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: Bloomberg|Properti • Pengusaha Tahu Tempe

JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, dirinya mendapat informasi bahwa; pedagang tahu dan tempe di dalam negeri sudah tergerus keuntungannya, karena nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar AS.

Purbaya mengungkapkan, pelaku usaha tahu dan tempe saat ini menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya bahan baku impor.

"Saya dengar penjual tempe, penjual tahu, sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan baku masih impor."|Purbaya (Menkeu RI) saat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (06/06/26).

Purbaya mengatakan, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya produksi pengusaha yang masih bergantung pada bahan baku impor.

"yang jelas itu akan menaikkan cost of production mereka."|Purbaya (Menkeu RI)

dari situasi sulit tersebut, Purbaya memastikan stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu fokus pemerintah karena berdampak langsung terhadap biaya hidup masyarakat dan pelaku usaha kecil.

Pemerintah akan memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dengan Bank Indonesia demi menjaga nilai tukar rupiah.

"Kita akan meningkatkan koordinasi dengan bank sentral."|Purbaya (Menkeu RI)

Purbaya mengatakan, dengan koordinasi yang lebih erat, dirinya yakin, langkah koordinasi dengan BI mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ke depan.

"Kita akan mendukung bank sentral untuk memperkuat koordinasi supaya kebijakan makin sinkron,

Supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal juga lebih signifikan ke perekonomian,

tentu kalau kebijakan sudah menyatu sinergi penuh, itu harusnya rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah lagi, yang penting adalah kita melihat dampak ke masyarakat yang positif."|Purbaya (Menkeu RI)

Potret: KT|Properti • Menkeu RI Purbaya, saat di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (06/06/26) 

eks boss LPS itu, berharap, stabilitas nilai tukar rupiah dapat mengurangi tekanan terhadap pengeluaran rumah tangga.

"Kita akan melihat rupiah yang lebih stabil, sehingga pedagang tahu tempe dan ibu-ibu rumah tangga juga bisa merasakan harga yang lebih baik, 

dan juga tidak terbebani, beban hidupnya tidak lagi terbebani beban hidup yang terlalu signifikan."|Purbaya (Menkeu RI)

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Ekonomi, Perbankan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kemenkeu RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®