Edisi: 1.391
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Airlangga menilai pelemahan rupiah merupakan dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah.'
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai IDR 17.300 per-USD pada perdagangan Kamis (23/04/26).
Airlangga mengatakan, menjaga stabilitas nilai tukar merupakan tanggung jawab Bank Indonesia.
Namun, Airlangga menilai, pelemahan IDR juga dampak dari konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang terjadi di Timur Tengah.
"Nanti kita monitor saja [pergerakan nilai tukar rupiah] karena ini kan enggak bisa kita setiap hari reaktif. Itu BI tugasnya menjaga (nilai tukar rupiah)."|Airlangga (Menko Perekonomian RI) saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kamis (23/04/26).
Politikus Golkar itu, mengatakan, konflik antara Amerika Serikat dan Iran memberikan tekanan terhadap nilai tukar, tidak hanya rupiah namun banyak mata uang negara-negara lain.
Sebab, konflik tersebut menyulut terhambatnya pasokan distribusi energi global akibat penutupan Selat Hormuz.
"Ya kan itu gejolak, gejolak global juga.!
Karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak."|Airlangga (Menko Perekonomian RI)
cukup tahu • sebelumnya Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, Bank Indonesia akan mengambil langkah penguatan intervensi di pasar valuta asing guna menekan pelemahan rupiah.
langkah intervensi dilakukan baik di pasar non-deliverable forward (NDF) luar negeri (offshore) maupun melalui transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar dalam negeri.
"Upaya ini menjadi bagian dari strategi terpadu BI dalam meredam tekanan eksternal terhadap Rupiah."|Perry (Gubernur BI) dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Rabu (22/04/26).
Perry mengatakan, selain itu, BI memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter untuk meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing.
Kebijakan tersebut, diharapkan, mampu mendorong aliran modal masuk sekaligus menopang stabilitas pasar keuangan domestik.
di sisi lain, kebijakan transaksi pasar valas turut diperkuat melalui sejumlah penyesuaian.
BI meningkatkan threshold tunai pembelian valas terhadap Rupiah, menaikkan batas transaksi jual DNDF/forward, serta memperbesar threshold transaksi swap baik beli maupun jual.
Kebijakan tersebut mulai berlaku pada April 2026.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Keuangan, Ekonomi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BI, Kemenko Perekonomian RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
