Edisi: 864
Halaman 1
Integritas|Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - terjadinya Deflasi ini patut diwaspadai.
sebab, deflasi tiga bulan beruntun tersebut, menjadi indikator penurunan daya beli masyarakat, kelas menengah.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Indonesia mengalami deflasi 0,18% di edisi Juli 2024, dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).
Data tersebut, kemudian menunjukkan bahwa; Indonesia mengalami deflasi selama tiga bulan beruntun.
Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, mengatakan, terjadinya deflasi ini patut diwaspadai.
sebab, deflasi tiga bulan beruntun tersebut, menjadi indikator penurunan daya beli masyarakat kelas menengah.
"Deflasi jadi alarm, karena di saat bersamaan, Rupiah melemah, dan yang biasa terjadi adalah imported inflation,"|Bhima (Direk. CELIOS) kepada IDXChannel di Jakarta, Kamis, (01/08/24).
Bima, mengatakan, daya beli masyarakat, kelas menengah tersebut, bisa terlihat dari penurunan penjualan kendaraan bermotor hingga dana pihak ketiga (DPK) di perbankan tumbuh melambat.
"ini bisa terlihat dari penurunan penjualan kendaraan bermotor, NPL KPR naik, dan tabungan perorangan yang tumbuhnya melambat,"|Bhima (Direk. CELIOS)
Bhima, mengatakan, bahkan deflasi tersebut, menjadi indikasi bahwa; pelaku usaha mulai tertekan.
sebab, pelaku usaha menahan kenaikan harga di level konsumen.
"Karena khawatir harga ritel naik banyak konsumen yang tidak sanggup dan menurunkan omzet penjualan,"|Bhima (Direk. CELIOS)
Hal tersebut terjadi, karena biaya bahan baku dan mesin mengalami kenaikan, tetapi pelaku usaha di saat yang sama juga tidak berani menaikkan harga jual.
"ini kan artinya pelaku usaha tidak diuntungkan dengan adanya deflasi,"
"Deflasi justru menunjukkan ada yang tidak beres dari geliat ekonomi, khususnya pasca lebaran,"|Bhima (Direk. CELIOS)
apa itu Deflasi.?
Kita tentu sudah sering mendengar istilah deflasi maupun inflasi.
Ketika bicara mengenai pertumbuhan perekonomian suatu daerah, wilayah, ataupun negara maka tidak jarang kita menggunakan istilah deflasi maupun inflasi.
Bahkan kalau kita mengikuti isu-isu statistik, angka deflasi ini dapat dilakukan perbandingan untuk mengetahui seberapa tumbuh atau melambatnya perekonomian pada suatu waktu.
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) deflasi merupakan penambahan nilai mata uang, antara lain; pengurangan jumlah uang kertas yang beredar dengan tujuan mengembalikan daya beli yang yang nilainya turun.
Deflasi merupakan fenomena penurunan harga yang ada di dalam suatu wilayah.
Deflasi terjadi karena kekurangan jumlah uang yang beredar, yang menyebabkan daya beli masyarakat menjadi turun.
Penyebab terjadinya deflasi antara lain; penurunan jumlah uang beredar di masyarakat karena cenderung menyimpan uangnya di bank, berkurangnya permintaan barang sementara produksi akan barang terus meningkat /atau tidak bisa dikurangi dan masyarakat tidak lagi mengkonsumsi barang tersebut karena bosan /atau membatasi pembelian, serta perlambatan kegiatan ekonomi sehingga banyak pekerja yang terdampak karena berkurangnya penghasilan, sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat pun menjadi berkurang, contoh; kondisi deflasi di Indonesia adalah ketika memasuki bulan puasa, dimana mayoritas masyarakat membatasi pengeluarannya karena menyesuaikan pola konsumsinya selama ramadhan.
Pengeluaran masyrakat untuk kelompok makanan dan minuman merupakan menyumbang besar terjadinya deflasi.
sekilas Deflasi terlihat menguntungkan bagi orang /atau pelaku usaha, karena harga-harga barang dan jasa, jadi lebih terjangkau bagi konsumen.
dan deflasi adalah jalan yang dianggap bisa menghemat pengeluaran lebih besar dibanding sebelumnya.
Namun hati-hati, deflasi bisa jadi pedang bermata dua, selain menguntungkan, Deflasi juga bisa merugikan /atau berdampak negatif, terutama, dalam hal ini produsen barang /atau penyedia jasa.
Deflasi yang terjadi secara tajam /atau terus menerus bisa merugikan aktivitas jual beli.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan, Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Ekonomi, Perdagangan, Keuangan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: IDX Channel, BPS RI, CELIOS, KBBI,
| Penerbit: Kupang TIMES
