RESMI.! Xavi Hernandez JADI Pelatih Timnas Belanda hingga Piala Dunia 2030.!

Edisi: 1.501
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: Pinterest|Properti

AMSTERDAM, KUPANG TIMES - Koninklijke Nederlandse Voetbal Bond (KNVB) atau Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda resmi menunjuk Xavi Hernandez sebagai pelatih baru tim Nasional setelah Ronald Koeman mengundurkan diri. 

eks pelatih Barcelona itu dikontrak hingga Piala Dunia 2030.

Xavi, yang kini berusia 46 tahun, kembali ke dunia kepelatihan, usai dua tahun tidak menangani tim sejak meninggalkan Barcelona pada 2024. 

Xavi akan memimpin Belanda dalam dua turnamen besar, yakni: Euro 2028 dan Piala Dunia FIFA 2030.

Penunjukan Xavi terjadi setelah Belanda menjalani Piala Dunia FIFA 2026 yang mengecewakan. 

Tim Oranje tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko dalam turnamen yang berlangsung di Amerika Utara.

Bagi Xavi, pekerjaan tersebut menjadi kesempatan untuk kembali ke panggung internasional setelah sebelumnya sukses sebagai pemain bersama Barcelona dan Spanyol. 

selain itu, Xavi memiliki pengalaman melatih Barcelona dan klub Qatar, Al Sadd, sebelum akhirnya menerima tantangan bersama Timnas Belanda.

Bangga menjadi Pelatih Timnas Belanda, 

Xavi mengaku merasa terhormat mendapatkan kesempatan menangani Belanda. 

hubungannya dengan sepak bola Belanda juga terasa kuat karena filosofi yang ia pelajari sepanjang karier banyak dipengaruhi pemikiran Johan Cruyff dan Rinus Michels.

selain itu, Xavi pernah bekerja dengan Louis van Gaal dan Frank Rijkaard saat masih menjadi pemain Barcelona. 

Pengalaman tersebut ikut membentuk pandangannya mengenai sepak bola dan menjadi salah satu alasan dirinya merasa dekat dengan tradisi sepak bola Belanda.

"Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda, 

sebagai seseorang yang mendapatkan pendidikan di akademi Barcelona, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, saya merasa memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Belanda, 

anda bisa mengatakan bahwa; saya adalah bagian dari anak sepak bola Belanda,

Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang di bawah asuhannya saya melakukan debut di Barcelona, dan Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih."|Xavi (Pelatih)

Terapkan Filosofi Sepak Bola Menyerang, 

Xavi langsung menegaskan identitas permainan yang ingin diterapkannya bersama Belanda. 

Xavi tertarik dengan budaya sepak bola Belanda yang mengutamakan penguasaan bola, kreativitas, keberanian, serta permainan menyerang.

Xavi mengatakan, Belanda sudah memiliki fondasi yang kuat untuk dikembangkan. 

Xavi ingin membawa tim tersebut meraih kemenangan dengan gaya bermain yang tetap mencerminkan karakter sepak bola Belanda.

"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas, yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang yang berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,

tentu saja, tujuan terpenting adalah dan akan selalu menjadi kemenangan, tetapi saya lebih memilih melakukannya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan bisa dinikmati oleh masyarakat."|Xavi (Pelatih)

Pengalaman di Barcelona dan Al Sadd, 

Xavi bukan sosok baru dalam dunia kepelatihan. 

Xavi memulai karier sebagai pelatih bersama Al Sadd pada 2019 dan berhasil mempersembahkan tujuh trofi selama menangani klub Qatar tersebut.

pada 2021, Xavi kembali ke Barcelona untuk menggantikan Koeman. 

Xavi kemudian membawa Blaugrana meraih gelar LaLiga pada musim 2022-23 serta trofi Piala Super Spanyol pada 2023.

Setelah meninggalkan Barcelona pada 2024, Xavi memilih beristirahat selama dua tahun. 

Xavi sempat mendapatkan sejumlah tawaran dari klub dan tim nasional, tetapi memilih menunggu kesempatan yang sesuai dengan ambisinya.

Kini, keinginan Xavi untuk berkarier di sepak bola internasional akhirnya terwujud. 

Timnas Belanda menjadi tantangan berikutnya bagi pelatih yang sebelumnya sukses sebagai pemain bersama Spanyol, termasuk ketika menjuarai Piala Dunia 2010 serta Euro 2008 dan 2012.


Target bersama Timnas Belanda, 

Xavi datang setelah Belanda mengalami hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026. Oranje tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari Maroko dalam turnamen yang digelar di Amerika Utara.

Pelatih asal Spanyol itu, memiliki waktu panjang untuk membangun skuad sesuai filosofinya. 

Kontrak hingga Piala Dunia 2030 membuat Xavi dapat menyiapkan tim untuk Euro 2028 sekaligus membangun fondasi menuju turnamen empat tahunan berikutnya.

"Potensi untuk melakukan hal tersebut ada, begitu juga dengan fondasi yang kuat untuk dibangun,

Saya tidak sabar untuk memulai tantangan ini bersama para pemain, staf, dan semua orang di Federasi Sepak Bola Belanda."|Xavi (Pelatih)

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Olahraga, Sepakbola, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: KNVB, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®