UPDATE Gempa Flores-NTT: 91 Meninggal Dunia, 161.874 Ribu Warga Mengungsi.!

Edisi: 1.511
Halaman 5
Integritas |Independen |Kredibel


KUPANG TIMES - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa atas bencana gempa bumi bermagnitudo 7,7 skala richter di Nusa Tenggara Timur hingga Sabtu (22/08/26) mencapai 91 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, jumlah tersebut bertambah 4 (empat) Jiwa dibandingkan dengan hari sebelumnya.

hingga pukul 16:00 WIB, jumlah korban meninggal sebanyak 91 orang atau bertambah empat orang dari hari sebelumnya."|Berton, dalam konferensi pers secara daring, Jakarta, Sabtu (22/08/26).

Berton menjelaskan, sebanyak 51% korban meninggal dunia akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan bangunan. 

Sementara 49% lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung dari bencana tersebut.

adapun korban meninggal dunia tersebar di sejumlah wilayah, antara lain: Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan Jumlah Korban Meninggal terbanyak, yakni: 32 orang • Manggarai Timur 31 orang • Sikka 6 (enam) orang • Ende 2 (dua) orang • Manggarai Barat 1 (satu) orang • Nagekeo 14 orang • dan Ngada 5 (lima) orang.

Berdasarkan jenis kelamin, 40 korban meninggal merupakan laki-laki dan 48 perempuan. 

Sementara 3 (tiga) korban lainnya masih dalam proses identifikasi.

Kami menyampaikan dukacita mendalam atas meninggalnya warga yang terdampak gempa bumi baik secara langsung maupun tidak langsung akibat gempa."|Berton

cukup tahu • selain korban meninggal dunia, BNPB mencatat sebanyak 1.286 orang mengalami luka-luka akibat gempa. 

Korban luka terbanyak berada di Kabupaten Manggarai Timur dengan 643 orang dan Manggarai Barat sebanyak 504 orang

Sementara itu, jumlah jumlah warga yang mengungsi juga terus bertambah. 

BNPB mencatat sebanyak 161.084 orang kini berada di lokasi pengungsian.

Berton mengatakan, pengungsi terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 46.519 orang • Nagekeo 34.256 orang • dan Manggarai Timur 31.372 orang.

Kita berdo'a semoga keluarga, handai taulan, tetangga dan seluruh yang terdampak tetap diberi kekuatan."|Berton

selain itu, BNPB menerima laporan dari Kementerian Kesehatan mengenai sejumlah penyakit yang muncul pascagempa. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi penyakit dengan jumlah kasus tertinggi, yakni: mencapai 3.721 kasus.

Selain itu, terdapat 15 kasus gigitan hewan penular rabies yang dilaporkan terjadi di Kabupaten Nagekeo dan Manggarai Timur.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sosial, Alam, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BNPB, Kemenkeu RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®