Edisi: 1.433
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Keadaan Ekonomi Indonesia yang semakin sulit, memaksa Pemerintah untuk berpikir lebih keras untuk mengatasi kesulitan Ekonomi Negara.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan melakukan kunjungan ke China dan Inggris pada pertengahan Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempromosikan instrumen surat utang Indonesia kepada investor global.
Purbaya mengatakan, dirinya segera bertolak ke China pada 16 Juni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkenalkan rencana penerbitan surat utang global berdenominasi yuan atau Panda Bond kepada investor.
“minggu depan saya akan ke China.. tanggal 16 (Juni) ke China untuk promosi Panda Bond."|Purbaya (Menkeu RI) dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Jum'at (05/06/26).
usai dari China, Purbaya akan melanjutkan lawatan ke Inggris.
di Inggris, eks boss LPS itu, bertemu investor dan menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
“untuk meyakinkan bahwa memang kita menjalankan kebijakan ekonomi yang baik."|Purbaya (Menkeu RI)
Purbaya menjelaskan, rangkaian kunjungan tersebut, menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas basis investor.
langkah tersebut, mendukung strategi diversifikasi sumber pembiayaan negara melalui penerbitan surat utang.
cukup tahu • sebelumnya, Purbaya menargetkan penerbitan Panda Bond dapat direalisasikan pada Juni 2026.
Purbaya mengatakan, dirinya telah menerima laporan dari Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto terkait persiapan penerbitan instrumen tersebut.
Penerbitan Panda Bond menjadi salah satu strategi diversifikasi pembiayaan.
Strategi tersebut ditempuh agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN tidak bergantung pada satu sumber pendanaan tertentu.
Bank Indonesia atau BI sebelumnya menyatakan mendukung penerbitan instrumen keuangan berdenominasi renminbi.
Instrumen tersebut mencakup Panda Bond dan Dim Sum Bond oleh pemerintah Indonesia.
Dukungan itu diberikan untuk mendorong pendalaman pasar valuta asing atau valas domestik.
Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta bulan lalu mengatakan, penerbitan Panda Bond dapat menjadi alternatif penempatan renminbi.
Thomas menjelaskan, instrumen tersebut dapat memperkuat likuiditas mata uang China di pasar domestik.
BI juga memanfaatkan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia atau SRBI.
dan BI turut mendukung penyediaan Surat Berharga Negara atau SBN di pasar offshore sebagai alternatif penempatan likuiditas rupiah di pasar luar negeri.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Perbankan, Bisnis,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemenkeu RI, BI,
| Penerbit: Kupang TIMES
