Edisi : 137
Halaman 2
Foto: BPMI, Jokowi Kampanye Capres 2019KUPANG TIMES - Kampanye adalah tindakan Komunikasi yang bertujuan memengaruhi khalayak sasaran.
Kampanye dapat di bagi menjadi tiga, yakni; Product Oriented, Candidate Oriented, dan Ideologically Oriented Campaigns.
Sebagian dari Kita barangkali sudah tidak asing dengan kata Kampanye.
Istilah ini kerap muncul dan di bicarakan dalam dunia Perpolitikan.
Lalu, apa itu Kampanye dan apa saja Jenis-jenisnya.?
Pengertian Kampanye
Pada prinsipnya, Kampanye merupakan suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang di lakukan secara terlembaga dan bertujuan menciptakan suatu efek atau dampak tertentu.
Ada beberapa ahli Politik yang turut memberikan pemahamannya, terkait definisi Kampanye, seperti; Rogers dan Storey (1987) yang mengatakan, "Kampanye adalah serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang di lakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu (Venus, 2004:7)."
Pemahaman dan definisi Rogers dan Storey (1987), di akui oleh beberapa ahli sebagai penjelasan yang paling populer dan dapat di terima di kalangan Ilmuwan Komunikasi (Grossberg, 1988; Snyder, 2002; Klingemann & Rommele, 2002).
Mengapa pemahaman dan definisi Kampanye tersebut populer dan dapat di terima,?
Pertama, pemahaman dan definisi tersebut, dengan tegas menyatakan Kampanye sebagai wujud tindakan komunikasi.
Kedua, pemahaman dan definisi Rogers dan Storey mencakup keseluruhan proses dan fenomena Kampanye yang terjadi di lapangan.
Selain Rogers dan Storey di atas, ahli Politik, seperti; Pfau dan Parrot (1993) memberikan penjelasan lebih lanjut tentang definisi Kampanye.
Keduanya mengatakan, "Kampanye, sebagai proses yang di rancang secara sadar, bertahap dan berkelanjutan yang di laksanakan pada rentang waktu tertentu dengan tujuan memengaruhi khalayak sasaran."
Leslie B. Snyder (Gudykunst & Mody, 2002), juga memaparkan, bahwa; "Kampanye Komunikasi adalah tindakan Komunikasi yang terorganisasi yang di arahkan pada khalayak tertentu, pada periode tertentu guna mencapai tujuan tertentu."
Rajasundarman (1981) juga menjelaskan, bahwa; "Kampanye bisa di artikan sebagai pemanfaatan berbagai metode komunikasi yang berbeda secara terkoordinasi dalam periode tertentu yang di tujukan untuk mengarahkan khalayak pada masalah tertentu berikut pemecahannya."
Merujuk pada definisi-definisi tersebut, dapat di simpulkan, bahwa; "Kampanye adalah tindakan komunikasi yang bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan."
Usaha Kampanye bisa di lakukan perorangan atau sekelompok orang, yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok.
Kampanye bisa juga di lakukan guna mempengaruhi, penghambatan, atau pembelokan pencapaian.
Dalam sistem politik demokrasi, Kampanye politis mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan, di mana wakil terpilih atau referenda di putuskan.
Kampanye politis tindakan politik berupaya meliputi usaha terorganisir untuk mengubah kebijakan di dalam suatu Institusi.
Ciri-ciri Kampanye
Mengutip materi "Kampanye dan Propaganda" oleh Agus Purbathin Hadi, praktik Kampanye dapat terindikasi melalui beberapa ciri atau karakteristik.
Sumber yang Jelas
Kampanye memiliki sumber yang jelas, yang menjadi penggagas, penyampai sekaligus penanggung jawab suatu produk kampanye, sehingga penerima pesan kampanye dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi kredibilitas sumber pesan tersebut.
Terbuka untuk di Diskusikan
Pesan-pesan Kampanye terbuka untuk di diskusikan, bahkan gagasan-gagasan pokok yang melatarbelakangi di selenggarakannya Kampanye juga terbuka untuk di kritisi.
Hal tersebut lantaran gagasan dan tujuan Kampanye pada dasarnya mengandung Kebaikan untuk Publik.
Berlandaskan Prinsip Persuasi
Segala tindakan dalam kegiatan kampanye di landasi oleh prinsip persuasi, yaitu; mengajak dan mendorong publik untuk menerima atau melakukan sesuatu yang di anjurkan atas dasar kesukarelaan.
Dengan demikian Kampanye pada prinsipnya adalah contoh tindakan persuasi secara nyata.
Jenis Kampanye
Kampanye dapat di bagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
1. Product Oriented Campaigns
Kampanye yang berorientasi pada Produk.
Umumnya terjadi di lingkungan bisnis dan berorientasi komersial, seperti; peluncuran produk baru.
Kampanye ini biasanya sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk barang yang diperkenalkan ke publik.
Contohnya: Kampanye Mobil Suzuki Ertiga Smart Hybrid Go to Zero Emision Carbon.
2. Candidate Oriented Campaigns
Kampanye yang berorientasi pada kandidat.
Umumnya di motivasi karena hasrat untuk kepentingan politik.
misalnya: Kampanye Pemilu, Kampanye Penggalangan Dana bagi Partai Politik, dan sebagainya.
3. Ideologically or Cause Oriented Campaigns
Jenis Kampanye yang berorientasi pada tujuan-tujuan yang bersifat khusus dan sering kali berdimensi sosial atau social change campaigns (Kotler), yakni; Kampanye yang di tujukan untuk menangani masalah- masalah sosial melalui perubahan sikap dan perilaku publik yang terkait, seperti: Kampanye AIDS, dan sebagainya.
Selain ketiga jenis Kampanye tersebut, ada pula Kampanye yang bertujuan untuk menyerang, yaitu:
Kampanye Negatif: Kampanye jenis ini di gunakan untuk menyerang pihak lain melalui sejumlah data atau fakta yang bisa di verifikasi dan di perdebatkan.
Kampanye Hitam (black campaign): Bersumber pada rumor, gosip, bahkan menjurus ke implementasi sejumlah teknik propaganda. Kampanye hitam cenderung sulit di verifikasi atau pun di perdebatkan.
OPINI: "Jadi Min, apa pun jenis Kampanye-nya, harus bersih, sportif, menghormati, berbasis Data, dan Peraturan Perundang-undangan."
(W.J.B)
