Edisi: 1.384
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
TEHERAN, KUPANG TIMES - Iran akhirnya membuka penuh Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal tanker komersial, sebuah langkah strategis yang langsung mengguncang pasar energi global dan memicu penurunan tajam harga minyak, usai Israel dan Lebanon capai kesepakatan gencatan senjata, Jum'at (17/04/26)
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, Selat Hormuz terbuka untuk semua kapal komersial selama periode gencatan senjata tersebut.
“sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata, pada rute terkoordinasi seperti yang telah diumumkan oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Republik Islam Iran."|Araghchi (Menlu Iran) di X dilansir CNN, Jum'at (17/04/26).
Gencatan senjata Israel-Lebanon,
sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon.
dikutip dari Aljazeera English, Jum'at (17/04/26), gencatan senjata mulai berlaku Jum'at dini hari waktu setempat, setelah sekitar enam minggu pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hizbullah di Lebanon selatan.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, negaranya menyetujui gencatan senjata untuk “memajukan” upaya perdamaian.
meski demikian, Benjamin Netanyahu menegaskan, militer Israel tetap tidak akan mundur dari wilayah yang telah dikuasai.
“itulah posisi kami saat ini, dan kami tidak akan pergi."|Benjamin Netanyahu (PM Israel) dikutip Associated Press (AP).
Departemen Luar Negeri AS mengatakan, Israel tetap memiliki hak untuk membela diri 'kapan saja terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung.'
Namun di luar itu, Israel disebut 'tidak akan melakukan operasi militer ofensif terhadap target Lebanon, termasuk target sipil, militer, dan negara lainnya.'
Formulasi tersebut menunjukkan bahwa; Israel masih memiliki ruang untuk melakukan serangan, seperti yang terjadi pada gencatan senjata sebelumnya.
Hizbullah memperingatkan, akan membalas setiap serangan militer Israel, yang berpotensi mengancam stabilitas kesepakatan.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: AP, Aljazeera English,
| Penerbit: Kupang TIMES
