Edisi: 1.365
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
Ringkasan Berita:
• Setelah sempat lumpuh akibat jembatan Asam Tiga yang amblas di Kilometer 38 Jalan Timor Raya pada Kamis (26/03/26), akses dan aktivitas transportasi dari Kupang ke Kabupaten lainnya di daratan Pulau Timor, kembali normal.
• Jalan alternatif yang dibangun di sisi jembatan rusak resmi dibuka dan mulai difungsikan Sabtu (28/03/26) malam.
• Minggu (29/03/26) kendaraan baik roda dua maupun roda empat mulai terlihat melintas di jalur alternatif tersebut, baik dari arah Kupang maupun sebaliknya.
KUPANG TIMES - setelah sempat lumpuh akibat jembatan Asam Tiga yang ambruk di Kilometer 36 Jalan Timor Raya, Kamis (26/03/26), akses transportasi dari Kupang ke Kabupaten lainnya di daratan Pulau Timor, kini kembali beroperasi.
Jalur alternatif yang dibangun di sisi jembatan ambruk resmi dibuka dan mulai difungsikan, Sabtu (28/03/26) malam.
sejumlah kendaraan baik itu roda dua maupun roda empat terlihat mulai melewati di jalur alternatif tersebut, baik dari arah Kupang maupun sebaliknya.
Pembukaan jalur alternatif tersebut, menjadi kabar baik bagi masyarakat dan pengendara yang sebelumnya harus menghadapi kemacetan panjang hingga lebih dari satu kilometer, dan terpaksa bermalam di lokasi, karena tidak bisa melintas.
bahkan sejumlah warga terpaksa berjalan kaki dan menenteng barang dagangan dengan melintasi area sekitar jembatan dengan penuh risiko.
Uji Coba,
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto mengatakan, jalur alternatif tersebut telah melalui uji coba, sebelum akhirnya dibuka untuk umum.
“Kita sudah lakukan uji coba jalur alternatif untuk dari Soe ke Kupang akibat bencana jembatan Oelamasi,
Jalur sementara ini kita harapkan dapat berfungsi dengan baik, sehingga lalu lintas bisa kembali berjalan lancar."|Janto (Kepala BPJN NTT)
Janto menjelaskan, sejak kejadian jembatan ambruk, pihaknya bergerak cepat dengan menurunkan sejumlah alat berat untuk membuka akses darurat di sisi jembatan.
dalam beberapa hari terakhir, pekerjaan dilakukan secara intensif, termasuk perataan badan jalan serta pemasangan gorong-gorong untuk mendukung konstruksi jalan sementara.
meski telah dibuka, jalur ini tetap akan terus diawasi secara berkala.
ini penting, mengingat kondisi jalan masih bersifat sementara dan rentan mengalami kerusakan, terutama jika dilalui kendaraan bertonase besar.
“Ke depan kami akan terus monitor kondisi jalan ini,
Kalau ada kerusakan, kami akan segera perbaiki supaya tidak mengganggu kendaraan yang lewat."|Janto (Kepala BPJN NTT)
Janto mengatakan, sementara itu, BPJN NTT sedang menyiapkan langkah jangka panjang berupa: pembangunan jembatan permanen sebagai pengganti jembatan yang amblas.
saat ini, prosesnya masih dalam tahap survei dan pengumpulan data lapangan.
“selama jembatan permanen belum dibangun, kami harapkan jalan sementara ini bisa digunakan masyarakat untuk kelancaran arus lalu lintas."|Janto (Kepala BPJN NTT)
untuk menjaga kondisi jalan alternatif tetap aman dilalui, diberlakukan pembatasan kendaraan dengan tonase maksimal 7,5 Ton.
Kebijakan tersebut, berdasarkan arahan dari Dinas Perhubungan Darat dan Satlantas Polres Kupang, untuk menghindari kerusakan pada jalan sementara dan mencegah hal hal yang tidak dinginkan terjadi.
“saat ini kendaraan yang boleh melintas maksimal 7,5 ton ke bawah, karena ini masih jalan sementara."|Janto (Kepala BPJN NTT)
Warga Antusias,
di sisi lain, warga menyambut baik dibukanya jalur tersebut.
seorang pengemudi sepeda motor, RN (37th) mengungkapkan, perjalanan lintas Timor tidak sulit lagi.
“beta mau ke Takari dari kemarin tidak jadi, karena jalan macet.!
sakarang sudah bisa lewat, sonde macet lai."|RN (Pengendara)
hal serupa diungkapkan pengemudi mobil rental, GM (50th) mengungkapkan, mobilnya terjebak macet panjang, akibat ambruknya jembatan tersebut.
“Kamis malam, beta bawa mobil menuju Kupang terjebak macet,
beta dialihkan ke Nunkurus dan macet panjang, karena harus lewat jembatan kayu, yang sonde talalu lebar,
sekarang jalan utama su buka, jadi sangat membantu, kalau sonde, parkir lama dan abis waktu di antri dan macet."|GM (Pengendara)
Aparat Negara,
di lokasi jalur alternatif, terlihat aparat TNI, Polri, maupun Dinas Perhubungan masih berjaga di sekitar area jembatan ambruk, memastikan keamanan serta mengatur arus kendaraan yang melintas, Minggu (29/03/26)
di sisi lain, para pekerja juga tampak masih melakukan sejumlah pekerjaan penyempurnaan pada jalur alternatif, meski secara umum akses tersebut sudah dapat digunakan.
dengan dibukanya jalur alternatif tersebut, arus lalu lintas di ruas Jalan Timor Raya perlahan kembali normal.
Aktivitas masyarakat dan distribusi barang yang sebelumnya terganggu, kini mulai pulih, meski tetap dalam pengawasan hingga jembatan permanen nantinya selesai dibangun.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pembangunan, Transportasi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BPJN NTT,
| Penerbit: Kupang TIMES
