ENSIKLOPEDI: Perjalanan Daniel Sahuleka, Penyanyi Pop: 'Don't Sleep Away The Night My Baby.'

Edisi: 1.518
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

'di usia 18 Tahun, Daniel Sahuleka berprofesi sebagai Tukang Listrik, di Perusahaan bernama HF Waalders Winterswijk. • dengan Penghasilan 1200 Gulden.'

      Potret: TM|Properti

KUPANG TIMES - Ambon-Maluku adalah salah satu Daerah di Indonesia yang memiliki penyanyi dan musisi berprestasi di panggung musik Nasional dan Internasional. • dan salah satunya adalah Daniel Sahuleka. 

Siapa itu Daniel Sahuleka.? 

Benar.! Daniel Sahuleka adalah penyanyi lagu yang berjudul: "Don't Sleep Away The Night my Baby" yang terkenal era Tahun 1970 hingga 1980an.

dan hingga saat ini, lagu tersebut masih diputar oleh pecinta musik lawas. 

Daniel Sahuleka adalah Penyanyi berdarah Indonesia-Belanda, telah menulis sejumlah lagu yang masih dikenang hingga sekarang, seperti: 'Don't Sleep Away The Night my Baby' • dan 'You Make My World So Colourful.'

suara khas dan sentuhan Pop-Jazz yang dibawakannya membuat Daniel Sahuleka berhasil menembus pasar musik internasional, terutama di Eropa.

Namun, perjalanan menuju kesuksesan Daniel tidak diraih dalam semalam. 

Jauh sebelum namanya dikenal sebagai musisi papan atas, Daniel Sahuleka pernah menjalani kehidupan yang jauh dari gemerlap panggung. 

Daniel pernah bekerja sebagai pegawai perusahaan listrik pada siang hari, lalu menghabiskan malam dengan bernyanyi di kafe-kafe lokal demi mengejar impiannya menjadi penyanyi profesional.

Lahir di Indonesia, 

Daniel Sahuleka lahir di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu, 06 Desember 1950. 

Daniel merupakan putra dari Simon Pieter Sahuleka yang berasal dari Saparua, Maluku-Ambon, dan Juarsi Mohanab yang lahir di Pontianak, Kalimantan Barat. 

dari garis ibunya, Daniel memiliki darah Sunda dan Tionghoa.

Dahulunya, Daniel Sahuleka di Belanda tinggal di daerah WInterswijk di Kota Arnhem, Provinsi Gerderland yang terletak di Timur Belanda. 

meski kemudian menetap di Belanda, kedekatan Daniel dengan Indonesia tetap terasa dalam perjalanan hidup maupun karya-karyanya. 

Beberapa lagu yang diciptakannya bahkan menghadirkan nuansa musik yang terinspirasi dari tanah leluhurnya di Maluku.

Tukang Listrik, 

Perjalanan karier Daniel Sahuleka dimulai jauh sebelum dirinya dikenal sebagai penyanyi internasional. 

saat berusia 18 tahun. • Daniel bekerja sebagai tukang /atau pegawai di perusahaan listrik HF Waalders yang berada di Winterswijk, Belanda, dengan Penghasilan 1200 Gulden. 

di sela-sela pekerjaannya, Daniel tidak pernah meninggalkan kecintaannya pada musik. 

setiap malam, Daniel tampil di berbagai kafe lokal untuk mengasah kemampuan bernyanyi sekaligus menambah pengalaman tampil di depan penonton.

Rutinitas tersebut dijalaninya dengan penuh konsistensi. 

Siang hari Daniel bekerja seperti karyawan pada umumnya, sedangkan malam hari dirinya mengejar cita-citanya sebagai musisi. 

Pengalaman tampil dari satu panggung kecil ke panggung lainnya perlahan membuka jalan menuju industri rekaman.

Dukungan Isteri, 

Perubahan besar dalam hidup Daniel Sahuleka datang berkat dukungan sang isteri, Alice Sahuleka. 

melihat bakat yang dimiliki suaminya, Alice mendorong Daniel untuk mencoba masuk ke dapur rekaman, agar karyanya dapat didengar lebih banyak orang.

