Edisi: 1.409
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel
Ringkasan Berita:
• Film dokumenter Pesta Babi karya Dandhy Laksono viral setelah acara nobarnya di beberapa daerah, termasuk Universitas Mataram dan Ternate Tengah, dibubarkan aparat secara paksa.
• Film ini menyoroti masyarakat adat Papua Selatan yang kehilangan tanah akibat proyek perkebunan besar serta dugaan militerisasi dalam pengamanan investasi di wilayah tersebut.
• Judul Pesta Babi diambil dari tradisi budaya Muyu sebagai simbol identitas adat, sementara pembubarannya menuai kritik karena dianggap menghambat ruang diskusi dan ekspresi seni.
KUPANG TIMES - Film Dokumenter 'Pesta Babi' menjadi sorotan publik, saat kegiatan nonton bareng (nobar) film tersebut di sejumlah daerah dilaporkan dibubarkan secara paksa oleh aparat TNI hingga pihak universitas.
setidaknya ada dua lokasi pembubaran nobar yang ramai diperbincangkan, antara lain: Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan di kawasan Ternate Tengah, Maluku Utara.
Film tersebut disutradarai oleh Dandhy Laksono yang telah dikenal lewat berbagai film dokumenter bertema isu sosial, lingkungan, hingga politik di Indonesia.
lalu, seperti apa sinopsis film Pesta Babi.?
Isu apa yang menjadi sorotan utama dalam dokumenter tersebut hingga aktivitas nobarnya berujung pembubaran.?
Table of Content:
1. Sinopsis Film Pesta Babi
2. Makna Judul Pesta Babi
3. Kerja Sama dengan Banyak Organisasi
1. Sinopsis Film Pesta Babi,
Pesta Babi merupakan dokumenter investigatif berlatar di wilayah Papua Selatan.
Film tersebut menceritakan tentang kehidupan masyarakat adat, seperti: suku Marind • Awyu • Yei • dan Muyu yang kehilangan tanah dan ruang hidup akibat ekspansi proyek perkebunan tebu, sawit, hingga food estate.
Film Dokumenter ini menggambarkan bagaimana hutan-hutan adat dibuka untuk proyek bioetanol dan ketahanan pangan dalam skala besar.
di sisi lain, hal tersebut membuat masyarakat lokal merasa tersingkir dari tanah leluhur mereka sendiri.
oleh karena itu, mereka memasang “salib merah” sebagai simbol penolakan terhadap perusahaan dan penguasaan lahan.
dengan durasi sekitar 95 menit, Film Pesta Babi menyoroti dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek-proyek investasi yang berlangsung di kawasan tersebut.
2. Makna Judul Pesta Babi,
sementara itu, judul Pesta Babi sendiri diambil dari tradisi budaya masyarakat Muyu bernama Awon Atatbon, yakni: sebuah ritual adat besar yang melibatkan babi sebagai simbol sosial dan budaya.
tradisi tersebut sangat bergantung pada keberlangsungan hutan dan alam Papua.
oleh karena itu, bisa dikatakan film ini menggunakan istilah “Pesta Babi” sebagai metafora untuk menunjukkan bahwa kerusakan hutan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga identitas budaya dari masyarakat adat.
3. Kerja Sama dengan Banyak Organisasi,
salah satu alasan nobar film ini dibubarkan adalah karena judulnya dinilai provokatif.
Namun, anggota Fraksi PDI-P DPR-RI, TB Hasanuddin, menegaskan, penilaian terhadap sebuah film seharusnya disikapi lewat diskusi dan argumentasi, bukan pembubaran kegiatan.
“Kalau ada pihak yang menilai isi film tidak tepat atau provokatif, maka seharusnya dibantah dengan data, klarifikasi, dan argumentasi, bukan dengan pembubaran kegiatan."|TB Hasanuddin (Legislator RI), Senin (11/05/26).
sementara itu, meski dinilai meresahkan, film ini bekerja sama dengan berbagai organisasi dan komunitas, mulai dari Greenpeace Indonesia, WatchDoc, hingga LBH Papua Merauke.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Sosial, Politik, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Dandhy Laksono,
| Penerbit: Kupang TIMES
