BIG MIRACLE.! Pria Lumpuh bisa Berjalan, dengan Bantuan Teknologi Implan Listrik di Tulang Punggung, "ini Perasaan yang terindah.?"

Edisi : 146

Halaman 1

       Foto: David M'Zee

KUPANG TIMES - sebuah Teknologi Implan Listrik ke Tulang Punggung, telah meningkatkan Kesehatan Pasien, yang secara Medis di nyatakan Lumpuh, kini bisa berjalan, bahkan memiliki anak.

David M'Zee (32th) tidak pernah membayangkan dapat berjalan kembali, apalagi bermimpi untuk memiliki anak.

Harapan itu sempat hilang, saat David M'Zee  mengalami Kecelakaan Olahraga tahun 2012 lalu, yang menyebabkan cedera saraf tulang punggung, yang menyebabkan kelumpuhan di kedua kakinya.

saat peristiwa Kecelakaan Olahraga itu, David M'Zee berusia 22 tahun.

Ketika David M'Zee menemui dokter spesialis saraf, otot, dan tulang untuk melakukan pemeriksaan terkait cedera yang di alaminya, setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter mengatakan, David M'Zee mengalami Kelumpuhan pada kedua kakinya, dan David M'Zee tidak bisa memiliki anak.

Namun harapan itu kembali, setelah David M'Zee menerima bantuan Teknologi Implan Listrik ke tulang punggungnya, untuk membantu meningkatkan sinyal saraf ke kakinya, pada tahun 2017, dan kini David M'Zee dapat berjalan berjalan kembali (secara perlahan), bahkan memiliki seorang putri.

       Foto: David M'Zee dan Putrinya

"Senang sekali, ini adalah perasaan yang terindah terutama saat berjalan dengan putri saya,"|David M'Zee

Selain itu, David kini dapat melakukan olahraga favoritnya, yaitu; selancar layang, namun dengan bantuan alat syaraf yang menempel di kakinya.

Alat itu dapat membantu David mengendalikan papan selancar.

"Saya tidak menggunakan alat ini sebagai Neuroprostetik, tetapi lebih sebagai perangkat pelatihan,"|David M'zee

"Setidaknya sampai sekarang, saya merasa bahwa Ilmu Pengetahuan telah berkembang, dan Teknologi menjadi lebih baik dan mungkin suatu hari nanti saya dapat menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,"|David M'zee

Sejauh ini, Teknologi Implan Listrik ke Tulang Punggung telah membantu sembilan orang Pasien, yang memiliki kesamaan Kasus dengan David M'zee.

Teknologi Implan Listrik ini, memungkinkan para pasien untuk berlatih berjalan, untuk melatih otot, dan melakukan gerakan terbatas.

Dokter Gregoire Courtin dari École Polytechnique Fédérale de Lausanne, Universitas Sains dan Teknologi di Swiss, mengatakan, bahwa; "Teknologi Implan Listrik itu, bukan sebagai obat untuk cedera tulang punggung,"

"Tetapi ini adalah tahap penting untuk meningkatkan kualitas hidup,"

"Kami akan mendorong mereka untuk mampu berdiri dan melakukan beberapa langkah,"

"Itu memang tidak cukup, karena bukan obat,"

"Tapi ini adalah peningkatan yang signifikan, saya percaya, untuk masa depan,"

Bagaimana cara kerja alat implan listrik itu.?

Teknologi Implan Listrik ini di kembangkan oleh Dokter Gregoire Courtin dan timnya di Swiss.

Perangkat Teknologi Implan Listrik yang di pasang di sekitar tulang punggung meningkatkan sinyal dari otak ke kaki mereka.

Dan itu juga membantu saraf yang rusak di sumsum tulang punggung untuk tumbuh kembali.

Para peneliti berharap bahwa bonus tak terduga ini akan memungkinkan beberapa orang lumpuh pada akhirnya dapat kembali bergerak dan berjalan, secara mandiri.

"Mencoba yang tidak mungkin,"

Untuk di ketahui - Tahun 2018 lalu, Jurnal Nature mempublikasikan uji klinis Pasien yang mengalami kelumpuhan kedua kakinya, bisa berjalan berjalan kembali.

Pasien pertama yang di rawat Gregoire Courtin, adalah David M'zee, yang menderita cedera tulang belakang dalam sebuah kecelakaan olahraga.

Hasil pemeriksaan medis, mengatakan David tidak akan pernah bisa berjalan lagi.

Namun, berkat Teknologi Implan Listrik yang di kembangkan oleh tim dari École Polytechnique Fédérale de Lausann, David dapat berjalan lebih dari setengah mil dengan implan yang di aktifkan.

"Bagi saya proses ini sangat berarti,"

"Saya terkejut dengan apa yang telah kami lakukan,"

"Saya pikir anda harus mencoba hal yang tidak mungkin menjadi mungkin,"

"David adalah orang yang ceria dan positif, namun cedera membuatnya masuk dalam masa kelam,"

"Semua upaya rehabilitasi yang di lakukan gagal, hingga akhirnya David setuju untuk terlibat dalam uji klinis yang saya pimpin di EPFL,"

Dokter Courtine mengenang tekad David yang memiliki semangat yang kuat untuk sembuh, saat melakukan uji klinis ini.

"Saya datang bersama putri saya, Charlotte, yang saat itu berusia satu bulan,"

"Saat kami bertemu David, dia menatap mata anak saya dan berkata, 'Saya akan berjalan di depan Anda,'

"Ketika Charlotte mengambil langkah pertamanya, dia berusia 14 bulan, saat itu David sedang berjalan di tepi Danau Jenewa, Swiss,"

"Dia berkata kepadanya, 'Aku telah mengalahkanmu.' "

Yang mengejutkan Dokter Courtine, Teknologi Implan Listrik tulang punggung tidak hanya memungkinkan David untuk berjalan.

"Apa yang benar-benar tidak terduga adalah terjadi perbaikan sumsum tulang belakang yang kami amati,"

"Apa yang kami amati pada hewan adalah tampaknya serabut saraf tumbuh kembali dan menghubungkan kembali otak ke sumsum tulang belakang,"

David menjalani operasi implan oleh salah satu ahli bedah saraf terkemuka Swiss, Dokter Jocelyne Bloch, dari Rumah Sakit Universitas Lausanne.

Bloch mengatakan tidak percaya dengan kemajuan yang di alami David.

Pada tahun 2018 David dapat berjalan hingga delapan langkah saat implannya di matikan  dan ini adalah pertama kalinya hal ini di catat dalam cedera tulang punggung kronis.

"Memulihkan Gerakan dan Harapan,"

David adalah pasien pertama dari tiga pasien yang mendapat manfaat dari pengobatan gelombang pertama.

Dua pria lain juga berhasil berjalan lagi, dengan derajat yang berbeda-beda.

Pasien Ke-dua, Gertjan Oskan, seorang insinyur berusia 35 tahun, asal Belanda, tertabrak mobil tujuh tahun lalu.

Pasien Ke-tiga, Sebastian Tobler, seorang pria berusia 48 tahun, asal Jerman, adalah seorang pengendara sepeda yang senang berada di pedesaan sebelum ia terjatuh dari sepedanya.

Para peneliti percaya bahwa selama harapan masih terjaga secara sehat, tidak ada masalah Kesehatan yang tidak bisa di kerjakan dan di selesaikan.

(W.J.B)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®