Edisi: 1.389
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menerima Kunjungan Kerja Komisi X DPR-RI, Rabu (22/04/26).
“Kami akui, kondisi pendidikan di banyak wilayah masih belum memenuhi standar,
akses sekolah, sarana prasarana, hingga biaya pendidikan tinggi masih menjadi kendala utama.”|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan hal tersebut, dalam diskusi bersama Komisi X DPR-RI di Ruang Rapat Gubernur, Rabu (22/04/26).
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis terkait pendidikan dasar dan menengah, kebudayaan, pemuda dan olahraga, serta perpustakaan di Prov NTT.
dalam kesempatan itu, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengungkapkan sejumlah persoalan mendasar pembangunan daerah, mulai dari ketimpangan akses dan kualitas pendidikan, kondisi infrastruktur perpustakaan, hingga persoalan validitas data kemiskinan.
eks Legislator RI itu, menegaskan, karakteristik NTT sebagai provinsi kepulauan menjadi tantangan utama dalam pemerataan layanan pendidikan.
“Posisi geografis kita membuat pemerataan pendidikan menjadi tidak mudah,
ini menjadi tantangan serius yang belum sepenuhnya teratasi."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena menekankan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak boleh sekadar dilihat sebagai capaian angka statistik, tetapi harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan sampai IPM hanya menjadi angka,
yang kita kejar adalah kualitas manusia yang benar-benar meningkat."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
selain sektor pendidikan, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena menyoroti kondisi perpustakaan daerah yang dinilai memprihatinkan.
Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengungkapkan, gedung perpustakaan provinsi mengalami kerusakan berulang meskipun telah beberapa kali direnovasi.
Politikus Golkar itu meminta dukungan Komisi X DPR-RI untuk pembangunan gedung perpustakaan yang lebih layak dan representatif, mengingat tingginya minat baca masyarakat Prov NTT.
Perpustakaan memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi serta menjadi jembatan akses masyarakat terhadap pengetahuan dan pengembangan potensi daerah.
di bidang kebudayaan, Pemerintah Prov NTT sedang mendorong revitalisasi museum daerah serta penguatan pelestarian budaya sebagai bagian dari penggerak ekonomi.
Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengungkapkan, rencana penelusuran dan pengembalian artefak budaya Prov NTT yang saat ini berada di luar negeri, termasuk di Belanda.
“Kami ingin memastikan artefak budaya NTT dapat kembali dan menjadi bagian dari identitas serta kekuatan ekonomi daerah."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
selain itu, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena menyoroti persoalan validitas data kemiskinan yang dinilai masih bermasalah dan berpotensi mengganggu efektivitas program bantuan sosial.
“Kami menemukan adanya data yang tidak akurat. Bahkan ada yang bertahun-tahun tercatat sebagai penerima bantuan.. ini harus dibenahi."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)
Komisi X DPR-RI,
sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR-RI sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, H. Lalu Hardian Irfani, mengatakan, Prov NTT masih menghadapi tantangan besar dalam pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Irfani menjelaskan, meskipun terdapat tren perbaikan, kesenjangan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil, terutama di kawasan kepulauan seperti Sumba, masih cukup signifikan.
berdasarkan data tahun 2025, Harapan Lama Sekolah (HLS) di NTT mencapai 13,34 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas baru mencapai 8,22 tahun, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 9,07 tahun.
“artinya: secara rata-rata, anak-anak di NTT kehilangan hampir satu tahun masa belajar dibandingkan daerah lain."|Irfani (Waket Komisi X DPR-RI)
di bidang literasi, Irfani mengungkapkan, adanya kondisi yang cukup unik.
berdasarkan survei Perpustakaan Nasional tahun 2025, NTT mencatatkan skor Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tertinggi di Indonesia, yakni: 62,05.
Namun di sisi lain, kemampuan literasi dasar masih menjadi tantangan.
lebih dari 25% siswa SMA di Prov NTT berada dalam kategori literasi rendah, dan hanya sekitar 24,7% sekolah yang tergolong baik dalam pengelolaan literasi.
Komisi X DPR-RI menyatakan, pentingnya kunjungan kerja ini untuk mengawal berbagai isu strategis, seperti: pelaksanaan revitalisasi sekolah, evaluasi transfer Dana Alokasi Khusus (DAK), kesiapan implementasi putusan Mahkamah Konstitusi terkait pendidikan dasar tanpa biaya, serta evaluasi sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
selain itu, perhatian juga diberikan pada sektor kebudayaan, riset dan inovasi, statistik, serta pemuda dan olahraga.
terkait olahraga, Komisi X DPR RI menegaskan komitmennya untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di NTT secara menyeluruh.
“Setidaknya ada enam aspek yang harus dipastikan: sukses administrasi, penyelenggaraan, prestasi, pemberdayaan ekonomi, memasyarakatkan olahraga, dan sukses pasca-event."|Irfani (Waket Komisi X DPR-RI)
Wagub Prov NTT,
Wakil Gubernur Prov NTT, Johanis Asadoma dalam kesempatan yang sama memberikan apresiasi atas kunjungan Komisi X DPR RI dan berharap adanya dukungan konkret bagi pembangunan pendidikan di Prov NTT.
Wagub Prov NTT, Johni menyoroti dua persoalan utama, yaitu: keterbatasan sarana prasarana pendidikan di berbagai daerah serta persoalan kesejahteraan guru, khususnya PPPK paruh waktu yang masih berada di bawah standar.
selain itu, Wagub Prov NTT, Johni meminta dukungan percepatan penerbitan keputusan pemerintah pusat terkait pelaksanaan PON 2028 NTT-NTB.
cukup tahu • dalam pertemuan tersebut, turut dilakukan penyerahan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Pendidikan Tahun Anggaran 2026 untuk Provinsi NTT sebesar Rp1.064.792.206.000.
Kunjungan Kerja tersebut dihadiri sejumlah anggota Komisi X DPR-RI, antara lain: Himmatul Aliyah • Ashraff Abu • Juliyatmono • Ruby Chairani Syiffadia • Andi Muawiyah Ramly • Ledia Hanifa • Muhammad Hoerudin Amin • dan Anita Jacoba Gah.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Birokrasi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Sekwan DPR-RI, Humas Pemprov NTT,
| Penerbit: Kupang TIMES




