Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Kepala UPTD SPAM.!

Edisi: 1.531
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti

KUPANG TIMES – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena resmi melantik 5 (lima) Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi NTT dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (UPTD SPAM)  pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur, Periode 2026–2031 dari Tenaga Profesional lainnya.

acara pelantikan, pengukuhan, dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jum'at (11/09/26).

dalam sambutannya, Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena menegaskan, jabatan yang dipercayakan bukanlah hadiah ataupun sekadar jenjang dalam perjalanan karier, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Jabatan bukan hadiah, bukan pula sekadar titik singgah dalam perjalanan karier. • Jabatan adalah amanah. • Karena itu, terima jabatan ini dengan penuh tanggung jawab terhadap masyarakat NTT yang memberi kita mandat menjalankan pemerintahan ini."|Melki Laka Lena (Gubernur NTT) 

eks Legislator RI itu, mengatakan, amanah jabatan harus segera diwujudkan melalui kerja nyata, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan yang saat ini membutuhkan respons cepat pemerintah.

salah satu yang menjadi perhatian utama adalah percepatan pemulihan pascabencana gempa di Flores. 


Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena menegaskan, kerja pemerintah tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat. 

Pemulihan harus dilanjutkan dengan memastikan masyarakat kembali memperoleh pelayanan dasar, aktivitas ekonomi bergerak, infrastruktur dibenahi, dan sumber penghidupan masyarakat dipulihkan.

Politikus Golkar itu, meminta, seluruh perangkat daerah mengambil bagian dalam proses pemulihan, bukan hanya BPBD.

Pekerjaan pemerintah tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat,

Kita harus percepat pemulihan pasca bencana.! 

Masyarakat harus kembali mendapatkan pelayanan dasar. • Aktivitas ekonomi harus dipulihkan."|Melki Laka Lena (Gubernur NTT) 

Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena mengingatkan, pengelolaan dana bantuan dan anggaran penanganan bencana dilakukan secara transparan, berintegritas, dan dapat dipertanggungjawabkan karena seluruhnya merupakan uang rakyat.

di tengah keterbatasan transfer anggaran dari pemerintah pusat, Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena meminta jajaran perangkat daerah mengubah cara pandang dalam mengelola keuangan daerah.

setiap perangkat daerah harus ikut memikirkan bagaimana menciptakan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan daerah sesuai kewenangannya. 

Urusan pendapatan tidak boleh hanya dibebankan kepada Bapenda.

Pejabat pemerintah diminta melihat potensi yang dapat dikembangkan, memperluas objek pendapatan, mencegah kebocoran, serta mendorong digitalisasi pemungutan untuk memperkuat ruang fiskal daerah.

"Jangan hanya berpikir bagaimana membelanjakan anggaran, tetapi juga bagaimana menghasilkan nilai tambah, meningkatkan pendapatan, dan memperluas ruang fiskal pemerintah daerah."|Melki Laka Lena (Gubernur NTT) 

Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena menilai, penguatan fiskal menjadi penting agar pemerintah daerah memiliki ruang yang lebih besar untuk membiayai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur.

Gubernur mengilustrasikan Pejabat sebagai “Jenderal Lapangan” yang menguasai persoalan secara langsung sehingga mampu mengambil keputusan dan memberikan solusi yang tepat.

"Kita tidak membutuhkan birokrasi yang lambat karena terlalu banyak prosedur,

Ketika masyarakat datang dengan persoalan, jangan hanya diberi penjelasan mengenai prosedur. • Cari solusi.! 

Gunakan data dalam mengambil keputusan. • sederhanakan proses kerja,

bangun koordinasi lintas perangkat daerah, dan yang tidak kalah penting, perkuat komunikasi publik, 

Masyarakat harus mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah, apa hasilnya, dan apa manfaatnya bagi mereka."|Melki Laka Lena (Gubernur NTT) 

Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena mengingatkan, laporan kepada pimpinan harus menggambarkan kondisi riil di lapangan dan menjadi dasar bagi pengambilan keputusan, bukan sekadar laporan formalitas.

Kerjakan apa yang harus dikerjakan dan laporkan apa yang perlu dilaporkan. • dan saya ingatkan: laporan kepada pimpinan harus menggambarkan kondisi riil di lapangan, bukan sekadar laporan yang dibuat agar terlihat baik."|Melki Laka Lena (Gubernur NTT) 

sejalan dengan upaya memperkuat pembangunan dari tingkat desa, Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena meminta, Program Intervensi Perangkat Daerah di Desa dilaksanakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Program tersebut menjadi salah satu wujud komitmen Pemerintah Prov NTT dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendorong percepatan pembangunan desa, peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor UMKM sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat menuju desa yang mandiri dan produktif.

dalam konteks yang lebih luas, menghadapi tantangan fiskal daerah dan kebutuhan meningkatkan PAD, di tengah proses pemulihan pascabencana, tidak boleh menjadi alasan untuk memperlambat pembangunan. 

berbagai sektor strategis, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesehatan hingga infrastruktur, harus tetap berjalan dan memberikan dampak bagi masyarakat.

Saya dan Bapak Wakil Gubernur tidak membutuhkan pejabat yang hanya menunggu perintah,

Kami membutuhkan pemimpin yang mampu membaca persoalan, mengambil inisiatif, membangun kolaborasi, dan menghasilkan terobosan."|Melki Laka Lena (Gubernur NTT) 

Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena, mengatakan, sambutan tersebut, menjadi bagian penting dari upaya membangun birokrasi NTT yang lebih responsif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan secara nyata.

dalam kegiatan pelantikan tersebut, Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena turut mengenang para korban tragedi di Papua, khususnya dua putra-putri terbaik asal NTT, drh. Alfonsius Albinus Mehan dan Wili Mbuik, serta Aprida Rapi. 

Gubernur Prov NTT Melki Laka Lena, mengajak, seluruh hadirin untuk sejenak mengenang dan mendoakan mereka yang telah berpulang serta memberikan kekuatan bagi keluarga yang ditinggalkan.


Berikut, Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik dalam kesempatan tersebut sesuai Keputusan Gubernur NTT Nomor 816.2.1/ 142/ BKD.3.2 tanggal 10 September 2026, antara lain:

1. Theresia Maria Florensia, SE, M.Ec.Dev, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Nusa Tengara Timur,

2. Stefania Tunga Boro, S.Pi, MM, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur, 

3. Yosef Maria Ronaldus Amapiran, S.Si, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Nusa Tenggara Timur,

4. Drs. Naftaly Stevenson Huky, S.STP, M.Pub.Pol, Kepala Biro Pemerintahan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur,

5. Yohanes Abrianto Kore, S.STP, M.Si, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

sementara itu, Erasmus Jogo, SE, MM, dilantik sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Sistem Penyediaan Air Minum pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk periode 2026–2031 berdasarkan Keputusan Gubernur NTT Nomor 346/KEP/HK/2026.

turut hadir dalam kegiatan pelantikan, antara lain: Wakil Gubernur Prov NTT Johni Asadoma • Sekretaris Daerah Prov NTT Drs. Fransiskus Sales Sodo • Forkopimda Prov NTT • para Asisten Sekda • Staf Ahli Gubernur • Pimpinan Perangkat Daerah • Pimpinan Instansi Vertikal • dan pimpinan BUMN dan BUMD.


BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Hukum, Sosial, 

| Penulis: W.J.B (tim) 

| Sumber: Humas Pemprov NTT, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®