JUJUR Ke Rakyatnya, Menlu Singapura, Vivian Balakrishnan: "Ekonomi Bisa Memburuk KARENA Perang di Iran.!"

Edisi: 1.378
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BM|Properti

SINGAPORE, KUPANG TIMES - Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, berusaha berbicara jujur kepada rakyatnya dengan memperingatkan dampak ekonomi dari perang di Iran bisa lebih buruk dari saat ini. 

Vivian mengatakan, saat ini pasar saham dan komoditas belum sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan terburuk.

di sisi lain, penutupan efektif Selat Hormuz telah mengganggu jalur penting pengiriman minyak dan gas ke Asia. 

Kondisi tersebut memaksa negara-negara mencari pasokan alternatif dan mendorong kenaikan harga energi. 

cukup tahu • seperlima pasokan LNG dunia melewati Selat Hormuz. 

Pemerintah dari berbagai negara mulai memperingatkan kondisi ke depan akan semakin menantang, seiring kenaikan biaya impor energi yang berpotensi mendorong inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi.

Singapura termasuk negara yang sangat rentan terhadap kondisi tersebut, karena hampir seluruh kebutuhan energinya berasal dari impor, dan lebih dari 90% listriknya bergantung pada gas alam.

"Kami berusaha jujur kepada masyarakat bahwa situasi ini serius dan bisa memburuk,

Kita semua perlu memasang sabuk pengaman."|Vivian (Menlu Singapore) dalam interview Bloomberg Television, Selasa (07/04/26).

Vivian berharap, tenggat waktu yang diberikan Presiden AS, Donald Trump kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz dan berbagai ancaman di dalamnya menjadi pengingat serius bagi semua pihak bahwa ekonomi bisa lebih jatuh lagi ke depannya.

saya sudah berhenti mencoba membaca arah prediksi pasar,

saya cukup yakin pasar belum sepenuhnya memperhitungkan skenario terburuk."|Vivian (Menlu Singapore)

Vivian mengatakan, pasar global masih bergerak tidak menentu akibat berbagai pernyataan yang saling bertentangan terkait perang di Iran. 

pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang berakhirnya tenggat waktu dari Trump.

sejak konflik global dimulai pada akhir Februari, saham global tercatat turun lebih dari 5%, sementara harga minyak melonjak tajam. 

bahkan Dollar AS yang biasanya menjadi aset aman saat ketidakpastian geopolitik justru melemah setelah sempat mencapai level tertinggi pada 2026.

seperti banyak pejabat di Asia, mempertanyakan perlukah aksi militer AS di Iran.? 

Vivian menyinggung dan menilai, China terlihat tidak berupaya memanfaatkan situasi tersebut.

China bersikap stabil, hati-hati, dan terukur,

mereka fokus pada ekonomi domestiknya dan tidak mencoba mengambil keuntungan dari situasi yang memperburuk kondisi global."|Vivian (Menlu Singapore)

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Ekonomi, Migas, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Bloomberg, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®