Artikel • Pra Paskah
Edisi 0002
![]() |
| Ilustrasi |
"Si batu karang yang teguh, begitulah julukan yang tersemat pada Simon Petrus, seorang dari 12 murid Yesus. Murid yang dapat dikatakan sangat pemberani, bahkan oleh iman dialah murid pertama yang mengakui Yesus adalah Mesias."
Berikut beberapa kutipan ayat yang menggambarkan keteguhan Iman Petrus Sang Batu Karang Yang Teguh:
"Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup."|(Injil Matius 16:16)
"Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak."|(Injil Matius 26:33)
"Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau."|(Injil Matius 26:35)
Luar biasa bukan Iman Petrus?
"Yesus pernah menguji iman Petrus dengan bertanya sebnyak 3 kali; "Simon anak Yohanes Apakah engkau mengasihi Aku?" Petrus pun menjawab Yesus 3 kali dengan sangat yakin; "Benar Tuhan aku mengasihi Engkau."
"Nah tiba saatnya iman Petrus yang begitu teguh itu diuji; pada malam itu ketika Yesus di adili di hadapan Mahkamah Agama (Kayafas, Imam Besar Bangsa Yahudi pada saat itu)."
"Petrus adalah satu-satunya murid yang berani masuk dan berbaur di antara kerumunan orang-orang yang menangkap dan membawa Yesus ke Mahkamah Agama, sedangkan murid-murid lainnya lari bersembunyi ketakutan."
"Secara singkat saya gambarkan, bahwa ada beberapa orang dalam kerumunan itu rupanya mengingat dan mengetahui Petrus, di saat Petrus berdiri atau duduk, mereka langsung bertanya di sertai dengan tuduhan kepada Petrus, karena mereka mengetahui, bahwa Petrus adalah satu murid Yesus, dan Petrus pun menjawab 3 pertanyaan dan tuduhan yang mengarah kepadanya itu bahwa; "BUKAN, saya tidak mengenal Dia (Yesus)."
"Yang jadi pertanyaan apakah aksi penyamaran dan berbohongnya Petrus itu merupakan penyangkalan? ataukah kecerdikan Petrus untuk mengelabui orang-orang yang ada disitu agar dia selamat?"
"Dari beberapa diskusi dan beberapa artikel tentang Petrus, tidak sedikit yang berpendapat bahwa Petrus menunjukkan keberaniannya, untuk masuk dan berbaur dengan kerumunan tersebut, mengumpulkan informasi dan dia harus selamat, agar apa yang dia ketahui dapat dia sampaikan kepada rekan-rekannya yang lain di tempat persembunyian, agar mereka lebih berhati-hati."
"Jadi 3 kebohongan yang di lakukan oleh Petrus adalah akal yang cerdik untuk selamat, ada juga yang berpendapat bahwa Petrus terpaksa lakukan itu, karena kalau Yesus tidak ada lagi, dialah pemimpin yang harus melanjutkan pelayanan Yesus bersama rekan-rekannya yang lain."
Tidak salah, tidak juga benar!
"Mari kita melihat esensi dari keteguhan iman Petrus yang tertulis dalam; Injil Matius 26:31-35 dan Injil Lukas 22: 31-34; Yesus berkata malam ini iman kalian akan terguncang, akan tetapi dengan penuh keyakinan, Petrus menjawab; imannya sekali-kali tidak akan terguncang, bahkan siap mati bersama Yesus, kemudian Yesus berkata; sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku 3 kali."
"Terlepas dari aksi berani dan akal mengelabui orang dihalaman Mahkamah Agama, Petrus lupa akan janjinya, lupa akan pengakuannya dan lupa akan imannya."
"Namun hal ini, Yesus ijinkan terjadi pada Petrus, agar imannya semakin kuat dan teguh, dan agar dia bisa menguatkan rekan-rekannya yang lain untuk melanjutkan pelayanan Yesus."
"Pelajaran yang kita ambil dari Petrus, bahwa secara realita kita pasti akan sama seperti Petrus apabila ada dalam kondisi seperti itu."
"Tapi bukan berarti kita kemudian kendor, lari hilang dan kembali ke kehidupan kita yang lama. Melainkan kita harus sadar, menyesal, kemudian bangkit lebih semangat lagi untuk jadi saksi Kristus dimanapun kita berada."
Selamat menghayati dan memaknai minggu-minggu sengsara KristusKristus
TUHAN YESUS MEMBERKATI
OPINI: Muzes M.W. Panie
Editor: W.J.B
Sumber - Injil Lukas 22:54-62
