Delegasi AS Buang semua Barang Pemberian dari China Usai Kunjungan Kenegaraan: 'Cegah Spionase China.'

Edisi: 1.414
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KH|Properti

BEIJING, KUPANG TIMES - cegah Spionase China, Delegasi Amerika Serikat membuang semua barang dari China sebelum naik pesawat Air Force One, usai melakukan kunjungan kenegaraan.

hal tersebut disampaikan oleh Koresponden New York Post untuk Gedung Putih, Emily Goodin, dalam unggahan di akun X miliknya.

Emily merupakan salah satu dari sekian Jurnalis yang mengikuti kunjungan kenegaraan Presiden AS, Donald Trump ke Beijing, China, Rabu (13/05/26) hingga Jum'at (15/05/26).

Emily mengungkapkan, semua barang yang diberikan oleh pejabat China selama kunjungan kenegaraan langsung dibuang oleh staf AS dan Pers yang ikut dalam rombongan sebelum naik ke Pesawat Air Force One.

"sama sekali tidak boleh ada barang dari China yang dibawa ke dalam pesawat."|pesan staff Keamanan Presiden AS saat delegasi meninggalkan Beijing, Jum'at (15/05/26) 

para delegasi AS langsung mengumpulkan dan membuang semua benda yang diberikan oleh pihak China, sebagaimana dilansir NDTV.

"Semuanya dikumpulkan sebelum kami naik ke Air Force One dan langsung dibuang ke tempat sampah di dekat tangga pesawat, 

tidak ada barang dari China yang boleh masuk ke pesawat."|Goodin (Jurnalis) 

Tim Pers Gedung Putih membenarkan laporan tersebut. 

barang-barang yang dikumpulkan lalu dibuang, antara lain: kartu pers, ponsel sekali pakai yang dibagikan kepada staf Gedung Putih, serta pin delegasi.

di satu sisi, Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping terlihat menunjukkan sikap ramah di depan kamera selama kunjungan berlangsung.

akan tetapi, hubungan antara tim pers dan tim keamanan AS dan tim China di balik layar jauh lebih tegang selama pertemuan yang penuh pertaruhan tersebut.

Paspampres AS dihadang di Kuil, 

pada satu momen selama pertemuan Trump dan Xi di Temple of Heaven atau Kuil Surga, seorang agen Secret Service alias Paspampres AS yang mendampingi tim pers sempat dilarang memasuki area kuil tersebut, karena membawa senjata api. 

Padahal, membawa senjata adalah prosedur standar di bawah protokol keamanan Presiden AS.

Ketegangan sempat memuncak, saat keberangkatan. 

Pejabat China awalnya melarang tim pers AS untuk bergabung dengan iring-iringan mobil kepresidenan. 

Staf kepresidenan AS yang ikut bersama rombongan pers akhirnya harus memaksa masuk menerobos penjagaan keamanan China, agar para Jurnalis bisa lewat.

hal tersebut dilaporkan oleh media AS, The Hill, mengutip para Jurnalis yang berada di lokasi.


Bukan Pertama Kali, 

Gesekan seperti ini bukan pertama kali terjadi dalam kunjungan Presiden AS ke China.

mantan Presiden AS, Barack Obama melawat ke Hangzhou pada 2016 untuk KTT G20, staf AS dan China sempat terlibat adu mulut yang sengit.

mereka berdebat terkait berapa banyak warga Amerika Serikat yang diizinkan mendampingi Obama masuk ke ruang pertemuan dengan Xi, dikutip dari The New York Times.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Keamanan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: New York Post, NDTV, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®