Edisi: 1.438
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Badan Gizi Nasional (BGN) memulai moratorium atau penghentian sementara dalam penambahan dapur baru, untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi anggaran program prioritas pemerintah, yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto ini.
Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang mengatakan, saat ini jumlah dapur yang telah beroperasi maupun dalam tahap persiapan, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan di sejumlah wilayah.
“Kalau kemudian setelah kita lihat ternyata kurang, baru kita buka lagi pendaftarannya,
Jadi kami bereskan dulu."|Nanik (Kepala BGN) dalam konferensi pers, yang digelar Kamis (5/6).
Nanik mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan sebaran dapur MBG yang belum merata.
saat ini, banyak dapur yang terkonsentrasi di kawasan aglomerasi, sementara daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) belum tersentuh secara optimal.
“Jujur sekarang yang menumpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh,
Jadi presiden pesannya kami harus ke 3T dulu."|Nanik (Kepala BGN)
Nanik mengungkapkan, selain moratorium, BGN akan memfokuskan penerima manfaat dari program MBG, pembenahan dapur eksisting, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dapur yang tidak memenuhi standar juga akan dihentikan untuk sementara.
efisiensi anggaran akan dilakukan lewat skema pendanaan alternatif, agar program tidak bergantung penuh pada APBN.
Pilihan yang tengah dikaji antara lain pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dana hibah, serta penggunaan fasilitas pendukung di luar SPPG.
“Kita juga tidak harus membangun dapur baru.. itu prinsipnya, kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah."|Nanik (Kepala BGN)
Nanik mengatakan, BGN menargetkan langkah itu akan memperluas jangkauan MBG di wilayah 3T tanpa menambah beban belanja negara, sekaligus memastikan kualitas layanan dan pemerataan penerima manfaat.
“Kami tidak mengejar kuantitas.. Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta target penerima."|Nanik (Kepala BGN)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum, Manajemen,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BGN,
| Penerbit: Kupang TIMES
