Edisi: 1.304
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - eks Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendorong Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memeriksa mantan Menteri BUMN, Erick Thohir hingga Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo, terkait dugaan korupsi minyak mentah PT Pertamina, Khususnya soal pencopotan dua direksi anak usaha Pertamina yang dinilainya berintegritas.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahok, saat dirinya bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah Pertamina di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/01/26).
Dua nama yang dimaksud adalah Joko Priyono dan Mas’ud Khamid, masing-masing mantan Direksi di sub-holding Pertamina, yakni: Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Pertamina Patra Niaga (PPN).
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mempertanyakan status keduanya yang disebut Ahok telah dicopot dari jabatan.
“ini saya ingin menanyakan penegasan ya, masih di poin 10 huruf a,
dalam keterangan saudara ada dua nama, Pak Joko Priyono dan Pak Mas’ud Khamid, keduanya mantan direksi pada anak perusahaan Pertamina, sub-holding,
Satu di KPI, satu di PPN.. disebut sudah dicopot.. Apakah ada persoalan dengan dua orang ini sehingga disebut dicopot.? Ada masalah tidak.?”| JPU, dalam persidangan.
menjawab pertanyaan JPU, Ahok justru menyampaikan pujian terhadap keduanya.
Ahok mengatakan, Joko Priyono dan Mas’ud Khamid sebagai dua direktur terbaik yang pernah dimiliki Pertamina.
“Bagi saya dua saudara ini adalah dirut yang terhebat yang Pertamina punya, untuk memperbaiki produksi kilang termasuk Patra Niaga,
Semua yang saya arahkan mereka kerjakan."|Ahok (eks Komut PT Pertamina)
Ahok mengatakan, Mas’ud Khamid bahkan lebih memilih diberhentikan dari pada menandatangani pengadaan yang dinilainya menyimpang.
“termasuk soal aditif ini, Pak Mas’ud ini lebih baik dipecat daripada tanda tangan kalau ada penyimpangan pengadaan,
makanya saya bilang ini salah satu terbaik yang kita punya."|Ahok (eks Komut PT Pertamina)
Ahok menilai, Joko Priyono sebagai sosok yang memiliki pemahaman mendalam soal kilang karena latar belakang teknisnya.
“Pak Joko ini orang kilang, asli dari kilang,
Pengetahuannya paling bagus soal kilang,
Dia yang kasih tahu saya kelemahan kilang, apa yang mau diperbaiki,
Ketika dia dicopot, saya sampai mau nangis."|Ahok (eks Komut PT Pertamina)
Ahok mengungkapkan, dirinya sempat menelepon Joko Priyono setelah pencopotan tersebut.
Ahok menilai, pencopoton tersebut sebagai bentuk kesewenangan.
“dia bilang, ‘Pak, sudahlah Pak, saya di Yogya saja,’
Saya pikir BUMN ini keterlaluan, mencopot orang yang bukan karena meritokrasi,
Kenapa orang yang mau melakukan hal yang benar justru dicopot.? Ini orang terbaik, makanya saya tulis dicopot dalam BAP."|Ahok (eks Komut PT Pertamina)
merasa ada kejanggalan dalam pencopotan dua direksi tersebut, Ahok pun mendorong JPU untuk memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk Erick Thohir dan Presiden Ke-7 RI, Joko Widodo, guna mengetahui alasan di balik keputusan itu.
“makanya saya selalu bilang ke pak Jaksa, kenapa saya mau lapor ke Jaksa.? Periksa sekalian BUMN, periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang terbaik dicopot.?"|Ahok (eks Komut PT Pertamina)
Keterangan Ahok sempat memicu tepuk tangan dari pengunjung sidang, sehingga majelis hakim harus memberikan teguran.
“tolong pengunjung bisa tertib,
ini persidangan, bukan hiburan. Tolong jangan bertepuk tangan."|Hakim
menanggapi dorongan Ahok agar Erick Thohir dan Jokowi diperiksa, Jaksa menyatakan, keterangan tersebut tidak berkaitan langsung dengan penggalian pengetahuan Ahok sebagai saksi dalam perkara yang sedang disidangkan.
“Itu kan fakta dari keterangan saksi,
Namun saksi sendiri tidak menjelaskan fakta yang mana,
detail perbuatan seperti apa, itu tidak pernah dikemukakan di persidangan,
tidak ada dokumen atau keterangan dari Pak Ahok yang bisa memastikan fakta tersebut."|JPU
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Pengadilan Tipikor Jakpus, Ahok,
| Penerbit: Kupang TIMES
