Edisi: 0036
Halaman 1
PERANCIS, KUPANG TIMES - Calon Presiden (capres) Petahana Emmanuel Macron berhasil mengalahkan calon presiden sayap kanan, Marine Le Pen dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Perancis putaran kedua, Minggu (24/4/2022).
Pendukung capres petahana Emmanuel Macron langsung merayakan kemenangan tersebut, saat hasil polling (quick count) yang menunjukkan Emmanuel Macron peroleh 58,5 persen suara melalui layar raksasa di taman Champ de Mars dekat Menara Eiffel.
Para pemimpin di Kota Berlin, Brussel, London, dan sekitarnya menyambut baik kemenangan Macron atas Le Pen, sebagaimana di lansir Reuters.
Dalam Pidato kemenangannya, Emmanuel Macron mengakui bahwa; "banyak yang memilihnya karena hanya ingin agar Le Pen tidak menang."
“Banyak orang di negara ini memilih saya bukan karena mereka mendukung ide-ide saya, tetapi untuk menghindari ide-ide sayap kanan,”|Emmanuel Macron
"Saya berterima kasih kepada rakyat yang memilihnya dan saya memiliki utang budi kepada rakyat di tahun-tahun mendatang,"|Emmanuel Macron
“Tidak seorang pun di Perancis akan di tinggalkan di pinggir jalan,”|Emmanuel Macron
"Dua tahun gangguan akibat Pandemi COVID-19 dan lonjakan harga energi yang di perburuk oleh Invasi Militer Rusia ke Ukraina, yang melambungkan masalah perekonomian menjelang Pilpres,"|Emmanuel Macron
"Meningkatnya biaya hidup juga menjadi beban yang meningkat bagi orang-orang termiskin di “Negeri Anggur.”|Emmanuel Macron
Marine Le Pen, yang sempat menempel ketat Macron dalam jajak pendapat, dengan cepat mengakui kekalahannya.
Dan Marine Le Pen bersumpah untuk terus berjuang melalui pemilihan parlemen pada Juni tahun mendatang.
“Saya tidak akan pernah meninggalkan rakyat Perancis,”|Marine Le Pen, di depan para pendukung yang meneriaki namanya.
Marine Le Pen menginginkan aliansi nasionalis dalam sebuah langkah yang meningkatkan prospek dia bekerja dengan saingan sayap kanan, seperti; Eric Zemmour dan keponakannya, Marion Marechal.
Sementara di Luar Perancis, kemenangan Macron di sambut dengan gembira oleh beberapa negara di Eropa yang tidak ingin kandidat sayap kanan memegang kendali di Paris.
“Bravo Emmanuel, dalam periode yang bergejolak ini, kita membutuhkan Eropa yang solid dan Perancis yang benar-benar berkomitmen untuk Uni Eropa yang lebih berdaulat dan lebih strategis,”|Charles Michel (Presiden Dewan Eropa)
“Pasar keuangan akan bernapas lega secara kolektif setelah kemenangan pemilihan Macron.”|Seema Shah (Kepala Strategi di Principal Global Investors)
© W.J.B

