Peran Penting, Presiden Jokowi Di KIB, Usai Zulhas Gabung Kabinetnya.!

Edisi: 0087
Halaman 1

       Foto: BPMI

JAKARTA, KUPANG TIMES - Sejumlah pengamat politik menilai, bergabungnya Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, ke Kabinetnya, semakin menguatkan Peran Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dengan Koalisi Indonesia Bersatu.

KIB merupakan koalisi yang di buat Partai Golkar, PPP dan PAN.

Ketika Zulhas masuk Kabinet, maka hampir semua Ketua Umum Partai Politik, anggota KIB sudah berada langsung di bawah Presiden RI, Jokowi, kecuali Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, bahwa; "Presiden RI, Jokowi jadi semakin mudah, untuk melakukan Konsolidasi Politik, terutama berkaitan dengan Pilpres 2024 mendatang,"

"Jadi wajar kalau semakin menguatkan, bahwa; partai-partai yang ketua umumnya jadi menteri sangat mungkin di konsolidasikan oleh Presiden untuk tahun 2024,"|Adi Prayitno (Direktur Parameter Politik Indonesia), pada, Rabu, (15/06/22).

"Presiden bebas bicara apa saja, kepada para Menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Politik yang tergabung dalam KIB,"|Adi Prayitno (Direktur Parameter Politik Indonesia)

"Kita bisa membayangkan beberapa waktu lalu, di mana ketika Ketum Partai Politik sama nada bicara soal penundaan pemilu 2024, apalagi kalau sudah di dalamnya, seperti PAN,"|Adi Prayitno (Direktur Parameter Politik Indonesia)

Adi Prayitno menduga KIB akan mendukung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, karena menurutnya, "itu sangat mungkin terjadi karena hubungan Jokowi sedikit renggang dengan PDIP, yang enggan mengusung Ganjar,"

"KIB bersama Partai-partai di dalamnya, masih mendukung Ganjar sebagai nominator nomor satu, Capres tahun 2024,"|Adi Prayitno (Direktur Parameter Politik Indonesia)

"Sekalipun belum ada sikap resmi, PAN dan PPP seringkali masih sebut nama Ganjar ataupun Anies untuk 2024."|Adi Prayitno (Direktur Parameter Politik Indonesia)

Sementara itu, menurut Pengamat Politik Universitas Andalas, Asrinaldi, berpendapat serupa, bahwa; "meski bukan Petinggi Partai, Presiden RI, Jokowi bisa menjadi King Maker pada Pilpres, tahun 2024 mendatang,"

Asrinaldi menganggap, bahwa; "Presiden RI, Jokowi mempunyai peran penting di KIB, karena Ketua umum Golkar, PPP dan PAN merupakan anggota Kabinet Indonesia Maju,"

"Faktanya, Pak Jokowi memang King Maker walaupun dia bukan Ketua Umum PDIP, tapi pengaruh dan pendukung yang besar, membuat posisi dia patut di perhitungkan,"|Asrinaldi (Pengamat Politik Universitas Andalas)

Asrinaldi juga menduga,"masuknya sejumlah tokoh partai non-parlemen pada reshuffle kali ini juga bertujuan untuk konsolidasi kekuatan di Pilpres tahun 2024 mendatang, dan capres-cawapres yang di dukung oleh Jokowi,"

Seperti di ketahui bersama, Sekretaris Dewan Pembina PSI, Raja Juli Antoni, hari ini, juga di lantik sebagai Wakil Menteri ATR/BPN.

Lalu ada Sekjen PBB Afriansyah Noor sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker).

Meski tak punya kursi di parlemen, menurutnya dua partai itu tetap memiliki basis pendukung.

"Kedua hal di atas, juga menjadi sebagai kekuatan tersendiri untuk memobilisasi dukungan kepada calon yang di inginkan di 2024, karena masing-masing partai punya segmen pemilihnya, PSI dengan milenial, PBB dengan kelompok islam tradisionalnya."|Asrinaldi (Pengamat Politik Universitas Andalas)

(W.J.B)

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®