BGN: 'Dapur Makan Bergizi Gratis WAJIB Sajikan Makanan Pakai Ompreng Lokal.!'

Edisi: 1.180
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'setelah program Makan Bergizi Gratis hadir, sebanyak 25 pabrik ompreng lokal bermunculan.'

Badan Gizi Nasional (BGN) mewajibkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru, memakai food tray atau ompreng produksi dalam negeri sebagai syarat pendaftaran program makan bergizi gratis (MBG). 

“Kami wajibkan menggunakan ompreng dalam negeri, menunjukkan dia beli di mana."|Nanik S. Deyan (Wakil Kepala BGN), Rabu, (24/09/25) 

Nanik, menjelaskan, aturan tersebut, berlaku bagi SPPG baru yang belum beroperasi. 

selain wajib produk lokal, ompreng harus memenuhi kualitas tertentu, tidak mudah berkarat. 

“Ada kandungan-kandungan nikel yang dipersyaratkan."|Nanik S. Deyan (Wakil Kepala BGN)

Nanik, menyampaikan pernyataan tersebut, saat dirinya menanggapi penggunaan ompreng impor dari China dalam program MBG. 

Nanik, mengatakan, impor wadah saji makanan dilakukan sejak sebelum BGN terbentuk. 

sekolah kedinasan waktu itu mengimpor ompreng, karena belum ada pabrik lokal. 

setelah program MBG hadir, sebanyak 25 pabrik ompreng lokal bermunculan.

menanggapi dugaan ompreng impor China mengandung babi, Nanik, mengatakan, BGN bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). 

saat ini BPJPH memeriksa ompreng yang digunakan SPPG yang sudah beroperasi.

cukup tahu • dugaan kandungan babi pertama kali diungkapkan Sekretaris PW RMI NU Jakarta, Wafa Riansah. 

Wafa, mengatakan, dugaan tersebut, berawal dari kunjungannya ke pabrik di Chaoshan, China, Selasa, (19/08/25) lalu. 

“ternyata kami temukan minyak babi di situ, 

makanya saya enggak jadi impor."|Wafa, Sekretaris PW RMI NU Jakarta, dikutip dari TCO, Selasa, (16/09/25)

Wafa, mengatakan, dirinya membawa sampel minyak tersebut ke Indonesia untuk diuji di PT Sucofindo. 

Namun, Sucofindo menyatakan tidak bisa menguji, karena keterbatasan metode. 

Wafa kemudian mengirim sampel ke laboratorium Weipu di China.

dilansir dari TCO, yang melihat salinan hasil uji laboratorium Weipu bernomor SHA03-25091211-FX-01CnEnR1. 

Hasilnya, ompreng MBG yang diimpor dari China terbukti mengandung minyak babi. 

Weipu menganalisis sampel dengan tiga metode: fourier transform infrared spectrometer (FTIR), gas chromatography mass spectrometry (GC-MS) dan nuclear magnetic resonance spectrometer (NMR).

“Komponen utama lemak babi olahan adalah lemak, yaitu; trigliserida, 

dalam lembar data keselamatan bahan, komponen utama sampel terdiri dari minyak dasar olahan, ester sintetis, parafin terklorinasi, lemak babi olahan, aditif antikarat, dan bahan pelumas."|demikian tertulis pada kesimpulan laporan tersebut.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Kesehatan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: PW RMI NU Jakarta, BGN, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®