Edisi: 990
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Lembaga Penyelenggara Pemilihan Umum, Komisi Pemilihan Umum Daerah Nusa Tenggara Timur, telah menggelar Pleno Perhitungan Surat Suara Pemilihan Kepala Daerah, Gubernur NTT 2024.
Hasilnya, Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubenur Nomor Urut 2, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johanis Asadoma (Melki-Johni), berhasil meraih suara terbanyak, yakni; 1.004.055 suara /atau setara 37,33%.
namun, tahukah anda, dibalik kemenangan Paslon Cagub-Cawagub Nomor Urut 2, dalam Kontestasi Pilkada, Gubernur NTT 2024-2029 tersebut, ada rasa sedih dibalik semuanya itu.
sebanyak 1.276.980 Pemilih di Prov NTT tidak ikut memilih dalam Pilkada serentak, Rabu, (27/11/24) lalu.
angka tersebut terungkap, di dalam pleno rekapitulasi hasil pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT hari kedua di Kantor KPUD Provinsi NTT, Minggu, (08/12/24).
dilansir dari laman media sosial resmi KPUD NTT 2024, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Prov. NTT di Pilkada 2024, sebanyak 3.988.372 Pemilih, yang terdiri dari: Laki-laki 1.958.444 dan Perempuan 2.029.928.
Namun, saat pemilihan berlangsung, pemilih yang memberikan hak pilih, hanya 2.711.392 pemilih, yang terdiri dari: Laki-laki 1.294.481 dan Perempuan 1.416.911.
sementara itu, yang tidak ikut memilih 1.276.980 pemilih, yang terdiri dari: Laki-laki 663.963 (33,90%) dan Perempuan 613.017 (30,19%).
Total Pemilih Golput, 1.276.980 /atau 32,02%.
Jadi, hanya 67,98% Pemilih yang berpartisipasi di Pilkada NTT 2024.
cukup tahu • salah satunya adalah Pemilih dari Kota Kupang, sebanyak 82.334 Pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kota Kupang, tidak memberikan Hak Suaranya, dalam Pilkada, Kota Kupang, Rabu, (27/11/24) lalu, dengan persentase mencapai 29,93%.
dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara oleh KPUD Kota Kupang, Jum'at, (06/12/24) di Hotel Harper, terungkap bahwa; pemilih yang memberikan hak pilihnya di Pilkada Serentak, Walikota Kupang, sebanyak 192.751 pemilih, yang terdiri dari: Laki-laki 90.490 dan Perempuan 102.261.
sementara angka Pemilih Golput 82.334, yang terdiri dari: Laki-laki 43.910 (53,33%) dan 38.424 (46,66%) Perempuan.
Kemudian, dari total 192.751 pengguna hak pilih, tercatat 3.581 suara tidak sah.
dengan demikian, suara sah tercatat sebanyak 189.170 suara.
Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) NTT 2024 dilaporkan hanya mencapai 68,48%.
angka tersebut menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan Pilkada 2018, di mana partisipasi Pemilih tercatat 73,51%.
Penurunan ini menjadi sorotan, mengingat Prov NTT dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi.
secara Nasional, angka partisipasi Pilkada 2024 di Prov NTT berada di bawah target KPUD NTT, yang menargetkan partisipasi pemilih di atas 77,5%.
Ketua KPUD NTT, Jemris Fointuna, menegaskan, setelah dilakukan rekapitulasi dan penetapan hasil pilkada NTT, diketahui bahwa; tingkat partisipasi pemilih pada pilkada 2024 sebesar 68,48%.
sementara, Ketua Bawaslu NTT, Nonato da Sarmento, mengatakan, timnya telah melakukan pengawasan dalam proses rekapitulasi yang dilakukan oleh KPUD NTT sudah berjalan dengan baik.
Nonato, melanjutkan, seluruh data yang telah direkapitulasi di tingkat Kabupaten tidak ada perbedaan /atau sesuai.
meski demikian, Nonato, memberikan catatan kritis dan perlu adanya evaluasi terkait tingkat partisipasi pemilih.
Nonato, menambahkan, menurunnya angka partisipasi pemilih di Pilkada NTT 2024 dibandingkan dengan pelaksanaan Pilkada 2018.
“Jika di pilgub 2018 sebesar 73,51% maka di pilgub kali ini tingkat partisipasinya hanya pada 68,48%.”|Nonato (Ketua Bawaslu NTT)
selain itu, Nonato, menyoroti, kapasitas penyelenggaraan teknis di tingkat Kabupaten, karena dalam pelaksanaan pilkada, masih ada kejadian-kejadian teknis yang ditemukan timnya.
“ini memang menjadi catatan agar pola sosialisasi secara konvensional harus dilakukan,”|Nonato (Ketua Bawaslu NTT)
Nonato, mengatakan, jarak TPS yang jauh, akibat dari penggabungan sejumlah TPS, menjadi salah satu faktor penyebab kurangnya partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya, meski terdata.
Faktor lainnya adalah soal waktu pelaksanaan Pilkada dan Pemilu yang sangat mepet.
“memang ini soal kebijakan tetapi harus diperhatikan agar tidak mengurangi tingkat keterlibatan pemilih,
Waktu pelaksanaan pemilu dan pilkada sangat mepet sehingga buat masyarakat bosan,
Untuk itu, hasil dari evaluasi ini kemudian dilakukan riset mendalam terkait dengan temuan dan dinamika yang terjadi."|Nonato (Ketua Bawaslu NTT)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: KPUD NTT, Bawaslu NTT,
| Penerbit: Kupang TIMES

