Edisi: 1.532
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
NEW YORK, KUPANG TIMES – sebuah Kerangka Tyrannosaurus Rex /T-Rex asal Dakota Selatan resmi menjadi fosil termahal yang pernah terjual dalam sebuah lelang, setelah terjual seharga USD 50.130.000 atau sekitar IDR 909,9 Miliar, di Sotheby's, New York, Selasa (14/07/26) lalu.
Kerangka yang berusia sekitar 67 Juta Tahun itu diberi julukan Gus, diambil dari nama mendiang Gary 'Gus' Licking, seorang peternak sapi asal Harding County, Dakota Selatan, yang memiliki lahan tempat fossil tersebut ditemukan.
Licking meninggal dunia pada 2022, setahun setelah proses penggalian fosil dimulai.
dikutip dari Sotheby's menjelaskan, Gus memiliki panjang 38 Kaki (sekitar 11,6 Meter) dan Tinggi 12,5 Kaki (sekitar 3,8 Meter), dengan tengkorak berukuran 54 Inci (sekitar 137 Sentimeter), menjadikannya salah satu kerangka T-Rex terbesar yang pernah ditemukan.
Kerangka tersebut terdiri dari 183 elemen tulang fosil, atau sekitar 61% lengkap berdasarkan jumlah tulang, dan 75 hingga 80% lengkap berdasarkan massa.
Gus digali selama tiga musim penggalian dari 2021 hingga 2023, kemudian melalui 3 (tiga) tahun tambahan kerja laboratorium untuk membersihkan dan memasang tulang tulangnya.
Berasal dari Formasi Hell Creek yang Legendaris,
dikutip CNN, seperti banyak kerangka T-Rex lainnya, Gus ditemukan di Formasi Hell Creek, sebuah situs fosil legendaris yang membentang di wilayah Montana, Wyoming, dan Dakota.
salah satu kerangka T-Rex Pertama ditemukan di kawasan ini pada 1902, dan nama Tyrannosaurus Rex sendiri diberikan berdasarkan fosil yang digali dari kawasan tersebut.
Rekor sebelumnya untuk lelang fossil dipegang oleh kerangka Stegosaurus bernama Apex, yang dibeli miliarder Ken Griffin pada 2024 seharga USD 44,6 Juta atau sekitar IDR 809,5 Miliar.
Fossil tersebut kini berada di pertengahan masa peminjaman selama 4 (empat) tahun di Museum of Natural History, New York.
Perkiraan harga awal untuk Gus sebelum lelang berkisar antara USD 20 hingga 30 atau sekitar IDR 363 Miliar hingga IDR 544,5 Miliar.
Penawaran pemenang akhirnya diajukan melalui telepon.
Kekhawatiran Hilangnya fosil dari Dunia Sains,
Para Paleontolog umumnya meyakini, begitu sebuah fosil berpindah ke tangan pribadi, fosil tersebut akan hilang dari dunia sains.
Jurnal-Jurnal Ilmiah hanya akan mempublikasikan penelitian yang dilakukan terhadap spesimen yang tersimpan di koleksi publik.
Jika sebuah fosil dimiliki secara pribadi, penelitian terhadapnya tidak dapat direproduksi secara andal, sebuah standar penting untuk memverifikasi temuan ilmiah.
Gus memiliki sejumlah keistimewaan yang menarik perhatian ilmuwan maupun calon pembeli.
Tengkoraknya menyimpan sekitar 82% tulang asli, dan kerangkanya mencakup komponen komponen langka, seperti: tulang selangka (wishbone), panggul yang lengkap, serta kedua kaki.
Sotheby's menjelaskan, hanya ada satu spesimen lain yang diketahui memiliki kedua kaki yang terwakili dengan baik.
Gus dilaporkan menunjukkan bekas gigitan serta bukti patah tulang yang berhasil disembuhkan semasa hidupnya.
Balai Lelang Internasional itu, menyebut, Gus sebagai salah satu kerangka T-Rex terlengkap yang pernah ditemukan, meski tingkat kelengkapannya masih di bawah Stan dan Sue.
Stan adalah kerangka T-Rex yang terjual pada lelang 2020 seharga USD 31,8 atau sekitar IDR 577,2 Miliar dengan kelengkapan sekitar 70% berdasarkan jumlah tulang.
sedangkan Sue adalah fosil Dinosaurus pertama yang pernah terjual dalam lelang pada 1997 dengan tingkat kelengkapan luar biasa, yakni: 90%.
Status Hak Penuh dan Masa Depan Gus,
meski begitu, Gus memiliki keunggulan tersendiri, karena dijual dengan "hak penuh" yang berarti kerangka ini tidak mengandung bagian bagian cetakan berhak cipta dari dinosaurus lain.
biasanya, ketika sebuah tulang hilang dari sebuah kerangka, cetakan dari kerangka lain yang sudah ada akan dibeli untuk mengisi bagian yang kosong.
Standar de facto untuk proses semacam ini dipegang oleh Stan, yang berasal dari county yang sama di Dakota Selatan dengan Gus.
Pembeli Gus berpotensi menjadi pesaing Stan dan dapat melisensikan atau memproduksi cetakan untuk museum maupun kolektor pribadi lainnya.
Kini seluruh perhatian tertuju pada sosok pembeli, yang identitasnya masih belum diketahui, serta keputusan yang akan diambilnya terhadap fosil bersejarah tersebut.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Sejarah, Sains,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Sotheby's, CNN,
| Penerbit: Kupang TIMES

