Edisi: 1.346
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel
Potret: AFP|Properti
JAKARTA, KUPANG TIMES - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan, dua unit kapal tanker milik perusahaan telah keluar dari wilayah perang /atau konflik di Timur Tengah.
Kedua unit kapal tersebut, antara lain: kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan, terdapat 4 (empat) unit kapal milik perusahaan yang beroperasi di kawasan Timur Tengah.
Kapal PIS Rinjani dan PIS Paragon telah keluar dari zona konflik.
sebelumnya, pada awal perang di Timur Tengah, kapal PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan - UAE, sedangkan Kapal PIS Paragon sedang discharge di Oman.
"dari empat unit kapal milik PIS, dua kapal tercatat telah beranjak dari area konflik, yaitu: kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon."|Vega (Pjs Corporate Secretary PIS) dalam keterangan tertulis, Selasa (10/03/26).
Sementara dua unit kapal lainnya masih beroperasi di kawasan Timur Tengah, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Keduanya sedang berada di Teluk Arab.
"Kapal-kapal ini sedang menunggu situasi aman untuk dapat keluar melalui Selat Hormuz,
Keduanya dalam kondisi aman."|Vega (Pjs Corporate Secretary PIS)
adapun Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga (third party).
Sementara itu, VLCC Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah (light crude oil) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
meski dua kapal masih tertahan, seiring dua kapal telah keluar dari daerah konflik, Vega memastikan, rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, baik di perairan internasional maupun perairan Indonesia.
"Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, yang didukung setidaknya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group lainnya."|Vega (Pjs Corporate Secretary PIS)
Vega mengatakan, Pertamina Group telah berkoordinasi dengan pemerintah dalam menerapkan metode reguler, alternative, dan emergency untuk menentukan rantai pasok yang paling efektif dan aman guna memenuhi kebutuhan energi masyarakat serta memastikan distribusi berjalan lancar.
Selain itu, PIS terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam secara real-time terhadap posisi semua armada, kru, dan pekerja.
"Kami juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat guna memastikan keamanan serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa."|Vega (Pjs Corporate Secretary PIS)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Migas, Ekonomi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: PT Pertamina International Shipping,
| Penerbit: Kupang TIMES
