Edisi: 1.369
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - sering dianggap dinosaurus, Mosasaurus sebenarnya merupakan reptil laut raksasa yang hidup pada akhir Periode Kapur.
Predator ini dikenal sebagai salah satu penguasa lautan purba dengan rahang kuat dan gigi tajam.
lalu, seperti apa sebenarnya Mosasaurus dan mengapa dikira dinosaurus.?
Ketika membahas monster pra-sejarah, banyak orang membayangkan dinosaurus di darat.
Namun, lautan purba juga dihuni predator ganas seperti Mosasaurus, reptil laut raksasa yang hidup pada Kapur Akhir sekitar 70–66 juta tahun lalu.
dilansir dari A-Z Animals, nama Mosasaurus berarti 'Kadal Sungai Meuse,' merujuk pada lokasi penemuan fosil pertamanya di kawasan Sungai Meuse, Eropa.
walau hidup sezaman dengan dinosaurus, Mosasaurus bukanlah dinosaurus laut.
Hewan ini lebih dekat kekerabatannya dengan reptil bersisik modern seperti ular dan kadal.
tubuhnya panjang dengan ekor kuat berbentuk bulan sabit yang membantu berenang cepat dan efisien saat mengejar mangsa.
sebagian besar spesies Mosasaurus memiliki ukuran yang sangat besar.
misalnya: Mosasaurus hoffmannii merupakan salah satu yang terbesar, dengan Panjang diperkirakan sekitar 12–13 meter, bahkan berdasarkan catatan A-Z Animals, Mosasaurus bisa mencapai lebih dari 17 meter.
Beratnya bisa melampaui satu ton, menjadikannya salah satu predator laut terbesar pada masanya.
secara fisik, bentuk tubuh Mosasaurus sekilas menyerupai paus modern.
Mosasaurus memiliki sirip depan dan belakang berbentuk dayung yang digunakan untuk bermanuver di air.
Kepalanya besar dengan rahang yang sangat kuat.
Rahang tersebut memiliki sekitar 40–50 gigi panjang dan tajam berbentuk kerucut, cocok untuk mencengkeram mangsa licin di dalam air.
Struktur rahangnya yang fleksibel memungkinkan Mosasaurus membuka mulut sangat lebar dan menelan mangsa dalam ukuran besar.
Sebagai predator puncak, Mosasaurus memakan hampir semua hewan laut yang bisa ditangkap.
Makanannya antara lain: ikan besar, cumi-cumi, ammonoid, burung laut, hingga reptil laut lain yang lebih kecil.
bahkan, beberapa bukti fosil menunjukkan kemungkinan kanibalisme, di mana Mosasaurus besar memangsa individu yang lebih kecil.
Berbeda dari hiu yang menggigit mangsa menjadi potongan kecil, Mosasaurus cenderung menusuk mangsanya dengan gigi tajam lalu menelannya utuh.
Strategi berburunya membuat Mosasaurus menjadi predator yang sangat efisien di ekosistem laut Kapur Akhir.
Mosasaurus hidup di perairan laut hangat dan relatif dalam pada masa Kapur Akhir.
Berdasarkan temuan fosil, reptil ini tersebar luas di berbagai wilayah dunia, termasuk Amerika, Eropa, Afrika, Asia, hingga Antartika.
Persebaran yang luas ini menunjukkan bahwa; Mosasaurus mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim, mulai dari tropis hingga sedang.
para ilmuwan paleontologi, memperkirakan, Mosasaurus lebih sering hidup di laut dangkal dekat pantai, tempat mangsa melimpah.
Wilayah tersebut dulunya merupakan jalur laut besar yang menghubungkan berbagai benua pada periode Kapur.
Karena ukurannya yang sangat besar, Mosasaurus hampir tidak memiliki predator alami.
Namun, Mosasaurus kemungkinan bersaing dengan reptil laut besar lainnya, seperti: Tylosaurus dan Prognathodon yang hidup pada periode yang sama.
Persaingan memperebutkan mangsa kemungkinan cukup ketat di ekosistem laut saat itu.
Selain itu, perubahan lingkungan dan bencana alam juga dapat memengaruhi kelangsungan hidup mereka, terutama menjelang akhir periode Kapur.
Fosil Mosasaurus pertama ditemukan pada tahun 1764 di sebuah tambang kapur di Belanda.
awalnya, tengkorak yang ditemukan sempat disalahartikan sebagai fosil paus.
Penemuan berikutnya pada tahun 1780 membuat para ilmuwan menyadari bahwa; fosil tersebut berasal dari reptil laut raksasa.
pada tahun 1822, hewan ini resmi diberi nama Mosasaurus, merujuk pada lokasi penemuan awalnya di Maastricht.
sejak saat itu, berbagai fosil Mosasaurus ditemukan di banyak wilayah dunia.
temuan-temuan tersebut membantu ilmuwan memahami bentuk tubuh, cara hidup, hingga peran Mosasaurus sebagai predator puncak di laut prasejarah.
Mosasaurus punah sekitar 66 juta tahun lalu, bersamaan dengan dinosaurus non-unggas lainnya.
Kepunahan ini berkaitan dengan peristiwa benturan asteroid besar yang memicu perubahan iklim global dan merusak rantai makanan laut.
Runtuhnya ekosistem laut, menyebabkan Mosasaurus tidak dapat bertahan hidup.
meski telah lama punah, Mosasaurus tetap dikenal sebagai salah satu predator laut paling ikonik dalam sejarah Bumi, bahkan menjadi inspirasi dalam pembuatan film waralaba Jurassic World produksi Universal Studio.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Paleontologi, Sejarah,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: A-Z Animals, NatGeo,
| Penerbit: Kupang TIMES


