UPDATE Gempa Flores-NTT: '87 Meninggal Dunia, 150.576 Ribu Warga Mengungsi.!'

Edisi: 1.511
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel


KUPANG TIMES - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa atas bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 skala richter di Nusa Tenggara Timur hingga Sabtu (22/08/26) mencapai 87 orang.

Korban meninggal dunia Gempa Flores-NTT tersebar di 7 (tujuh) Kabupaten, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 31 Korban Jiwa dan Manggarai Timur sebanyak 30 Jiwa. 

Sementara itu, Kabupaten Nagekeo mencatat 13 Korban jiwa • Kabupaten Sikka 9 Jiwa • Ngada 4 Jiwa • Ende 2 Jiwa • dan Manggarai Barat 1 Jiwa.

selain korban meninggal, gelombang gempa Flores-NTT juga mengakibatkan ribuan warga mengalami luka-luka. 

Pos Pendamping Nasional melaporkan bahwa; total korban luka mencapai 1.298 orang, yang terdiri atas: 336 luka berat • 61 luka sedang • dan 895 luka ringan. 

Mayoritas korban luka terkonsentrasi di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai.

Jumlah warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka pun terus bertambah akibat tingginya frekuensi gempa susulan.

Adapun, BMKG mencatat sebanyak 5.012 gempa susulan terjadi hingga Jum'at (21/08/26) pagi, dengan 124 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.

'Jumlah pengungsi sementara tercatat mencapai 150.576 jiwa yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak.'|tulis Pos Pendamping Nasional BNPB dalam rilis resminya, dikutip Minggu (23/08/26).

sebaran pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41.427 Orang • disusul Nagekeo sebanyak 34.256 Orang • dan Manggarai Timur sebanyak 31.372 Orang. 

Wilayah lain seperti: Manggarai Barat • Sikka • Ende dan Ngada juga menampung puluhan ribu warga terdampak di lokasi-lokasi pengungsian.

untuk mencukupi kebutuhan warga di pengungsian, arus distribusi logistik terus digencarkan melalui jalur udara. 

Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma menerbangkan ratusan ton bantuan menuju titik-titik penyaluran utama di Nusa Tenggara Timur.

'Secara kumulatif sejak 15 hingga 22 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 954 ton melalui 68 sorti penerbangan.'|tulis Posduklognas dalam laporan tertulisnya.

Penanganan darurat di lapangan turut melibatkannya ribuan personel gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, serta ratusan relawan dari puluhan organisasi kemanusiaan. 

Dukungan fasilitas kesehatan juga disiagakan untuk memperkuat pelayanan medis bagi para korban gempa Flores-NTT. 

adapun, pada hari kedelapan pascagempa, pelayanan medis diperkuat dengan beroperasinya Kapal Republik Indonesia (KRI) dr. Suharso 990 yang bersandar di Pelabuhan Reo.

Kapal rumah sakit milik TNI AL tersebut dilengkapi fasilitas tindakan medis besar dan ruang rawat inap berkapasitas 75 pasien, serta telah mendirikan dua rumah sakit lapangan di Kecamatan Reok.

Selain itu, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga milik Alumni Universitas Airlangga juga bersandar di Teluk Nangalirang untuk melayani warga Manggarai Timur.


BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sosial, Alam, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BNPB, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®