Dolly Parton Meninggal Dunia setelah Berjuang Melawan Kanker.!

Edisi: 1.515
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

       Potret: Dolly Parton|Properti

Ringkasan Berita:

• Dolly Parton meninggal setelah empat hari dirawat di Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville.

• Kondisi kesehatannya terus menurun setelah suaminya meninggal pada Maret 2025.

• Dolly Parton juga menderita masalah ginjal dan autoimun sebelum meninggal.

KUPANG TIMES - 'Penyanyi legendaris Dolly Parton meninggal dalam usia 80 tahun setelah 4 (empat) hari dirawat karena mengidap kanker.'

Penyanyi Musik Country asal Amerika Serikat, Dolly Parton, meninggal dalam usia 80 tahun. 

Pencipta lagu sekaligus aktris legendaris tersebut menghembuskan napas terakhirnya di Nashville, Tennessee, akibat penyakit kanker yang dideritanya.

dikutip dari The New York Times, kabar duka ini pertama kali dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui unggahan video resmi di media sosial, Selasa (25/08/26). 

Keponakan sekaligus kepala keamanan pribadinya, Bryan Seaver, menyampaikan pengumuman tersebut atas permintaan langsung dari mendiang semasa hidupnya.

"Saya telah membayangkan beratnya momen ini tetapi belum benar-benar merasakannya sampai sekarang, 

Dolly telah hidup dalam terang dan berada dalam pelukan Yesus, pasti akan bertemu dengan Carl, orang tuanya, dan banyak orang lain yang telah mengawasinya dan merindukan untuk bertemu dengannya di surga.”|Bryan 

Dolly dirawat di Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville, Jum'at (21/08/26) dan meninggal 4 (empat) ari kemudian. 

Selain mengidap kanker yang tidak diungkapkan ke publik, 

Dolly juga menderita masalah ginjal dan autoimun sebelum meninggal. 

Setelah dengan berani menghadapi perjuangan singkat melawan kanker, Dolly meninggalkan kehidupan duniawi-nya hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center dikelilingi oleh orang-orang terkasih."|Perwakilan Keluarga


Perjalanan Karier Dolly Parton, 

Dolly Parton lahir dari keluarga petani miskin di kawasan Appalachia sebelum akhirnya menjadi salah satu musisi perempuan terlaris sepanjang sejarah. 

selama 6 (enam) dekade berkarier, Dolly berhasil menjual lebih dari 160 juta album di seluruh dunia dan mengoleksi 25 single yang memuncaki tangga lagu country. 

lagu-lagu ciptaannya, seperti: “Jolene” dan “I Will Always Love You” tidak hanya mendominasi industri musik Amerika Serikat, tapi juga dipopulerkan kembali oleh berbagai penyanyi lintas generasi, seperti: Whitney Houston.

selain sukses di dunia seni suara, Dolly juga terjun ke industri perfilman Hollywood melalui debut film komedi populer "9 to 5" serta membangun kerajaan bisnis taman hiburan "Dollywood."

Dedikasi Dolly di bidang kemanusiaan turut diwujudkan lewat lembaga filantropi Imagination Library yang telah mendistribusikan ratusan juta buku gratis kepada anak-anak di berbagai negara.


Pesan Terakhir sebelum Meninggal, 

Kondisi kesehatan pelantun lagu “Coat of Many Colors” itu dilaporkan terus menurun dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah sang suami, Carl Thomas Dean, meninggal pada Maret 2025 lalu. 

meskipun sempat menjalani perawatan intensif dan membatalkan serangkaian jadwal konsernya di Las Vegas, semangat Dolly untuk terus berkarya tidak pernah surut hingga akhir hayatnya.

dalam salah satu wawancara terakhirnya, Dolly sempat membagikan pandangannya mengenai kehidupan dan karya yang ia tinggalkan bagi masyarakat luas.

"Saya berada pada titik dalam hidup di mana saya hanya ingin dapat melakukan hal-hal baik yang dapat diteruskan, 

Saya bangga dengan warisan saya sejauh ini, dan berharap untuk terus melakukan hal-hal yang berguna bagi orang lain."|Dolly Parton (Musisi) dikutip dari People.

Kepergian sosok yang dikenal sangat inklusif itu, memicu gelombang duka dari kalangan pejabat publik hingga figur penggiat seni global. 

Sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya atas jasa dan kontribusi Dolly terhadap kebudayaan nasional, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang selama satu pekan.

"tidak pernah ada orang seperti dia, dan tidak akan pernah ada,

untuk menghormatinya, saya menurunkan Bendera Amerika di seluruh Amerika Serikat selama periode satu minggu ini."|Donald Trump (Presiden AS) dilansir dari WH. 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sosial, Musik, Sejarah, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: New York Times, People, White House, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®