Menteri Pertahanan RI, Sjafrie dan Menteri Perang AS, Pete Hegseth SEPAKAT Perkuat Kemitraan Pertahanan Strategis.!

Edisi: 1.380
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: Kemenhan RI|Properti

VIRGINIA, KUPANG TIMES - 'Hegseth maupun Sjafrie menyebut kemitraan ini sebagai "garis awal" bagi babak baru kerja sama pertahanan kedua negara.'

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Menteri Perang Amerika Serikat, Pete Hegseth di Pentagon, Senin (13/04/26). 

dalam pertemuan itu, keduanya mengumumkan pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama (Major Defense Cooperation Partnership /MDCP) antara kedua negara, untuk memperkuat kerja sama dan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

Pidato di Pentagon, 

dilansir dari laman resmi Departemen Perang AS, Pete Hegseth mengatakan, kunjungan Menhan RI, Sjafrie menunjukkan pentingnya hubungan keamanan yang terus berkembang antara kedua negara.

Kunjungan anda menunjukkan pentingnya hubungan keamanan kita yang semakin berkembang, 

Kemitraan ini menandakan kekuatan dan potensi hubungan keamanan kita, memperkuat pencegahan konflik regional, dan memajukan komitmen bersama kita terhadap perdamaian melalui kekuatan."|Hegseth (Menteri Perang AS) kepada Sjamsoeddin.

Pete mengatakan, kedua negara telah melaksanakan lebih dari 170 latihan militer bersama setiap tahunnya. 

kemitraan baru ini akan memperkuat daya tangkal kawasan dan komitmen bersama terhadap perdamaian. 

Sjafrie Sjamsoeddin menyambut positif kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan pertahanan dengan AS.

hari ini, kami hadir sebagai delegasi Indonesia dengan antusiasme yang sangat besar untuk terus mengembangkan hubungan pertahanan kita, yang harus bertahan untuk generasi mendatang di Indonesia dan Amerika Serikat."|Sjafrie (Menhan RI) 

Sjafrie mengatakan, kerja sama ini didasarkan pada prinsip saling menghormati dan saling menguntungkan. 

Kami bekerja atas dasar saling menghormati dan saling menguntungkan untuk meningkatkan nilai kepentingan nasional kami."|Sjafrie (Menhan RI) 


Tiga Pilar Utama Kemitraan, 

Kemitraan Pertahanan tersebut, dibangun di atas 3 (tiga) pilar utama, antara lain: penguatan organisasi dan kapasitas militer, pelatihan serta pendidikan militer profesional, dan peningkatan kerja sama operasional serta latihan bersama. 

dalam implementasinya, kedua negara juga akan mengeksplorasi berbagai inisiatif teknologi pertahanan mutakhir, termasuk pengembangan bersama kemampuan asimetris, teknologi generasi berikutnya di bidang maritim dan sistem otonom, serta kerja sama pemeliharaan dan perbaikan alat utama sistem persenjataan untuk meningkatkan kesiapan operasional.

selain itu, pelatihan pasukan khusus gabungan akan diperluas guna mempererat hubungan militer kedua negara.

Perluasan Latihan dan Operasi Bersama, 

dalam pernyataan terpisah, Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell mengatakan, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama operasional, modernisasi pertahanan, serta interoperabilitas. 

Kedua pihak berkomitmen memperluas cakupan dan kompleksitas latihan militer, termasuk latihan gabungan seperti Super Garuda Shield, untuk memperkuat kemampuan kolektif. 

selain itu, AS memuji peran aktif Indonesia dalam berbagai inisiatif keamanan internasional, termasuk partisipasi dalam Board of Peace (BoP) dan peran dalam International Stabilization Force (ISF).

Hegseth juga mengapresiasi bantuan Indonesia dalam upaya pencarian dan pemulangan jenazah prajurit AS yang gugur pada Perang Dunia II. 

Saya menghargai dukungan berkelanjutan Anda dalam membantu Amerika Serikat menemukan, memulangkan, dan melindungi jenazah prajurit kami yang bertempur bersama orang Indonesia selama Perang Dunia II."|Hegseth (Menteri Perang AS)

Pete mengatakan, kesepakatan ini akan memungkinkan upaya lanjutan melalui lembaga Defense POW/MIA Accounting Agency. 

Mari kita sambut bab berikutnya dan misi baru kita bersama untuk negara-negara besar kita."|Hegseth (Menteri Perang AS)


cukup tahu • Hegseth dan Sjafrie sepakat mengatakan, kemitraan ini sebagai titik awal menuju misi baru bersama.

Adapun hubungan diplomatik AS dan Indonesia telah terjalin lebih dari 75 tahun, dimulai sejak 1949 setelah Indonesia meraih kemerdekaan dari Belanda.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Militer, Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Department of War USA, Kemenhan RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®