Ketangkap Curi Ayam, seorang Ayah Tewas Diamuk Massa, Anak Pencuri Ayam Nangis Histeris.!

Edisi: 1.483
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Snapshot: Gadis Tangisi Kematian Ayahnya

BALI, KUPANG TIMES - Seorang pria berinisial KD, yang diduga mencuri ayam aduan di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, meninggal dunia setelah menjadi korban amuk massa. 

Suasana duka menyelimuti rumah duka di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, ketika jenazah KD tiba dan disambut tangis histeris anak bungsunya.

suasana sedih, saat putri bungsu KD menangisi sang ayah yang beredar luas di media sosial. 

dalam unggahan video tersebut, gadis kecil itu terlihat berada di tengah kerumunan sambil memanggil ayahnya yang telah meninggal dengan tangisan pilu.

Kepala Desa Sidatapa, I Made Sutama, mengaku ikut merasakan kesedihan yang dialami keluarga korban. 

"Kemarin saya yang menjemput jenazahnya.. saat tiba di rumah, melihat anaknya menangis tersedu-sedu, saya benar-benar sedih."|Sutama (Kades Sidatapa), Sabtu (25/07/26) dikutip dari detikBali.

Sutama menjelaskan, KD meninggalkan seorang isteri dan 3 (tiga) orang anak. 

dua anaknya masih mengenyam pendidikan, masing-masing duduk di Kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Kelas 1 Sekolah Dasar (SD).

Sutama menyayangkan peristiwa yang merenggut nyawa KD akibat dugaan pencurian ayam aduan. 

Sutama mengatakan, setiap dugaan tindak pidana seharusnya diselesaikan melalui proses hukum, bukan dengan tindakan main hakim sendiri.

"Kalau memang bersalah, laporkan ke pihak berwajib. Jangan melakukan main hakim sendiri sampai menghilangkan nyawa orang hanya gara-gara mencuri ayam."|Sutama (Kades Sidatapa) 

Sutama menegaskan, setiap perkara pidana semestinya diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. 

Sutama menilai, penanganan dan penentuan perkara pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum.

"Negara kita negara hukum.. biarkan aparat yang berwenang yang menangani.. Jangan sampai sesama masyarakat saling bunuh hanya karena persoalan seperti ini."|Sutama (Kades Sidatapa) 

Sutama mengatakan, keluarga telah mengikhlaskan kepergian KD. 

Namun, Sutama berharap, insiden serupa tidak kembali terjadi dan menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan dengan cara yang melampaui ketentuan hukum.

sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, menjelaskan, pengeroyokan terjadi pada Jum'at (24/07/26) sekitar pukul 01:30 WITA. 

Saat itu, KD diduga tertangkap tangan mencuri ayam milik seorang warga bernama I Wayan Adi Suteja (31th). 

Selain itu, sepeda motor yang digunakan KD juga dibakar massa.

"Warga emosi karena maraknya kasus kehilangan ayam di wilayah tersebut kemudian melakukan pengeroyokan terhadap terduga pelaku hingga meninggal dunia di lokasi kejadian."|Wiwik (Kasi Humas Polres Tabanan), Sabtu (25/07/26).

Wiwik mengatakan, anggota Polsek Baturiti tiba di lokasi sekitar pukul 02:00 WITA. 

Ketika petugas sampai di tempat kejadian, KD telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sosial, Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Humas Polres Tabanan, detikBali, Desa Sidatapa, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®