Kesempatan itu akhirnya datang pada 1977 ketika penyanyi pop Belanda, Rudy Bennett, mengajaknya bergabung dengan Polydor Records di Blaricum, Belanda Utara.

di label rekaman tersebut, Daniel merilis lagu You Make My World So Colourful dengan aransemen dari komposer Belanda Dick Bakker. 

lagu tersebut menjadi awal perjalanan panjangnya di industri musik.

tidak lama berselang, Daniel kembali merilis Don't Sleep Away the Night my Baby, lagu yang kemudian berhasil meraih popularitas di berbagai negara Eropa dan juga Indonesia. 

Dua lagu tersebut hingga kini masih menjadi karya yang paling melekat dengan sosok Daniel Sahuleka.


Bersinar di Eropa, 

memasuki awal dekade 1980-an, karier Daniel Sahuleka semakin berkembang. 

Daniel  meluncurkan sejumlah lagu yang mendapat sambutan hangat, antara lain: Wake Up dan We'll Go Out Tonight.

Puncak popularitasnya datang pada 1982 ketika Daniel menjadi vokalis lagu Giddyap a Gogo, karya Ad Visser. 

lagu tersebut berhasil masuk ke tangga lagu Dutch Top 40, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyanyi yang diperhitungkan di industri musik Eropa.

Kesuksesan tersebut membuka banyak kesempatan bagi Daniel untuk tampil di berbagai festival Jazz Internasional. 

Daniel menerima sejumlah penghargaan di Indonesia, Eropa, hingga Los Angeles sebagai bentuk apresiasi atas kiprahnya di dunia musik.

Tetap Berkarya, 

meski popularitasnya mengalami pasang surut, Daniel Sahuleka tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia musik. 

pada era 1990-an, Daniel jarang merilis rekaman baru, tetapi masih aktif menggelar konser dan mengerjakan berbagai proyek musik. • pada 1993, Daniel merilis single: 'I Adore You.'

beberapa tahun kemudian, Daniel kembali menghadirkan album 'Colorfool' yang di dalamnya terdapat lagu Berdendang, sebuah karya yang kental dengan nuansa musik dari tanah leluhurnya di Maluku.

Kesuksesan Daniel kembali berlanjut pada 2007 melalui lagu 'If I Didn't.'

Dua tahun kemudian, Daniel merekam ulang dua lagu legendarisnya, You Make My World So Colourful dan Don't Sleep Away, untuk dimasukkan ke dalam album reMAKE mySTYLE.

Sepanjang kariernya, Daniel dikenal sebagai musisi yang produktif. 

Daniel telah merilis berbagai album, antara lain: Sahuleka pada 1976 • Sahuleka 2 • Sunbeam • The Loner • Everyday Should Be a Christmasday • dan I Adore You. 

Setelah itu, Daniel kembali meluncurkan sejumlah album, seperti: Rahasia Sahuleka • Sahuleka's World – Collection 1 • After the Jetlag • Colorfool • Christmas Love • reMAKE mySTYLE • dan Dad's Request yang menjadi album studionya pada 2015.

selain album, Daniel membuat banyak single yang memperkaya perjalanan kariernya. 

Beberapa di antaranya adalah Marie Claire • Love To Love You • The Change • Long Distance Highway • Finally Home Again •  Imagine • Bulan Pakai Payung • Simphoni • dan Dust of Life.

Gimana Kabar Daniel Sahuleka.?

Kini, Daniel Sahuleka diketahui masih menetap di Winterswijk, Belanda. 

di usianya yang telah memasuki 76 Tahun, Daniel memilih menjalani kehidupan yang lebih tenang, jauh dari sorotan industri hiburan seperti saat berada di puncak popularitas.

meski demikian, Daniel belum benar-benar berhenti berkarya. 

Kehadirannya mungkin tidak lagi sesering dulu di atas panggung, tetapi karya-karyanya tetap hidup dan terus dikenang oleh para penggemar di Indonesia maupun Eropa.

Perjalanan Daniel Sahuleka menjadi bukti bahwa; kesuksesan tidak selalu datang secara instan. Berawal dari seorang pegawai perusahaan listrik yang menghabiskan malam dengan bernyanyi di kafe, penyanyi kelahiran Semarang itu berhasil mengukir namanya sebagai salah satu musisi Indonesia berdarah Belanda yang sukses menembus pasar musik internasional.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sejarah, Musik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: berbagai sumber, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®