ini CERITA Ahmad Sahroni TERJEBAK di Toilet Selama 7 Jam saat Rumahnya Dirusak dan Dijarah.!

Edisi: 1.182
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Sahroni terjebak dalam kamar mandi yang bertempat di lantai 4 (empat) sekaligus rooftop rumahnya, selama sekitar tujuh jam dari sore hingga malam.'

Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, berada di rumah saat massa menggeruduk dan menjarah kediamannya pada akhir Agustus lalu. 

Sahroni bersembunyi di sebuah toilet berukuran sekitar tiga meter persegi, sehingga keberadaannya ketika itu tidak diketahui orang.

Sahroni, terjebak dalam kamar mandi yang bertempat di lantai empat sekaligus rooftop rumahnya itu selama sekitar tujuh jam dari sore hingga malam. 

Selama itu, massa merusak rumah dan menjarah properti milik Sahroni yang beralamat di Jalan Swasembada Timur XXII, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

CERITA tersebut diungkapkan oleh Tabroni, staf pribadi Sahroni, yang berada di lokasi saat pengrusakan dan penjarahan berlangsung. 

"Waktu itu dia (Sahroni) sembunyi di kamar mandi."|Tabroni (staf) dikutip dari TCO, Rabu, (24/09/25)

Tabroni, mengatakan, pintu kamar mandi kecil di rooftop tersebut tidak dikunci oleh Sahroni saat bersembunyi. 

Sahroni mengotori wajahnya dengan tanah dan debu, agar tidak dikenal orang, jika ada yang masuk ke toilet tersebut. 

seseorang tidak dikenal sempat memergoki Sahroni di tempatnya bersembunyi. 

Namun, orang itu tidak menyadari bahwa; yang bersembunyi adalah Sahroni.

"Bapak (Sahroni) cerita, ada yang tiba-tiba masuk, sempat senterin dia dan tanya, 'kamu siapa.?' Bapak jawab, 'saya penjaga rumah.!'|Tabroni (staf) 

Tabroni, mengatakan, Orang itu, kemudian menyuruh Sahroni diam dan tidak kemana-mana, sebab keadaan rumah belum aman, lalu orang itu pergi. 

Tabroni, sedikit bercerita, Sahroni mulai bersembunyi di toilet tersebut pada sore hari setelah massa datang. 

massa mulai mencoba merobohkan pagar rumah pada sekitar pukul 15:30 pm WIB. 

Saat itu, massa juga melempari rumah Sahroni dengan batu.

di dalam, Sahroni sedang bersama stafnya dan sejumlah tamu. 

ada 8 (delapan) orang yang terjebak di dalam rumah saat massa datang. 

mereka pun lari ke rooftop rumah untuk menyelamatkan diri.

"namanya panik kan.! begitu sudah lempar-lemparan batu, pagar sudah digoyang-goyang, mereka naik ke atas untuk menyelamatkan diri."|Tabroni (staf) yang tidak ikut terjebak karena sempat keluar rumah sesaat sebelum massa datang.

Tabroni, mengatakan, orang-orang yang berada di dalam rumah berupaya menyelamatkan diri dengan berbagai cara, di antaranya; dengan bersembunyi maupun melompat ke rumah tetangga dari atap. 

warga sekitar rumah Sahroni tidak bersedia mengkonfirmasi cerita tersebut.

Sahroni tidak membawa telepon genggam saat bersembunyi. 

Tas yang berisi handphone-nya tertinggal di dalam rumah dan hilang saat penjarahan. 

Tabroni dan staf Sahroni lainnya tidak bisa mengontak atasan mereka itu hingga malam.

mereka baru mengetahui kabar Sahroni pada sekitar pukul 22:00 pm WIB setelah dihubungi oleh Feby Belinda, istri Sahroni, yang berada di luar Jakarta. 

ternyata, Sahroni telah berhasil memanjat atap dan masuk ke rumah salah satu tetangganya. 

Politikus NasDem itu kemudian meminjam telepon tetangganya itu untuk menghubungi istrinya. 

"itu satu-satunya nomor handphone yang beliau ingat."|Tabroni (staf) 

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Yuridisman, mengatakan, warga sempat menutup akses gang menuju rumah Sahroni setelah peristiwa penjarahan. 

Tujuannya untuk mencegah orang yang tidak tinggal di daerah itu berlalu-lalang. 

Portal yang dipasang warga, kini telah diturunkan. 

"Saat ini sudah kembali normal."|Yuridisman (Ketua RT) dikutip dari TCO, Selasa, (23/09/25) 

Penyerangan rumah Sahroni berlangsung di tengah unjuk rasa yang berakhir kericuhan di Jakarta pada akhir Agustus 2025. 

cukup tahu • Rumah Sahroni menjadi sasaran amukan massa, setelah ucapan legislator NasDem itu di media massa disorot publik.

Ketika itu, Sahroni mengomentari salah satu tuntutan yang muncul di tengah demonstrasi, yaitu; pembubaran DPR-RI. 

Sahroni, mengatakan, dirinya tidak sepakat dengan desakan tersebut. 

Sahroni, katain pihak-pihak yang menuntut pembubaran legislatif sebagai orang tolol. 

Partai NasDem saat ini menonaktifkan Sahroni sebagai anggota DPR-RI.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Sosial, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Tabroni, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®